Published On: Thu, Jun 18th, 2015

Komunitas Internasional Apresiasi Meter Listrik Pintar “SIMPLY”

Share This
Tags

XL listrik pintarJakarta, 18 Juni 2015. Layanan Sistem Pintar Meter Listrik Prabayar (SIMPLY) dari PT XL Axiata Tbk (XL) mendapatkan apresiasi dari komunitas pelaku bisnis. Akhir Mei 2015 lalu di Bangkok, Thailand, Asia M2M Business Platform, suatu badan organisasi yang menaungi operator telekomunikasi  penyedia solusi M2M platform di Asia secara khusus mengenalkan SIMPLY sebagai salah satu layanan M2M, atau saat ini dikenal sebagai Internet of Things (IoT), yang terbukti mampu menunjukkan manfaat yang besar bagi para pelanggan korporasi. Hanya SIMPLY, layanan dari Indonesia yang mendapatkan kesempatan untuk diperkenalkan di forum tersebut.

Chief Digital Service Officer XL, Yessie D. Yosetya, mengatakan, “SIMPLY yang merupakan inovasi layanan Meter Listrik Pintar Dua Arah berhasil menarik perhatian dunia IoT karena layanan ini terbukti telah banyak membantu meringankan beban biaya operasional perusahaan dan dapat meminimalisir penggunaan listrik yang berlebihan. Kami pun terus melakukan pengembangan atas layanan ini sehingga bisa memperbesar manfaat sekaligus mempermudah pengembangannya.”

Yessie menambahkan, manfaat dari penggunaan SIMPLY ini telah dirasakan oleh perusahaan infrastruktur, agensi periklanan, jasa perhotelan serta lembaga keuangan perbankan untuk mesin ATM. Dengan adanya layanan SIMPLY, perusahaan dapat mengontrol dan mengatur kuota konsumsi listrik berdasarkan trend penggunaan per bulannya, dapat meminimalkan fraud, dan tidak perlu repot untuk melakukan pengisian pulsa prabayar listrik.

Berkat program sales yang agresif ditambah dengan penambahan fitur baru, hingga Juni 2015, XL IoT sudah berhasil mendistribusikan dan mengaktifkan layanan SIMPLY untuk 36 pelanggan korporat. Pencapaian ini menandakan XL telah memenuhi 70% target pemasangan Meter Listrik Pintar Dua Arah di area wilayah distribusi listrik Jawa dan Bali.

Sejumlah fitur baru telah dihadirkan, antara lain berupa kemudahan mengakses informasi yang dapat dilakukan melalui gadget Android melalui aplikasi yang dapat diunduh langsung dari Play Store. Selain itu, pelanggan juga dapat memindahkan data ke dalam format file yang lebih mudah digunakan saat menganalisa data penggunaan listrik, kuota listrik yang tersisa, serta transaksi pembelian token listrik untuk kebutuhan analisa bisnis maupun pendukung kegiatan operasional. XL juga membantu pelanggan korporat untuk pembelian token listrik PLN Prabayar yang dapat mempermudah aktivitas operasional pelanggan korporat”

SIMPLY terdiri dari meter listrik pintar, modul komunikasi data untuk komunikasi dua arah, serta perangkat telekomunikasi berupa modem dan kartu XL. Saat jumlah kredit listrik pelanggan mencapai nilai minimal, notifikasi dari sistem XL akan menginformasikan status “low credit” secara otomatis ke nomor ponsel pelanggan. Pelanggan kemudian melakukan pembelian token listrik, yang bisa didapatkan dari top up channel yang tersedia (bank, atau modern channel yang menyediakan token listrik prabayar PLN). Saat pelanggan selesai melakukan transaksi pembelian, maka secara otomatis token listrik akan tersimpan di meteran listrik tanpa pelanggan melakukan pengisian secara manual.

 

Tentang XL

XL adalah salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia. Mulai beroperasi secara komersial sejak 8 Oktober 1996, XL saat ini adalah penyedia layanan seluler dengan jaringan yang luas dan berkualitas di seluruh Indonesia bagi pelanggan ritel (Consumer Solutions) dan solusi bagi pelanggan korporat (Business Solutions). XL satu-satunya operator yang memiliki jaringan serat optik yang luas. XL telah meluncurkan XL 3G pada 21 September 2006, layanan telekomunikasi selular berbasis 3G pertama yang tercepat dan terluas di Indonesia. XL dimiliki secara mayoritas oleh Axiata Group Berhad (“Axiata Group”) melalui Axiata Investments (Indonesia) Sdn Bhd (66,5%) dan publik (33,5%). Sebagai bagian dari Axiata Group bersama-sama dengan Robi (Bangladesh), Smart (Cambodia), Idea (India), Celcom (Malaysia), M1 (Singapore), SIM (Thailand) dan Dialog (Sri Lanka).