Published On: Mon, May 11th, 2015

Kriminalitas Tinggi, Uber Tawarkan ETA

Share This
Tags

logo uber taxiSejak diumumkan secara resmi pada bulan Agustus 2014, Uber terus mendominasi sebagai pilihan aplikasi transportasi yang banyak digunakan oleh masyarakat. Terhitung sejak diluncurkannya aplikasi ini di pasar Indonesia, Uber sudah diuduh oleh kalangan profesional dan pekerjaa kantoran besar di perkotaan.

Untuk terus mensosialisasikan aplikasi transportasi yang juga menjadi pilihan di sejumlah negara Eropa ini, Mike Brown, Uber General Manager Southeast Asia, dalam kunjungannya ke Jakarta beberapa waktu lalu menjelaskan tentang standar keamanan yang dibangun Uber untuk keselamatan para penumpangnya, terutama wanita.

“Kami sangat bangga dengan beberapa fitur keselamatan yang kami miliki dan siapkan untuk para pengguna kami. Salah satunya, setiap pengemudi dalam sistem kami telah melewati pemeriksaan latar belakang yang menyeluruh,” ujarnya.

Dijelaskan Mike, ada beberapa sistem keselamatan yang kini dilakukan Uber untuk para pengemudi maupun penggunanya. Sistem cash-less dalam sistem pembayaran, verifikasi data pengemudi dan pengguna yang lengkap, adanya sistem pelacak di setiap kendaraan, hingga pemberitahuan ETA (Estimated Time of Arrival) yang bisa di sharing ke teman terdekat.

Uber juga bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memastikan para pengemudi tidak memiliki catatan kriminal. Jadi tak sekedar memiliki data SIM dan KTP, Uber juga memeriksa latar belakang untuk semua pengemudi dan melakukan wawancara serta pelatihan. Saat pengemudi tak memenuhi standar Uber (yang dinilai berdasarkan sistem rating dari pelanggan) maka mereka akan dihapus dari sistem dan meminta mitra untuk mengganti dengan pengemudi yang berbeda.

Baik buruknya pelayanan yang diberikan pengemudi tranportasi dilihat Uber dari sistem rating yang menjadi salah satu elemen penting dari Uber. Dari sini, menurut Mike, dapat ditinjau apakah pengemudi melakukan tugasnya dengan baik atau tidak.

“Kami selalu tahu siapa pengendara dan penumpang. Jadi jika ada masalah dalam suatu kondisi, kami bisa melacak dengan GPS. Dan kita memiliki semua informasi tentang perjalanan tersebut,” lanjut Mike.

Ia pun menambahkan jika para pengemudi juga mampu melacak apa yang terjadi di perjalanan dan konsekuensi yang akan mereka dapatkan jika terbukti melakukan suatu tindakan buruk.

Berbagai modus kejahatan yang menjadi ancaman bagi pengguna transportasi umum terutama wanita seperti perampokan atau pelecehan seksual berkurang di dalam sistem keamanan Uber.

Untuk proses pembayaran sendiri, Uber memberlakukan proses digital. Dimana, tidak akan terjadi transaksi pembayaran di dalam kendaraan Uber. Karena, Uber memberlakukan pembayaran lewat kartu kredit yang dimaksudkan untuk menghindari risiko kejahatan. Namun jika terjadi sesuatu pada penumpang, tak perlu khawatir karena Uber telah memiliki data penumpang, pengemudi serta sistem pelacak perjalanan

Saat penumpang merasa khawatir dengan armada yang mereka tumpangi, penumpang hanya perlu klik tombol “Share My ETA” lalu memilih teman mana untuk tempat berbagi informasi tentang keberadaan mereka. Dari sini  teman tersebut akan menerima pesan teks yang mencantumkan nama penumpang, nama pengemudi, plat pengemudi, nomor telepon, dan link untuk ke Google Maps untuk mengetahui keberadaan kendaraan tersebut.

“Yang pasti Uber akan terus berinovasi untuk meningkatkan pelayanan serta keselamatan para penggunanya. Segala sesuatunya masih akan terus disempurnakan,” tutur Mike.