Published On: Tue, Jul 26th, 2016

Lantik 720 Perwira Remaja, Presiden Jokowi: Terjadi Upaya Pengeroposan Nilai Pancasila

Presiden Jokowi saat menyematkan tanda kepangkatan kepada Praja TNI dan Polri di Magelang, Jawa Tengah (26/7). (Foto: Humas/Fitri)

Presiden Jokowi saat menyematkan tanda kepangkatan kepada Praja TNI dan Polri di Magelang, Jawa Tengah (26/7). (Foto: Humas/Fitri)

Magelang, 26 Juli 2016– Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik 720 perwira remaja pada upacara Prasetya Perwira TNI dan Polri Tahun 2016 di Gedung Sapta Marga, Akademi Militer TNI, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (26/7) pagi.

Presiden Jokowi yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, dalam kesempatan itu mengambil sumpah para perwira remaja lulusan Akademi Militer (Akmil) 221 orang, Akademi Angkatan Laut (AAL) 91 orang, Akademi Angkatan Udara (AAU) 108 orang, dan taruna Akademi Kepolisian (Akpol) 300 orang.

Saat menyampaikan sambutannya, Presiden Jokowi mengawali dengan mengucapkan selamat kepada para perwira remaja lulusan akademi TNI dan akademi Kepolisian Republik Indonesia yang baru saja dilantiknya.

“Ingat bahwa perjalanan kalian baru saja dimulai. Perjalanan menjadi perwira yang setia dan mengabdi kepada bangsa, negara, dan rakyat Indonesia,” tutur Presiden seraya  menyebutkan, bahwa para perwira remaja itu akan menjadi penentu masa depan TNI dan Polri, pelaksana reformasi di institusi masing-masing.

Presiden mengingatkan, bahwa reformasi TNI dan Polri adalah kunci menghadapi masa depan dan mengatasi tantangan-tantangan kedaulatan negara dan kamtibnas (keamanan ketertiban nasional) yang perubahannya semakin cepat.

Di dalam negeri, lanjut Presiden, terjadi upaya-upaya pengeroposan nilai-nilai Pancasila, tindak kekerasan dan anarkisme terkait agama, terorisme, meningkatnya peredaran narkoba, penyelundupan dan perdagangan-perdagangan ilegal.

Sementara di luar negeri, menurut Presiden, isu-isu seperti kompetisi global, permasalahan perbatasan, konflik antarnegara, konflik intranegara, peperangan asimetris, perebutan cadangan energi, perlombaan senjata oleh negara-negara berkekuatan militer besar, maupun berkembangnya ISIS dan foreign terrorist fighters, menjadi isu-isu yang memberikan dampak secara langsung maupun tidak langsung terhadap negara kita Indonesia.

Presiden menegaskan, TNI dan Polri harus bersinergi, harus berkoordinasi, harus bersatu, bergotong royong untuk kepentingan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia. “Hilangkan egosektoral, tingkatkan jiwa korsa, serta soliditas dan solidaritas TNI dan Polri, pelihara kemanunggalan TNI dan Polri dengan rakyat,” pesan Presiden seraya mengingatkan pesannya kemarin, agar prajurit TNI dan anggota Polri harus bersikap responsif, harus peka, dan terus meningkatkan kualitas kinerja secara profesional.

Upacara Prasetya Perwira Remaja (Praspa) TNI-Polri 2016 itu juga dihadiri oleh Menko Polhukam Luhut B. Pandjaitan, Seskab Pramono Anung, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Menhan Ryamizad Ryacudu, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (DND/FID/ES)