Published On: Thu, May 19th, 2016

Lebih dari 100 Brand dan Selebriti Bergabung dalam Upaya Menentang Perbudakan Zaman Modern

Share This
Tags

 

slaverySINGAPURA, 19 Mei 2016Not for Sale, sebuah LSM yang berbasis di San Francisco, bekerja sama dengan HISTORYTM Asia dan CNN Freedom Project, hari ini mengumumkan peluncuran kampanye #BuyOutSlavery. Dibuat untuk meningkatkan kesadaran tentang perbudakan modern melalui gerakan sosial online di Singapura dan wilayah-wilayah lain di Asia Tenggara, kampanye akan dipromosikan di seluruh situs e-commerce paling populer di Asia Tenggara. Kampanye ini terinspirasi dari program acara Roots yang akan tayang perdana di HISTORYTM Asia (Indovision Ch. 206, Okevision Ch. 44, Top TV Ch. 206, Big TV HD Ch. 334, First Media HD Ch. 365, Transvision HD Ch. 260, BiznetHome HD Ch. 127), pada 31 Mei pukul 21:00 WIB.

 

Kampanye #BuyOutSlavery bertujuan menyoroti penderitaan orang-orang yang diperbudak saat ini dan membuka mata para pembelanja di seluruh Asia terhadap realita dan prevalensi perbudakan modern. Ketika berbelanja di situs-situs yang ikut berpartisipasi, konsumen akan didorong untuk berkontribusi membebaskan budak zaman modern dengan memberikan sumbangan ke Not For Sale dan menunjukkan aksi mereka secara online. Semua dana yang terkumpul untuk mendukung Not For Sale dalam upaya memberikan tempat tinggal dan stabilitas, pendidikan, perawatan kesehatan, pelayanan hukum dan peluang ekonomi bagi mereka yang selamat dari perbudakan dan masyarakat yang berisiko mengalaminya.

 

Saksikan video ini untuk mengetahui lebih jauh

https://youtu.be/uobXy5hdBqI

 

Menurut David Batstone, Pendiri dan Presiden Not For Sale, dorongan untuk kampanye ini berasal dari tayangan perdana Roots mendatang di HISTORYTM Asia, sebuah cerita multifaset, menarik dan emosional tentang kemenangan semangat manusia, tentang identitas, keluarga, martabat dan keberanian – dilihat melalui lensa Amerika era-perbudakan. Perbudakan dalam terminologi sejarah tersebut sudah tidak ada lagi. Namun perbudakan zaman modern sangat banyak di seluruh pelosok dunia.

 

Perbudakan adalah hal buruk yang terus tumbuh dalam kemanusiaan yang harus diberantas. Ada lebih dari 30 juta budak di dunia saat ini, jumlah tertinggi dalam sejarah umat manusia. Laki-laki, perempuan maupun anak-anak dijual di industri yang menghasilkan 150 milyar dolar AS ini, di mana mereka dieksploitasi untuk seks dan sebagai buruh. Perbudakan hadir di hampir setiap rantai pasokan dalam setiap industri saat ini termasuk makanan, elektronik, kendaraan, dan manufaktur pakaian. Membangun kesadaran terhadap masalah mengerikan ini adalah langkah pertama dalam menaklukkannya.

 

“Kami sangat senang bahwa melalui serangkaian terobosan kami, Roots, kami telah ikut membantu membangun dan berpartisipasi dalam kampanye yang difokuskan untuk mendorong perubahan positif. Dengan menjangkau dan mendaftar bantuan dari para mitra industri maupun kontak kami, kami yakin bahwa kami dapat membantu Not For Sale dalam membangun kesadaran yang luas untuk tujuan mulia ini,” kata Prem Kamath, (Wakil Direktur Pelaksana A+E Networks Asia).

 

“Tujuan CNN Freedom Project adalah umenyoroti kengerian perbudakan modern dan para pejuang yang telah mendedikasikan hidup mereka untuk mengakhirinya. Kami senang mendukung kampanye ini untuk membangun kesadaran lebih besar terhadap masalah kritis ini bagi jutaan orang di Asia maupun seluruh dunia,” tambah Tony Maddox, Wakil Presiden Eksekutif dan Direktur Pelaksana CNN International.

 

Gairah untuk belanja online terus meningkat dan memainkan peran kunci dalam kehidupan masyarakat Asia Tenggara. Dengan menggunakan situs-situs e-commerce, kampanye ini mendidik masyarakat tentang produk yang mereka beli dan untuk apa mereka membelinya. Brand-brand dan selebriti meminjamkan nama mereka, orang-orang maupun banyak sumber daya untuk kepentingan ini.

 

Kunjungi buyoutslavery.com untuk mengetahui lebih jauh tentang bagaimana Anda dapat membuat perbedaan terhadap hidup para budak modern ini. Untuk berinteraksi, kunjungi halaman Facebook HISTORYTM Asia (facebook.com/HISTORYasia) atau #BuyOutSlavery.

Roots berdasarkan novel karya Alex Haley pada 1976 yang mengisahkan perjalanan sebuah keluarga dan keinginan mereka untuk bertahan hidup sehingga akhirnya mampu melanjutkan warisan mereka setelah mengalami penderitaan panjang. Serial orisinalnya ditayangkan untuk pemirsa yang luas di Amerika Serikat dan seluruh dunia pada 1977. Dibuat oleh HISTORYTM, serial baru ini menghadirkan para pemain bintang pemenang penghargaan. Serial mini delapan jam ini didistribusikan secara internasional oleh A+E Studios International.

 

Brand dan Selebritis yang menyumbangkan suara dan bisnis mereka untuk kepentingan ini.

Brand yang berpartisipasi

Dari Indonesia: Batik Fractal (batikfractal.com), Holigoli (holigoli.com).

 

Basic Alley (basicalley.com), Billion Bricks (billionbricks.org),  Bloom Room (bloomroom.sg), Brave Chick (bravechick.com), Cred Jewellery (credjewellery.com), Earth Heir (earthheir.com), Flesh Imp (fleshimp.com), Gnome & Bow (gnomenbow.com), Good Cloth (shopgoodcloth.com), Grain (grain.com.sg), Hello Flower (helloflowerssg.com), Kisetsu (kisetsu.co), Major Drop (majordrop.com), Mash Up Collective (mashupcollective.com), Matter Prints (matterprints.com),  My Sister (mysister.org) Naiise (naiise.com),  Orange Harp (orangeharp.com), Pestle Mortar (pestlemortarclothing.com), San Francisco Coffee (sfcoffee.com), SoapLah (soaplah.com), Soule (soule.com.sg), Superlife (superlife.co), Tailor Swift (tailorswift.sg), The Batik Boutique (thebatikboutique.com), The Cathay (facebook.com/CathayLifestyle), The Finders Label (thefinderslabel.com), The Good Shop (thegoodshop.com), The Handmade Republic Company (handmaderepublic.com), Westgate (westgate.com.sg), With Every Bloom (witheverybloom.com) dan masih banyak lagi.

 

Selebritis dan tokoh terkenal yang berpartisipasi

Dari Indonesia: Elvira Devina, Fransisca Odylia, Lukman Sardi, Melanie Subono, Melinda Alfred, Radhini Aprilya, Ria Irawan, Ronal Surapradja, Tike Priatnakusumah, Vonny, Wulan Guritno.

 

Alicia Tan, Amber Chia, Ang Chen Xiang, Anita Kapoor, Azura Zainal, Basti Artadi, Boy Abunda, Choo Soo Wei, Daphne Iking, Davina Goh, Dennis Lau, Desiree Lai, Dina Castro, Ely Buendia, Gerphil Flores, Goh Wee Ping, Hannah Yeoh, Inch Chua, Irene Ang, Jack & Rai, Jake Ejercito, Jamie Dempsey, Jamie Teo, Jamie Yeo, Jemimah Wei, Jeremy Teo, Joey G, Jojo Struys, Josh Lai Lee How, Josiah Ng, Julie Woon, Justin Mott, Kartini Ariffin, Kelly Latimer, Laureen Uy, Low Ngai Yuen, Marc Nelson, May Wan, Megan Tan, Melinda Looi, Meryl Soriano, Michelle Sng, Nadia Heng, Nathan Hartono, Pamela Chong, Patricia K, Patricia Knudsen, Patrick Garcia, Paul Foster, Paula Malai Ali, Persis Shanker, Rave Republic, Reem Shahwa, Rina Omar, Rovilson Fernandez, Sandra Riley Tang, Shelia Sim, Simon Yin, Singyuin Christy Yeoh, The Muttons, Tim Yap, Timothee Yap, Umapagan Ampikaipakan, Uttsada Panichkul (Utt), Vanessa Chong, Velda Tan, Victoria Cheng, Wil Tay, Yuna dan masih banyak lagi.