Published On: Thu, Feb 11th, 2016

Lima Tujuan Pasar Berkembang Populer di Tahun 2015

 

baliJakarta, 11 Februari 2015- Apakah Anda tahu bahwa Denpasar, ibukota Provinsi Bali, Indonesia, adalah destinasi global yang paling diincar pada tahun 2015? Atau Kota Lima, yang memiliki jumlah pengunjung internasional terbanyak di Amerika Selatan tahun lalu?

 

Portal properti global, Lamudi, mengamati kota-kota yang terpopuler bagi investor dan turis di tahun 2015.

 

Lima, Peru

Setelah Kairo, ibukota Peru yang metropolis adalah ibukota terkering nomor dua di dunia. Daerah ini bisa dideskripsikan seperti California Selatan yang dipenuhi oleh Amerika Latina. Kota ini memiliki daya tarik tersendiri yang bisa membuat Anda serasa seperti kembali ke peradaban milenium ribuan tahun lalu. Dengan museum-museum yang mengagumkan, galeri seni abstrak dan kedai kopi yang elegan, selalu ada tempat yang menarik untuk dijelajahi. Klub malam yang ramai dan Crowded nightclubs and kuliner nan lezat adalah keunggulan kota yang sudah 400 tahun dibangun dengan makanan berkualitas tinggi ini.

 

Menurut Statista, Lima memiliki jumlah pengunjung internasional terbanyak tahun 2015, dengan jumlah 4.22 juta orang. Mexico City menduduki peringkat kedua dengan jumlah pengunjung kurang dari 2.82 juta. Bloomberg Market Magazine menyatakan Peru berada di peringkat ketujuh dalam daftar 20 negara terbaik di dunia untuk berinvestasi.

 

 

 

Yangon, Myanmar

McKinsey Global Institute memperkirakan Myanmar dapat menerima sampai dengan US$100bn melalui investasi asing hingga tahun 2030. Hal tersebut jelas terjadi karena negara ini didukung oleh pertumbuhan di kota terbesarnya.

 

Pada 2013, Myanmar masih belum memiliki gerai Starbucks – sebuah deskripsi yang tidak bisa diklaim oleh negara modern yang berkembang cepat. Sejak berakhirnya kediktatoran militer, negara-negara lain di dunia kemudian mendapat kesempatan untuk bekerjasama dengan negara yang baru saja menjadi negara demokrasi ini. Negara ini siap untuk langkah selanjutnya.

 

Rasanya seperti Anda melangkah mundur melalui mesin waktu di Myanmar dengan lebih dari 100 kelompok etnis yang masih setia dengan budaya tradisional mereka. Di sini Anda akan menemukan laki-laki yang mengenakan rok longyi dan wanita yang berdandan dengan make-up tradisional. Untungnya, pengaruh Barat belum menembus cara hidup tradisional mereka. Anda dapat menyusuri Sungai Ayeyarwady di atas kapal dan bersantai di pantai yang masih alami di Teluk Benggala. Tahun 2015, Myanmar menerima 4.68 juta turis, ini menunjukkan peningkatan sebesar 52 persen dari tahun 2014. Sekarang adalah kesempatan Anda!

 

Denpasar, Indonesia

Ibukota Pulau Bali di Indonesia yang ramai dan berkembang dengan cepat, telah menerima banyak perkembangan dalam hal kesejahteraan di pulau ini dalam setengah abad terakhir. Bagian kota ini terlihat sangat kuat dengan hingar-bingarnya yang bisa mempercepat pertumbuhan. Menurut data dari Lamudi Indonesia, trafik pencarian untuk Bali meningkat sepanjang tahun hingga 15%.

 

Sektor pariwisata adalah sektor terbesar keempat dalam bidang ekspor barang dan jasa. Berdasarkan survei World Economic Forum, Indonesia menerima nilai Index Kompetitif Travel dan Turis sebesar 4.04 dan meningkat dari peringkat 70 pada 2014 ke peringkat 50 di 2015.

 

Harga pemukiman di Bali, yang memiliki pemandangan laut dan sawah naik sekitar 15% tahun lalu, menurut data Knight Frank. Perubahan terbaru tentang hukum kepemilikan asing juga merangsang naiknya ketertarikan investor dari Tiongkok dan Singapura pada tahun mendatang.

 

Antananarivo, Madagaskar

Tana, sebagai ibukota Madagaskar dikenal secara lokal sebagai area yang penuh dengan kenikmatan gastronomi. Meskipun restoran-restoran di sini tidak mendapatkan Michelin stars, mereka tetap memiliki kualitas yang sebanding dengan harga terjangkau. Tempat bernaungnya segala kekuatan Malagasi selama berabad-abad ini memiliki sejarah yang kaya untuk dipelajari dan tentu saja dapat menenggelamkan Anda ke dalamnya. Kota ini sangat cocok untuk dikelilingi dengan santai karena udaranya sejuk dan terletak di ketinggian 1,400 mdpl. Bangunan bergaya kolonial yang cantik dibangun di sepanjang jalan terjal dan ini merupakan spot yang diimpikan oleh para fotografer. Tahun 2024, Travel dan Pariwisata diperkirakan dapat membuat 891,000 lapangan pekerjaan baru; sebuah angka yang menunjukkan sekitar 13.6 persen dari total tenaga kerja. Ini setara dengan peningkatan sebesar 2.8 persen per tahun.

 

Dubai, Uni Emirat Arab

Ibukota UEA adalah kota yang sangat berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan sebuah laporan tahun 2015 oleh Badan Travel & Pariwisata Dunia, Uni Emirat Arab menduduki posisi ke 33 dari 184 negara yang Travel dan Pariwisatanya berkontribusi penuh terhadap PDB. Di Uni Emirat Arab, 79 persen kontribusi terhadap PDB adalah dari kegiatan rekreasi dengan 21 persennya dilakukan oleh para pelancong bisnis.

 

Persentase pertumbuhan travel dan pariwisata menyentuh 5.4 persen, diperkirakan lebih tinggi dari rata-rata negara Timur Tengah lainnya yang hanya sebesar 4.5 persen. Statista melaporkan bahwa lebih dari 14 juta orang mengunjungi Dubai pada 2015, membuatnya menjadi yang nomor 4 dengan kategori kota paling sering dikunjungi setelah London, Bangkok, dan Paris. Dubai juga berada di posisi sembilan dalam hal pengeluaran pengunjung internasional dengan besar 11,6 milyar USD pada tahun 2015.