Published On: Thu, Aug 20th, 2015

Masterchef Asia Tayang di Lifetime 3 September

Share This
Tags

 

Tiga Juri MCA S1Lifetime menyatukan 15 koki rumahan dari seluruh Asia pada musim pertama kompetisi memasak regional versi bahasa Inggris Masterchef Asia. Para juri terdiri dari Susur Lee, koki jenius kelahiran Hong Kong, Audra Morrice finalis MasterChef Australia kelahiran Singapura dan Bruno Ménard, koki berbintang 3 Michellin. Dari dapur MasterChef hingga ke lokasi lain dan tantangan di luar negeri, serial sebanyak 15 episode ini akan mengukuhkan satu koki rumahan yang berhasil meraih gelar juara MasterChef Asia pertama.

 

MasterChef Asia tayang di Saluran Lifetime – Big TV Ch 220 (HD) and Ch 221, First Media Ch 359 (HD), Indovision Ch 167 & Transvision Ch 509.

 

PANDUAN EPISODE

 

MasterChef Asia S1: Episode 1

 3 September, Kamis pukul 20.00 WIB

Tayangan perdana MasterChef Asia dimulai dengan kedatangan 15 koki rumahan terbaik di wilayah ini yang akan memulai perjalanan penuh drama dan kegembiraan selama 15 minggu di bawah bimbingan tiga juri kelas dunia kita; Audra Morrice, pengusaha makanan dan mantan kontestan MasterChef Australia, Susur Lee, pemilik restoran dan spesialis fusion, serta chef Bruno Menard, peraih bintang Michellin sebanyak tiga kali. Tantangan pertama? Memasak hidangan yang menunjukkan kepada juri siapa diri mereka.

 

 

MasterChef Asia S1: Episode 2

10 September, Kamis pukul 20.00 WIB

Dalam tantangan pertama MasterChef Asia yang berlangsung di lokasi tertentu, 14 kontestan yang tersisa dibagi dalam dua tim untuk membuat lima jenis makanan kecil untuk 80 tamu VIP di platform observasi terbesar di Asia – Singapura Flyer. Para kontestan berpacu dalam emosi yang tak menentu untuk mengesankan para tamu dan juri dalam tantangan yang dramatis dan mencengkeram. Setiap kontestan didorong hingga sampai batas. Beberapa menangis, beberapa tertawa, beberapa marah, sebagian besar membuat makanan yang lezat, tetapi satu orang harus pulang.

 

MasterChef Asia S1: Episode 3

17 September, Kamis pukul 20.00 WIB

Di MasterChef Asia episode ketiga, 13 kontestan yang tersisa diberikan dua tantangan. Pertama adalah tantangan terkenal Kotak Misteri. Sembilan bahan disediakan dan para kontestan harus membuat hidangan manis atau gurih dari setidaknya salah satu bahan. Pemenang tantangan ini berkesempatan memilih satu dari tiga bahan yang biasanya disajikan dalam sup Asia. Ini adalah keputusan penting yang menentukan bahan utama tersebut dalam tantangan mereka berikutnya – UJIAN PENEMUAN. Lihatlah apa yang akan keluar dari Kotak Misteri dan siapa yang bisa membuat sup paling bercita rasa dalam Ujian Penemuan!

 

MasterChef Asia S1: Episode 4

24 September, Kamis pukul 20.00 WIB

Di MasterChef Asia episode keempat, 12 kontestan yang tersisa disambut oleh juri Audra Morrice, Susur Lee dan Bruno Menard di pusat jajanan terkenal di Singapura, Lau Pas Sat. Tiga dari empat tim harus membuat stan sendiri dan menyiapkan satu dari tiga makanan etnis di Singapura – Malaysia, India dan Cina. Mampukah para koki tersebut menghadirkan cita rasa pada makanan tersebut dan dapatkah mereka membuat orang-orang menyukai apa yang mereka sajikan? Saksikan siapa yang dapat memenangkan hati orang-orang dan siapa yang tidak.

 

TENTANG DAPUR MASTERCHEF ASIA

1) Tatanan galeri MasterChef Asia memiliki banyak kesamaan dengan tatanan galeri MasterChef Australia. Ada panduan gaya untuk beberapa hal seperti workstation, jam dan dapur. Berbeda dengan MasterChef Australia, kami tidak memiliki restoran dan area MasterClass. Material dan panel lantai juga disesuaikan secara lokal.

2) Galeri MasterChef Asia memiliki luas lebih dari 600 meter persegi. Kurang lebih seukuran enam flat HDB berkamar lima di Singapura.

3) Ada 15 workstation, tiga per baris dan para kontestan ditempatkan secara acak di setiap episode.

4) Semua kontestan diwajibkan untuk memakai sepatu koki di dapur MasterChef Asia agar mereka tetap aman di dapur. Di ujung sepatu terdapat baja dan tahan selip. Mereka juga diharuskan untuk memakai celemek ikonik MasterChef dengan bordir nama dan bendera negara mereka.

5) Makanan disajikan per hari dan sayuran disajikan sesering mungkin untuk memastikan selalu segar dengan kualitas terbaik. Kami menggunakan bahan-bahan kualitas terbaik di acara tersebut dan kami berusaha untuk memberikan hanya yang terbaik.

6) Kami sangat sadar tentang pemborosan makanan, begitu pula para kontestan. Ketika ada makanan berlebih, kami menyumbangkan kepada organisasi nirlaba beranggotakan sukarelawan yang menyediakan makanan bagi mereka yang kurang mampu dan membutuhkan.

 

 

PARA JURI

 

Susur Lee

Dari awal yang sederhana sebagai anak magang berusia 16 tahun di Hong Kong hingga perjalananannya sebagai koki selebriti tingkat dunia, Susur tidak pernah menyimpang dari hasratnya: membuat hidangan menggiurkan yang memadukan tekstur dan cita rasa yang harmonis. Menyeimbangkan tradisi masakan Cina dengan teknik klasik masakan Perancis, Susur mengimprovisasi estetika kuliner yang asli dan berani.

Dipuji sebagai satu dari “Sepuluh Koki Milenium” pada tahun 2000 oleh majalah Food & Wine, Susur masih berada di puncak permainannya. Selain memiliki empat restoran di Toronto – Lee, Bent, Luckee dan Lee Kitchen di Bandara Internasional Pearson Toronto serta mengawasi restoran TungLokHeen yang bergengsi di Hotel Michael Singapura, Susur tampil di sejumlah acara televisi dan berkeliling dunia sebagai koki tamu dan konsultan.

Setelah penampilannya di Iron Chef America, ia menjadi sorotan media di Top Chef Masters, di mana ia mengalahkan 20 koki pesaing dan berhadapan dengan pesaingnya dalam konfrontasi dapur (kitchen showdown). Susur juga pernah menjadi juri di acara Chopped Canada di Food Network Canada.

 

Audra Morrice

Audra adalah seorang ibu dan koki yang terkenal sebagai salah satu finalis favorit di MasterChef Australia 2012 yang mampu membuat makanan paling lezat dan konsisten di acara tersebut.

Lahir dari seorang ibu berdarah Cina dan ayah berdarah India, Audra menghabiskan masa pertumbuhannya dalam budaya multikultur Singapura.

Audra lulus dengan gelar Sarjana Seni di bidang Ekonomi dan Bahasa Jepang. Ia menghabiskan sebagian besar karir kerjanya di dunia telekomunikasi di Singapura, Selandia Baru dan Australia. Meskipun memiliki karir yang sangat sukses di dunia telekomunikasi, memenangkan banyak penghargaan di bidang penjualan selama beberapa tahun terakhir, minat Audra tampak jelas pada makanan. Maka ia memutuskan untuk mengejar mimpinya dan berkompetisi di MasterChef.

Saat ini ia menetap di Australia, mengelola bisnis katering yang sukses dan kelas memasak regular di Sydney dan Singapura. Audra juga memiliki acara memasak sendiri di televisi, Tasty Conversations, dan baru saja meluncurkan berbagai produk makanan yang tersedia di Australia dan Singapura. Buku resep masaknya yang ditunggu-tunggu juga akan diluncurkan akhir tahun ini.

 

Bruno Ménard

Bruno lahir di Perancis di keluarga yang memiliki warisan kuliner. Ayahnya adalah pembuat cokelat (chocolatier) dan kakeknya pembuat kue (patissier). Dia menunjukkan minat yang kuat dalam hal memasak sejak kecil, sehingga ayahnya menyarankan dirinya untuk mengambil pekerjaan musim panas di sebuah restoran dekat kota kelahirannya di Tours pada usia 8 tahun.

Bruno pertama kali pergi ke Jepang pada 1995, bekerja di sebuah restoran Perancis yang populer dan pindah ke Osaka pada 1997 untuk mengambil alih restoran Perancis di Hotel Ritz-Carlton. Dia meninggalkan Osaka pada 2001 dan pergi ke AS. Setelah bertugas selama empat tahun di Hotel Ritz-Carlton di Atlanta, dia pindah kembali ke Tokyo pada 2005 untuk memimpin L’Osier.

Sejak Michelin Guide mulai menilai restoran-restoran di Tokyo pada 2007, L’Osler telah menerima tiga bintang (penilaian tertinggi) setiap tahun. Bruno telah mencapai semua itu dengan menyajikan masakan Perancis neoklasik dengan sedikit cita rasa Jepang. Bruno telah menghabiskan waktu 20 tahun membangun beberapa restoran terbaik di Asia dan saat ini mengelola perusahaan konsultasi kuliner kelas atas di Singapura, di mana ia tinggal bersama istrinya.

 

KONTESTAN INDONESIA

Stefan Pratama

Perwakilan: Indonesia

Usia: 25

Pekerjaan: Sales Representative

Sebelumnya Stefan belajar di Singapura dan Amerika Serikat. Kamudian ia mempertimbangkan kemampuan kulinernya dalam masakan New American yang dia jabarkan sebagai masakan Amerika klasik dengan cita rasa Asia. Stefan berharap MasterChef Asia akan menjadi langkah pertamanya menuju sukses dan suatu hari nanti bisa memiliki acara memasak sendiri dan perusahaan makanan beku.

 

Vonny Lestari

Perwakilan: Indonesia

Usia: 20

Pekerjaan: Mahasiswa

Peserta termuda di MasterChef Asia, Vonny saat ini belajar Bisnis Kuliner di universitas. Dia bercita-cita memantapkan dirinya di aspek lain industri tersebut – memasak sebagai chef profesional. Vonny berharap waktu yang dijalaninya dalam kompetisi tersebut akan membantu meningkatkan teknik kulinernya dan memberikan kesempatan dirinya untuk berinteraksi dengan koki rumahan yang berpikiran sama.