Published On: Mon, Jun 12th, 2017

MasterChef Australia S9 Tayang Perdana Senin 19 Juni 2017 pukul 19.00 WIB

Share This
Tags

Kembali ke musim sembilan yang luar biasa pada 2017, MasterChef Australia S9 dihadirkan untuk membuat segalanya lebih besar, lebih bagus dan lebih hebat daripada sebelumnya. Tayangan ini menggabungkan lebih banyak tamu internasional dengan nama besar dan bakat baru yang cemerlang serta berbagai tantangan menarik untuk menciptakan sebuah serial yang benar-benar luar biasa.

Setelah menjelajahi Australia untuk mencari para koki amatir terbaik, orang-orang yang percaya diri dan rendah hati akan memasak berdampingan, menempatkan diri mereka dalam sorotan selama proses audisi dengan tim juri yang ketat. Mereka hanya mencari koki yang paling pantas dan berbakat yang akan menang.

Gary Mehigan, Matt Presto dan George Calombaris kembali membagikan talenta dan wawasan unik mereka kepada sejumlah kontestan baru. Dengan mendorong dan menantang, mereka akan membuat para kontestan untuk memasak lebih cerdas, memperluas kreativitas dan mengatasi berbagai rintangan dengan cara yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Sinopsis Episode

Episode 1: Judge’s Auditions: Day One Senin, 19 Juni pukul 19.00 WIB

Michelle, Pia, Karlie, Benita, Bryan, Samuel, Pete, Ben, Eloise, Ray, Nicole, Josh, Jess, Rashedul, Sam, Diana, Tamara, Benjamin and Callan mencatat rekor sebanyak 20 apron yang diberikan pada hari pertama. Ada 4 tempat tersisa. Emily, Lee, Brandon, Eliza, Arum diminta untuk kembali dan memasak lagi.

Episode 2: Judge’s Auditions: Day Two Senin, 20 Juni pukul 19.00 WIB

Ada 3 apron untuk diperebutkan hari ini. Gary, George dan Matt bergabung dengan juri tamu Maggie Beer. Maggie telah memilih lemon sebagai bahan utama. Para kontestan punya waktu 75 menit untuk memasak hidangan juara. Lee, Sarah dan Eliza memenangkan tempat mereka di 24 besar. Enam kontestan yang tersisa akan bersaing dalam tes tekanan besok untuk apron terakhir yang akan diberikan tahun ini.

Episode 3: Judge’s Auditions: Day Three – Pressure Test Senin, 21 Juni pukul 19.00 WIB

Enam kontestan berjuang untuk memperebutkan apron terakhir. Para kontestan berkumpul untuk tes tekanan pertama. Mereka memasak hidangan yang dirancang hanya untuk mereka oleh ratu hidangan penutup, Anna Polyviou. Hidangan penutup berlapis terlihat dan terdengar seperti petasan serta membutuhkan 76 langkah untuk menyelesaikannya dalam 3 jam. Arum, Emily, Kristina, Brandon, Grace dan Rianna berpacu, namun Arum yang memenangkan apron.

Episode 4: Mystery Box with Elena Duggan Senin, 22 Juni pukul 19.00 WIB

Sebanyak 24 kontestan teratas memasak di dapur MasterChef untuk pertama kalinya. MasterChef 2016, Elena Duggan, bergabung dengan tim juri saat para kontestan menghadapi Kotak Misteri. Bryan membuat kagum tim juri dengan hidangan bergaya cheeseboard yang didekonstruksi bersama Callan, Pia dan Sam yang mendapat pujian. Rashedul, Benjamin, Benita dan Lee berada di posisi 4 terbawah dan harus memasak dalam eliminasi besok.

Episode 5: Hidden Pairs Senin, 23 Juni pukul 19.00 WIB

Matt, George dan Gary mengungkapkan tantangan. Ada 14 bahan yang masing-masing memiliki pasangan bahan tersembunyi. Para kontestan harus memilih bahan pertama tanpa melihat yang tersembunyi, kemudian memasak hidangan istimewa yang menggabungkan kedua bahan tersebut. Keputusan turun kepada pilihan antara Benita, membuat es krim dan Rashedul yang membuat hidangan mangga yang terinspirasi dari masa kanak-kanaknya di Bangladesh.

Episode 6: Mystery Box and Invention Test Home Cooking Week

Senin, 16 Juni pukul 19.00 WIB

Gary mengungkapkan ‘pekan masakan rumahan’ dan semua peralatan spesialis ‘mengunyah’ telah dikunci. Bahan-bahan Kotak Misteri mewakili bahan-bahan gaya rumahan yang mungkin anda temukan di dapur rumah Australia. Tarte Tatin milik Eloise yang ‘mempengaruhi pikiran’ memberinya keuntungan Invention Test yang didambakan. Ia memilih haloumi. ‘Kapur sirih’ Sarah dengan cerutu akar bit haloumi dan wijen berkulit haloumi goreng memenangkan 3 spot teratas. Hidangan hari itu dimenangkan oleh haloumi mint pastry kreasi Eliza. Ray, Lee dan Pete masuk ke tes tekanan besok.

Episode 7: Pressure Test: Keep Up with Gary Senin, 27 Juni pukul 19.00 WIB

Lee, Ray dan Pete harus melakukan yang terbaik dalam tes tekanan hari ini untuk menyelamatkan diri mereka dari eliminasi. Matt, George dan Gary mengungkapkan dalam tes tekanan hari ini, para kontestan harus terus mengikuti Gary. Gary memperkenalkan hidangan itu sebagai ‘Ayam panggang, kacang polong dan kentang’, makan malam panggang rumahan. Pete dipuji, karena pekerjaannya bagus. Sementara Ray dikritik karena fondant kentangnya yang kurang matang dan puding kacang polong yang kurang matang dimasak Lee di bawah ayamnya.

Episode 8: Immunity Challenge: Guest Chef Jarrod Di Blasi Senin, 28 Juni pukul 19.00 WIB

Karlie, Sarah dan Eliza bersaing memperebutkan pin kekebalan pertama di serial ini. Masingmasing diberi waktu 32 menit untuk menyiapkan makanan keluarga yang disajikan untuk empat orang. Shannon Bennet akan menjadi mentor mereka. Mereka bisa memilih apa saja dari dapur, namun tidak diizinkan kembali ke sana begitu mereka pergi ke bangku mereka. Pada Babak Pertama, bok choy Sarah membuatnya unggul dan dia melenggang ke Bab Kedua. Sarah memasak melawan Victorian Young Chef of the Year, Jarrod Di Blasi, dan ia memilih ‘lemari es’ Gary.

Episode 9: Team Challenge at Gardi at Crown Senin, 29 Juni pukul 19.00 WIB

Dua tim kontestan memasak pizza, pasta dan hidangan penutup di restoran Italia, Johnny Di Francesco, di Melbourne untuk 250 orang. Dengan Diana sebagai kapten, tim hijau memasak pizza udang bawang putih dengan cabai dan pizza pancetta plus fettucini serta tiramisu yang telah didekonstruksi. Eloise memimpin tim merah, membuat jamur dan sopressa dan bawang dan pizza taleggio serta menyajikan spaghetti aglio olio dan tiramisu. Tiramisu dekonstruksi kreasi tim hijau memberi mereka kemenangan pada hari itu.

Episode 10: Elimination: Humble Potato/ Masterclass 1

Senin, 30 Juni pukul 19.00 WIB

Sam, Arum, Samuel, Jess, Pia, Benjamin, Eloise, Nicole, Tamara, Josh dan Michelle menghadapi eliminasi. Pada putaran pertama, para kontestan harus membuat hot chip & dip yang sempurna. Juri memuji Arum, Eloise dan Samuel untuk chips yang luar biasa. Namun Michelle, Josh, Jess dan Benjamin harus menghadapi putaran berikutnya. Pada babak kedua, para kontestan harus menjadikan kentang sebagai bahan utama. MasterClass 1, Gary, George dan Matt mengakhiri pekan masakan rumahan bersama seorang MasterClass di Richmond Rowing Club.
TIM JURI

MATT PRESTON, Juri

Jurnalis makanan yang diakui secara internasional, Matt Preston, kembali ke dapur MasterChef Australia untuk mengumpulkan angkatan baru kontestan melalui langkah mereka.

Memikat pemirsa dengan koleksi dasi dan kehadirannya yang hangat di layar, Matt dengan cepat menjadi favorit di televisi ketika MasterChef Australia pertama diputar pada 2009. Ia meraih Graham Kennedy Award untuk Outstanding New Talent di acara TV Week Logie Awards 2010.

Acara penghargaan adalah sesuatu yang sangat akrab dengan Matt. Ia memperoleh banyak penghargaan bergengsi untuk jurnalisme dan kontribusinya dalam memberikan tinjauan, termasuk penghargaan yang sangat didambakan, World’s Best Food Journalist, yang diterima di acara World Food Media Awards 2008. Pada 2013, Matt dilantik menjadi Legends of the Melbourne Food and Wine Festival Hall of Fame atas kontribusinya terhadap industri makanan melalui pendidikan dan komunikasi makanan.

Matt memanfaatkan keahliannya yang sempurna dalam membimbing para kontestan melalui tantangan harian di MasterChef Australia. Ia sekarang menulis kolom mingguan untuk rubrik makanan On Sunday di koran News Corp di seluruh Australia dan terus menjadi kontributor untuk penerbitan makanan dan gaya hidup paling bergengsi di negara ini.

Matt telah menulis empat buku resep terlaris yaitu Matt Preston’s 100 Best Recipes, Fast Fresh and Unbelievably Delicious, Cookbook dan yang terakhir, The Simple Secrets, yang semuanya telah dirilis secara internasional.
GARY MEHIGAN, Juri

Gary menandai dua restoran berbintang Michelin yang paling formatif pada awal karirnya ketika The Connaught Hotel di bawah Michel Bourdan tempat ia bekerja selama empat tahun, dan Le Souffle di The Hyde Park Intercontinental di bawah Peter Kromberg.

Sebelum di MasterChef Australia, Gary mengajar orang Australia untuk memasak di program televisi termasuk Boys Weekend dan Good Chef, Bad Chef. Baru-baru ini, serial makanan dan perjalanannya, Far Flung With Gary Mehigan, menampilkan dirinya melakukan perjalanan melalui India, Vietnam, Laos, Korea Selatan dan Hong Kong sebagai turis makanan yang piawai.

Kekayaan pengalaman dan kebijaksanaan Gary adalah hal yang tak ternilai bagi para kontestan MasterChef Australia. Pertanyaannya yang menohok di bangku dapur sering kali menempatkan mereka ‘melewati weker’. Gary kembali mendorong dan menginspirai para kontestan untuk menjadi yang terbaik yang mereka bisa dan menunjukkan kepada mereka kekayaan pengalaman memasaknya.

Gary telah menulis empat buku masak terlaris yaitu Gary Mehigan’s Comfort Food, Gary Mehigan’s Favourites, Your Place Or Mine dan Cook With Us bersama George Calombaris sesama juri MasterChef Australia.
GEORGE CALOMBARIS, Juri

Pada usia 38, George Calombaris adalah salah satu koki top Australia. Gaya masakannya yang sangat berpengaruh telah memberinya banyak pujian dan penghargaan yang tinggi dari penggemar kuliner di Australia maupun seluruh dunia.

George selalu terpesona oleh makanan. Terinspirasi oleh ibu dan neneknya, George dengan cepat belajar tentang makanan dan memasak. Meskipun lahir dan dibesarkan di Melbourne, warisan Yunani-nya menjadi pusat ketika ia dibesarkan.

Karir George memang luar biasa sejak awal. Ia menyelesaikan magangnya di salah satu hotel berbintang lima di Melbourne, Sofitel. Segera setelahnya, ia memimpin tim koki di restoran Fenix milik Gary Mehigan, rekan juri di MasterChef Australia.

Di acara The Age Good Food Guide (2004), George dianugerahi Young Chef of the Year dan ia segera menjadi koki tamu di banyak program televisi termasuk Ready Steady Cook on Network Ten. Pada 2008, The Age Melbourne Magazine menempatkan George dalam daftar 100 Orang Paling Berpengaruh.

Seiring dengan banyak restorannya, George menemukan waktu untuk menulis sejumlah buku masak termasuk Greek Cookery From The Hellenic Heart, dan dua buku – Your Place or Mine dan Cook With Us – bersama Gary Mehigan, rekan juri MasterChef Australia. Buku masak keenamnya yang berjudul Greek adalah kumpulan 100 resep termasuk satu bab resep dari Mary ibunya.

SHANNON BENNETT, Mentor

Shannon Bennett adalah salah satu koki Australia yang paling dihormati dan ia kembali ke MasterChef Australia tahun ini sebagai mentor tamu, bergabung dengan juri Gary Mehigan, Matt Preston dan George Calombaris.

Shannon berlatih di Grand Hyatt Melbourne kemudian pindah ke Eropa, di mana ia bekerja untuk beberapa koki hebat dunia termasuk Albert Roux, John Burton-Race, Marco Pierre White dan Alain Ducasse. Setelah bertualangan di Eropa, ia kembali ke Melbourne pada 2000. Ia membuka restoran pertamanya, Vue de Monde, ketika baru berusia 24
tahun.

Shannon dengan cepat menarik perhatian berkat pendekatannya yang trendi, dikombinasikan dengan obsesi terhadap masakan klasik. Sebuah perkumpulan kemudian didirikan di kalangan pengunjung resto di Melbourne. Pada 2003, Shannon dianugerahi Australian Gourmet Traveler gelar Best New Talent yang merupakan gelar pertamanya.

Sebagai penulis berbakat, Shannon telah menulis banyak buku termasuk My Vue dan My French Vue, Shannon Bennett’s Paris (panduan pribadi Shannon ke kota favoritnya), Shannon Bennett’s Guide to New York, Shannon Bennett’s Guide to France, Shannon Bennett’s Provence, Cooking All Over the World dan rilis terbarunya, Shannon Bennett’s London.

PARA KONTESTAN

Arum Nixon, 34 tahun, Perencana Strategi Advertising

Setelah memasak sebanyak tiga kali untuk tim juri selama audisi dan mengamankan apron terakhir dalam kompetisi, Arum jelas merasakan tekanan untuk membuktikan dirinya layak masuk dalam Top 24. Namun ia bersemangat menghadapi tantangan ini, karena tantangan adalah sesuatu yang disukai Arum.

Bersama tiga saudaranya, Mark, Charlie dan Wulstan, Arum lahir dan dibesarkan di daerah pedesaan Worcester yang indah di Inggris. Pengalaman memasak pertamanya sama seperti kebanyakan orang, yaitu memasak di rumah bersama orang tuanya. Ibunya memasak makanan untuk keluarga mulai dari nol. Ia secara rutin membuat roti, selai dan selai jeruk, yang menurut Arum masih ada di dapur keluarganya sampai sekarang.

Ben Ungermann, 32 tahun, Manager Ritel

Memiliki warisan Belanda yang kuat, Ben adalah ayah dari tiga anak yang berharap bahwa kecintaan dan gairahya terhadap masakan Eropa akan memberinya peluang untuk membawa piala kemenangan MasterChef pada musim ini.

Lahir dari seorang ibu berdarah Belanda dan ayah berdarah campuran Indonesia-Belanda, Ben mengatakan pengaruh terbesarnya berasal dari keluarga, terutama oma, nenek dari ibunya. Semasa remaja, ia tinggal bersama kakek dan neneknya, menghabiskan waktu siang hari dengan bermain sepak bola bersama opa-nya sambil melihat si oma masak semur dan makanan Belanda yang hangat.

Ben terinspirasi oleh koki seperi Luke Nguyen, Billie McKay, Nick Pinn dan Yuya Kawasaki. Menurut ia, gaya masakannya dapat digambarkan sebagai makanan pedesaan dengan sentuhan mewah. Ben meyakini satu hal, ia akan mengambil setiap kesempatan yang diberikan dalam MasterChef kepadanya sehingga ia bisa maju dalam kompetisi ini.

Benita Orwell, 57 tahun, Staf Ex-Ground

Ketika pindah ke MasterChef House, Benita meninggalkan sejumlah pesan khusus untuk Michael, suaminya, tentang merawat kebun sayur dan tanaman herbal kesayangannya.

Memiliki jiwa seorang Brisbane membuat Benita suka memasak dengan bahan segar dan organik. Ia berharap, suatu hari dapat mengubah rasa cinta itu menjadi tantangan karir.

Sementara ia adalah koki tertua di dapur MastercHef musim ini, Benita tidak akan membiarkan satupun koki muda akan menghalangi jalannya. Dengan menggunakan kebijaksanaan dan pengalaman yang dimiliki, ia berusaha untuk tetap fokus. Ia mengatakan bahwa usia bukanlah penghalang. Para pesaingnya harus mewaspadai dirinya pada musim ini.

Setelah acara MasterChef ini selesai, ia berharap dapat memulai impiannya di bidang kuliner dengan menjadi pemandu acara regular Ladies Long Lunches di Brisbane. Benita mengatakan, ia mendambakan sebuah meja panjang penuh dengan hidangan untuk dibagi serta berdiskusi dengan produsen lokal dan pengunjung resto tentang produksi pangan dan pertumbuhan makanan organik berkelanjutan.

Benjamin Bullock, 27 tahun, Pengacara

Berbeda dengan Eliza, adik perempuannya, Benjamin dibesarkan di Glen Forrest di Perth Hills. Hal ini membuatnya tumbuh dengan memiliki rasa cinta dan menghargai keangsungan produksi pangan dari ayahnya yang seorang petani.

Setelah lulus dari universitas, Benjamin melakukan perjalanan selama satu tahun, termasuk menjelajahi Amerika Serikat dengan mobil van selama tiga bulan bersama sahabatnya. Perjalanan itu membuatnya makin mencintai makanan dengan cita rasa yang unik seperti gaya BBQ selatan yang ia pelajari.

Kedua sahabat tersebut kemudian sampai di Kanada dimana Benjamin bekerja bersama seorang ahli daging Jerman. Ia kemudian berkeliling Eropa serta mengeksplorasi tempat-tempat makan di Prancis, Italia, Yunani dan Jerman. Itu adalah tahun yang besar dalam proses pendewasaan Benjamin. Dengan mencoba dan bereksperimen dengan berbagai gaya hidangan yang berbeda, ia menjadi termotivasi untuk mulai memasak dengan bermacam teknik.

Bryan Zhu, 23, Fotografer

Lahir dan dibesarkan di Sydney, Bryan mengatakan bahwa makanan adalah fokus utama dalam pertumbuhan keluarganya dengan perayaanperayaan seperti ulang tahun dan Tahun Baru Cina yang membutuhkan persiapan makanan ekstra.

Bryan bekerja di bagian depan rumah sebagai kasir dan penjual di toko kue milik orang tuanya di Mascot. Sekarang ia bermimpi untuk melangkah maju guna mewujudkan impiannya di bidang kuliner.

Bagi Bryan, memasak selalu menjadi pemulihan dari stres kehidupan sehari-hari. Ia meyukai saat-saat dimana ia berkreasi membuat hidangan penutup yang kreatif dalam berbagai kesempatan untuk menyajikan hidangan hasil kreasinya dan mengeksplorasi tekstur baru. Menurut ia, piring seperti sebuah kanvas kosong dengan warna dan rasa yang meluap.

Bryan menyebut Janice Wong, Martin Benn, Zachary Tan dan Anna Polyvio sebagai idolanya. Ia berharap bisa mendapat pengalaman bekerja di kafé atau bekerja sama dengan koki pastry setelah mengikuti MasterChef ini.

Callan Smith, 18 tahun, Mahasiswa

Meskipun ia mungkin kontestan termuda di ajang MasterChef pada musim ini, bakat Callan yang terus meningkat tidak bisa diremehkan.

Lahir dan dibesarkan di Sydney, Callan tumbuh bersama orang tua dan adik perempuannya. Keluarganya memiliki toko botol dan bar anggur. Callan mengaku sudah memasak makanan untuk keluarganya sejak lama.

Ketika ia merasa sekolah kadang adalah masa yang sulit, Callan selalu berakhir di dapur, membuat kue dan menujukkan siapa dirinya melalui makanan yani ia buat. Dengan hasratnya untuk memadukan sains dengan masakan sehari-hari, Callan akan menggunakan berbagai bahan yang tidak biasa. Ia rutin membuat hidangan untuk berlatih dan meningkatkan kemampuannya di dapur.

Diana Chan, 29 tahun, Akuntan

Diana berasal dari Malaysia, namun ia mulai menghargai dan mencintai makanan ketika pindah ke Australia pada usia 19 tahun. Ia jatuh cinta pada hasil produk pasar makanan daerah asalnya Melbourne. Diana mengaku tidak pernah tahu bahwa makanan bisa tampak begitu indah serta kelangsungan pangan yang segar dan organik selalu tersedia.

Cinta terhadap makanan itulah yang ia harapkan dapat membantunya mewujudkan impiannya untuk membuka sebuah restoran santai yang segar. Diana terinspirasi dari Sweetgreen dan Dig Inn, tempat yang membuatnya jatuh cinta ketika berlibur di kota New York. Diana menyukai makanan yang terlihat segar, seperti kreasi koki idolanya, Dan Hunter dan Ben Shewry. Koki idolanya yang lain adalah Yotam Ottolenghi, Shane Delia dan Benjamin Cooper.

Sebagai anak termuda dari tiga bersaudara, Diana tumbuh dewasa di Johor Bahru, Malaysia, bersama orang tua yang memasak makanan rumahan tradisional. Ia juga bereksperimen dengan masakan lainnya.

Eliza Wison, 30, Perawat Ruang Operasi

Sebagai perawat di rumah sakit tersibuk di Melbourne, Eliza menghabiskan hari-harinya dengan memantau dan merawat pasien usai menjalani operasi. Namun saat malam, ia memimpikan tentang makanan, memasak untuk pesta-pesta makan malam bagi teman-temannya serta berpikir tentang resep dan cara untuk membuat cita rasa yang baru dan menarik.

Terinspirasi oleh koki rumahan Tamsin Carvan, Scott Pickett, Guy Grossi dan Adrian Richardson, Eliza mengatakan idola terbesar baginya adalah neneknya Jo Jo yang memperkenalkannya pada
dunia makanan sejak kecil.

Tumbuh dewasa dengan keluarga yang erat, Eliza secara rutin berlatih bersama nenek Jo Jo di dapur, yang mengajarkan anak berusia 10 tahun ini cara mengocok saus dan membuat krim untuk hidangan penutup. Eliza suka membantu orang tuanya memasak makan malam untuk keluarganya dan selama bertahun-tahun ia melakukannya. Ia juga senang merencanakan serta menyiapkan makanan seorang diri.

Eliza adalah pribadi yang pantang menyerah, bersemangat, optimis dan selalu menyebar keceriaan. Anak muda ini memasak di dapur dengan gayanya yang modern dan sempurna serta percaya diri dalam berkreasi dengan hidangan yang manis maupun gurih.

Eloise Praino, 32 tahun, Petugas Hukum

Sebagai contoh kegigihan dan ketekunan di dapur MasterChef, Eloise akhirya mampu mencapai 24 besar pada musim ini setelah gagal pada empat musim terdahulu. Eloise selalu berusaha meningkatkan keterampilan memasaknya dan ia bekerja keras untuk mendapatkan tempat pada musim ini. Ia mengatakan, telah meraih sebuah momen penting dalam menentukan masa depannya.

Panutannya di rumah adalah Nonna yang dibantunya menyiapkan makan malam untuk keluarga besar setiap pekan. Menurut Eloise, itu adalah bagian penting dari masa pertumbuhannya, menyiapkan pertemuan keluarga besar musiman, dimana mereka berama-samai membuat passata dan daging asap.

Eloise mengatakan, idola terbesarnya adalah Heston Blumenthal. Ia mengagumi pendekatan kreatif Blumental dalam memasak dan kemampuanya dalam membalikkan keadaan. Eloise menggambarkan dirinya sebagai orang yang mudah penasaran, sehingga ia selalu berkutat di dapur untuk mencari tahu bagaimana cara membuat sesuatu.

Jess Butler, 29 tahun, Perawat

Lahir dan besar di timur Melbourne bersama orang tua dan kakak perempuannya, Jess mengaku sebagai mahasiswa pekerja keras yang mencintai olahraga dan music serta selalu bermimpi menjadi perawat saat dewasa.

Hasratnya pada orang-orang dan merawat orang telah mendominasi kehidupan kerja Jess. Ia mengaku, selelah apapun pada penghujung hari, ia akan bersantai dengan cara memasak. Jess menemukan hiburan dan kedamaian di dapur. Dengan kemampuan dalam membuat hidangan penutup yang gurih, ia menggambarkan gaya memasaknya sebagai sesuatu yang imajinatif dan heboh, dengan fokus pada cita rasa sejati dan segar. Estetika penting bagi Jess dan ia sering kali mencurahkan usaha ekstra dalam mewujudkan hidangan kreasinya.

Makanan mendominasi pikiran koki yang tekun dan fokus ini. Jess mengatakan, dapur dan koki yang menggunakan bahan-bahan lokal dan asli membuatnya kagum. Impiannya adalah suatu hari dapat pindah ke Victoria dan membuka tempat makan ramah lingkungan yang menggunakan produk lokal dan berkelanjutan.

Josh Clearihan, 32 tahun, Administrator TI Senior

Tumbuh dewasa di Gold Coast bersama orang tua yang telah berpisah, membuat Josh menghargai pangan dan proses membuatnya.

Sementara ibunya selalu menyiapkan sesuatu yang ‘kaya’ dan lezat di dapur, ayahnya dan ibu tirinya memilih menjalani hidup sehat, menghindari makanan olahan, memasak sendiri dari hasil kebun dan fokus pada produk lokal.

Josh mengaku, tumbuh dewasa dengan biskuit sehat dan susu kedelai tidak selamanya menyenangkan. Sekarang ia menikmati membuat hidangan yang lezat sekaligus menyehatkan.

Bagi Josh, makanan lebih dari sekedar hidangan, melainkan sebuah cerita dan pengalaman mengenai dari mana makanan itu berasal. Bergabung dalam 24 besar pada musim ini, Josh berharap dapat menginspirasi orang-orang tentang pengalaman edukatif dalam memasak makanan yang baik seumur hidup.

Josh mengatakan, salah satu pengalaman belajar terbaiknya berasal dari MasterClasses yang diadakan oleh MasterChef. Ia menyukai cita rasa masakan Asia yang ‘kaya’ sekaligus ‘ringan’. Ia juga mengakui kemampuannya dalam membuat kue dan makanan penutup masih harus dilatih.

Karlie Verkerk, 26 tahun, Copywriter

Teman-temannya menggambarkan dirinya sebagai orang yang menyenangkan, santai dan periang. Hidangan hasil kreasi Karlie menampilkan sisi yang sangat berbeda. Menyiapkan gebrakan dengan hidangan kreasinya, Karlie lebih suka memasak makanan bercita rasa Oriental yang kuat dan tegas.

Ia suka memasak untuk teman-teman dan keluarganya dan melakukan seperti yang dilakukan Dirk ayahnya di dapur, setelah si ayah memperkenalkannya pada cita rasa yang kuat dan hidangan pedas saat ia kecil. Dirk sering melakukan perjalanan kerja ke Cina sejak Karlie kecil. Hal ini menumbuhkan rasa cinta dan hasrat Karlie terhadap masakan Mandarin dan budaya Cina.

Menggambarkan makanan sebagai ‘bahasa itu sendiri’, Karlie saat ini belajar bahasa Mandarin dan menggambarkan gaya memasaknya sebagai Modern Asian Fusion. Ia menyukai budaya Cina dalam setiap hidangan kreasinya.

Lee Behan, 29 tahun, Manager Perhotelan

Lee, anak laki-laki Irlandia, telah mendengar semua hal di dapur. Sambil memasak kentang mentah, ia mengatakan bahwa kentang hanyalah salah satu bagian dari kemampuannya yang luas.

Kecintaan Lee pada makanan bermula sejak lama. Ia ingat ketika dimarahi ayahnya saat berusia 8 tahun, karena meletakkan sepotong keju di bawah bantal. Meskipun camilan dan makanan ringan favoritnya telah berubah, namun kecintaannya pada makanan tidak pernah berubah.

Lee telah mampu memasak dengan baik sejak usia 14 tahun. Ia mengatakan, ibunya adalah orang yang mengajarinya berbagai keterampilan memasak. Ketika mulai bepergian, ia secara rutin akan menuliskan dan mempraktikkan bermacam resep makanan yang ditemui selama perjalanan.

Michelle Lukman, 19 tahun, Mahasiswa

Sebagai salah satu kontestan termuda pada MasterChef musim ini, Michelle sangat menginginkan gelar Ratu Hidangan Penutup. Ia memukau tim juri pada saat audisi dengan kreasinya Golden Chocolate Ball.

Lahir di Bandung, Indonesia, Michelle berusia 11 tahun ketika bersama orangtua dan adiknya Maureen, pindah ke Melbourne untuk tinggal bersama buyutnya.

Tumbuh dewasa, Michelle gemar memperhatikan bagaimana nenek dan ibunya memasak makanan tradisional Indonesia di dapur. Ia mengaku, kecintaannya memasak sebenarnya telah berkembang ketika ia menyukai hidangan penutup.
Michelle suka membuat kue lapis yang mewah dan menggunakann bermacam jenis coklat untuk membuat hidangan penutup serta makanan manis untuk keluarga dan teman-temannya. Ia mengaku banyak belajar secara otodidak melalui video-video YouTube serta terinspirasi oleh ratu coklat Kirsten Tibballs.

Nicole Stevenson, 24 tahun, Sekretaris Medis

Nicole mengaku ia telah memasak dan membantu keluarganya di dapur sejak lama. Terispirasi oleh keluarganya yang berdarah Belanda, Nicole mengaku ibu dan oma-nya yang mengajarinya cara memasak di dapur.

Kecintaannya pada makanan sehat dan bernutrisi menggerakkan Nicole untuk terus membuat makanan segar dan sehat dengan sepenuh hati di dapur. Ia senang memasak sesuatu yang besar dan penuh cita rasa sesuai dengan masakan kesukaanya yaitu masakan Vietnam, Italia dan Meksiko.

Pete Morgan, 31, Operator Crane

Keren, tenang dan mampu menguasai diri, operator mesin Derek, Pete Morgan, mengatakan pembawaaannya yang santai di dapur seharusnya tidak mengecoh para pesaingnya. Lelaki ini telah banyak menghabiskan waktu di dapur dan ia yakin kemampuan dan keinginan kuatnya dapat membuatnya maju.

Dulu Pete jarang mendapat kesempatan masuk dapur, sehingga ia hanya dapat membayangkan tentang makanan yang bisa ia masak ketika di rumah. Sebagai penggemar acara memasak, Pete akan belajar dan mencari tahu teknik-teknik baru serta mempraktikkannya pada waktu senggang.

Ia menggambarkan gaya memasaknya sangat fokus pada hidangan berbahan daging. Sebagai seorang yang kompetitif, Pete mengaku bangga pada hidangan kreasinya dan tahu bahwa sifat kritisnya dalam bekerja akan membantunya di dapur MasterChef.

Pia Gava, 49 tahun, Petugas Bidang Kontrak

Tumbuh di rumah khas Italia, keluarga Pia merayakan setiap acara dengan gaya kuliner yang hebat. Ia mengaku, aroma masa kecilnya masih tertinggal sampai sekarang. Selalu ada saus pasta yang hangat dan deretan pasta gantung segar di dapur.

Pia mengatakan, kekuatannya di dapur MasterChef Australia bukan hanya latar belakangnya soal makanan Italia, namun juga keahliannya dalam mereplikasi hidangan restoran secara pas. Ia sering makan di luar bersama keluarganya dan terkesan oleh hidangan yang kemudian ia buat racikan dan
metodenya untuk dibuat ulang.

Seorang pecinta traveling, Pia telah menjelajahi Italia, Yunani, Israel, Prancis, Inggris, Singapura dan Hong Kong untuk menikmati masakan di negara-negara ini.

Rashedul Hasan, 35, Direktur Program TI

Tumbuh di ibukota Bangladesh, Dhaka, yang padat dan sibuk, Rashedul mengatakan masa kecilnya penuh keceriaan, menyenangkan dan ramai, karena ia tinggal di kompleks keluarga bersama semua paman, bibi dan sepupunya.

Ia mengatakan kenangan terindahnya adalah keluarga yang datang dari berbagai daerah di Bangladesh untuk merayakan pesta bersama dan menghadiri makan malam keluarga yang jumlahnya sering sampai 100 tamu.

Terinspirasi oleh ayahnya yang suka bereksperimen di dapur, Rashedul mengatakan memasak adalah penghilang stres yang menyenangkan setelah seharian sibuk di kantor. Ia mengagumi koki seperti Curtis Stone, Adam Liaw, Gary Mehigan, Reynold Poernomo dan Tapos Singha.

Menggambarkan dirinya sebagai koki yang suka bereksperimen membuat hidangan penutup, Rashedul merasa paling yakin di dapur saat menyajikan hidangan dan ia mengaku memiliki intuisi yang baik dalam menyeimbangkan rasa. Namun ia mengakui kemampuannya dalam menggunakan pisau dan filleting ikan masih membutuhkan latihan.

Ray Silva, 42 tahun, Dokter

Memasak hidangan yang penuh cita rasa dan kekuatan adalah kebutuhan Ray yang menyukai makanan dengan lapisan dan kedalaman untuk meningkatkan rasa.

Ray mengaku, gairahnya pada makanan dimulai dengan masakan orang tuanya. Ia menyebut kari kepiting buatan ayahnya sebagai makanan terbaik yang pernah ia makan.

Menurut Ray, gairahnya pada kimia organik dan makanan berasal dari ketertarikan pada ketepatan, keterampilan dan kemampuan mengikuti resep secara tepat untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Ray memutuskan untuk memulai pelatihan dokter umum pada 2014 dan sekarang bekerja sebagai dokter umum di sebuah pusat medis di Bondi Junction. Jauh dari obat dan merawat pasien, Ray mengatakan salah satu cintanya yang terbesar adalah makanan. Ia suka mengadakan pesta makan malam untuk teman-teman dan keluarga. Ia juga suka bereksperimen dengan teknik makanan yang berbeda. Ia menggambarkan gaya memasaknya sebagai kontemporer dan idolanya adalah Shannon Bennett, Brent Savage, Ben Shewry dan Martin Benn.

Sam Goodwin, 25 tahun, Koordinator Konstruksi

Semasa kecil, Sam membantu neneknya Joan menyiapkan makan malam keluarga. Ia sering diberi pekerjaan untuk memastikan agar custard tidak memiliki benjolan dan menaruh kacang dengan benar. Sam suka berjalan-jalan ke kebun luas bersama kakeknya Ray, memetik sayuran untuk dimasak untuk makan malam.

Sam mengatakan, makanan selalu menjadi motivator untuk mengadakan perayaan dan acara besar. Keluarga yang erat secara rutin berkumpul untuk menikmati barbeque pada hari Minggu.

Memproklamirkan diri sebagai pecinta ‘hidangan cantik’, Sam mengatakan ia akan senang mendapatkan pengalaman kerja di dapur setelah mengikuti MasterChef Australia. Ia berharap, suatu hari bisa membuka kafe di Ocean Grove yang terinspirasi oleh pengalamannya dan berorientasi pada komunitas yang menyajikan produk lokal.

Sam telah melakukan perjalanan melalui Thailand, Bali dan Vietnam serta mengikuti tur memasak dan menikmati makanan kaki lima yang lugas. Ia juga senang menguji diri sendiri dengan memasak berbagai makanan Asia di rumah. Sam menyebut koki lokal Ben Shewry sebagai salah satu idolanya yang hebat. Terinspirasi oleh para koki yang memiliki gairah terhadap makanan, Sam mengatakan ia menyukai orang-orang yang bisa memicu emosi dan perasaan di dalam dirinya saat makan.

Samuel Whitehead, 26 tahun, Pemilik Kedai di Pasar

Tumbuh di Adelaide Hills, kehidupan awal Samuel penuh dengan petualangan di luar dan semangat komunitas yang kuat. Ini adalah cara hidup yang belum hilang, karena sekarang ia mengelola bisnisnya sendiri yang menjual produk-produk fermentasi di pasar petani setempat.

Samuel gemar mengekspresikan kreativitasnya di dapur. Ia mengidolakan sesama koki rumah Poh Ling Yeow, Maggie Beer dan Simon Bryant untuk mendapatkan inspirasi. Namun menurut Samuel, salah satu idola terbesarnya adalah kakaknya Yasmin, yang bekerja sebagai juru masak di Sunshine Coast.

Menggambarkan dirinya sebagai orang yang kompetitif dan terkadang perfeksionis, Samuel berharap dapat terus mengembangkan bisnis produk fermentasinya, mengadakan lokakarya memasak dan akhirnya membuka kafé makanan musiman di selatan Adelaide usai mengikuti MasterChef Australia. Bekerja hanya dengan menggunakan bahan-bahan lokal, ia ingin membuat hidangan ringan yang lezat sekaligus menyehatkan dan menyenangkan.
Sarah Tiong, 25 tahun, Konsultan Resiko

Sarah terinspirasi oleh koki Ben Shewry, Brent Savage, Clayton Wells, Shannon Bennet dan Sam Miller. Tidak diragukan lagi, koki yang sangat kompetitif ini akan mengarahkan hidungnya ke ‘batu asah’ untuk mendapatkan hasil maksimal dari kesempatan sekali seumur hidup ini.

Lahir dan dibesarkan di Sydney, Sarah selalu terlibat di dapur. Ibunya secara rutin akan mengajarkan resep dan teknik dari masa kecilnya ketika di Malaysia. Ia ingat kemampuannya memasak bermacam makanan terus tumbuh. Ia mengingat aroma unik dari kacang fermentasi, anggur dan jahe saat perut babi diasinkan dan siap dimasak untuk makan malam keluarga.

Memasak untuk teman dan keluarga sejak berusia 15 tahun, Sarah mulai menganggap serius gairahnya dan mengembangkan resepnya sendiri sejak berusia 17 tahun.
Tamara Graffen, 28 tahun, Petugas Teknik

Dikenal karena kecintaannya pada hidangan penutup, gairah Tamara pada masakan Asia berkembang seiring kepindahannya ke Broome.

Ia mengaku mengikuti dan mengagumi koki Darren Purchese dan Maggie Beer serta ingin mengikuti jalan sukses para kontestan MasterChef Australia sebelumnya termasuk Adam Liaw dan Alice Zaslavsky.

Jauh dari dapur, Tamara menyukai fotografi, proyek-proyek DIY dan menjahit. Ia mengaku tertarik menciptakan hal-hal indah serta menyukai dekorasi dan gaya.

Dengan mengikuti MasterChef Australia, Tamara berharap bisa membuka kafe butik dan toko yang menyajikan hidangan penutup dan menawarkan lokakarya kerajinan.
Trent Devincenzo, 27 tahun, Teknisi Sistem

Tumbuh di Sydney barat bersama orang tua dan kakaknya Melissa, Trent sangat menyukai kesehatan dan kebugaran serta menikmati olahraga pada akhir pekan dan berlatih di gym. Seorang fanatik bisbol, Trent mengakui sifat kompetitifnya sering muncul di ruang istirahat. Ia berharap dorongan dan semangat untuk menang akan membantunya di dapur MasterChef Australia.

Seorang koki yang banyak belajar secara otodidak, Trent rutin menonton video online dan acara memasak untuk menyempurnakan keahliannya. Ia mengagumi koki seperti Adriano Zumbo, Luke Nguyen, Matt Moran, Curtis Stone dan Peter Gilmore.

Impian Trent adalah salah satu yang akan menginspirasi semua pecinta makanan dan pantai. Ia berharap bisa memiliki dan mengelola food truck yang akan melakukan perjalanan dari pantai ke pantai sambil berbagi cinta dan gairahnya pada makanan.

Trent menggambarkan gaya masakannya sebagai orang Australia modern dengan penekanan pada masakan Italia. Ketika keluar dari rumah tiga tahun lalu, ia mengarahkan hobinya pada makanan menjadi gairah yang signifikan. Ia mengakui, kekacauannya di dapur dapat memicu komentar lugas dari juri Matt, Gary atau George pada musim ini. Namun ia berharap bisa memikat hati mereka dan menyerap pengetahuan sebanyak mungkin.

MASTERCHEF ASIA SEASON 9 tayang perdana Senin, 19 Juni, jam 20:00 WIB di Saluran Lifetime – Indovision (Ch.167), Top TV (Ch. 167), Big TV HD (Ch.220), First Media HD (Ch.359), Transvision HD (Ch. 313).
 

Tentang Lifetime

Lifetime adalah destinasi hiburan yang menyajikan drama, film dan acara realita berkualitas tinggi serta acara-acara yang meraih penghargaan seperti Orphan Black, Unforgettable, Resurrection, MasterChef Australia serta Dance Moms. Juga film-film orisinal yang mendapat pujian seperti Flowers in the Attic dan Petals on The Wind.

Sebuah jaringan televisi yang dipenuhi gairah dan pemberdayaan, Lifetime mencerminkan spektrum pengalaman wanita modern secara penuh dan lengkap, menyajikan hiburan peringkat teratas dan fokus pada wanita yang mendorong untuk ditonton bersama. Lifetime dinikmati lebih dari 150 juta rumah tangga di 100 wilayah dalam 7 bahasa.

Website: www.LifetimeAsia.com Facebook: LifetimeAsia Twitter: @LifetimeAsia

Tentang A+E Networks Asia

A+E Networks Asia dimiliki oleh A+E Networks, perusahaan konten media global pemenang penghargaan, yang didedikasikan untuk menyajikan beragam lingkungan komunikasi kepada konsumen, mulai dari jaringan TV, websites, video keluarga / DVD hingga software permainan dan terkait dengan pendidikan.

A+E Networks Asia terdiri dari Lifetime, HISTORY, FYI, H2 and Crime & Investigation Network. A+E Networks Asia beroperasi dan mendistribusikan portfolionya di Singapura, Malaysia, Brunei, Hongkong, Makau, Taiwan, Korea, Kamboja, Indonesia, Filipina, Papua Nugini, Palau, Myanmar, Laos dan Thailand.