Published On: Mon, Feb 15th, 2016

Memahami Solusi Cloud “As-A-Service” dan Segala Manfaatnya

Ditulis Oleh Chin Ying Loong, Vice President, Oracle Fusion Middleware, Oracle ASEAN dan SAGE

 

Teknologi cloud telah membuka berbagai ide menarik untuk bisnis start-up, perusahaan kelas menengah ataupun besar. Perusahaan semakin memanfaatkan bentuk teknologi yang paling inovatif dan tercanggih untuk menciptakan model bisnis yang lebih baik serta pengalaman pelanggan yang lebih memuaskan. Dan jangan lupa, pelanggan di era ekonomi digital memaksa perusahaan untuk mengadopsi teknologi baru.

 

Manfaat bisnis dari komputasi cloud sudah terbukti, tapi masih ada banyak kebingungan di antara manajer IT dan manajer bisnis tentang berbagai model komputasi cloud, yakni Software-as-a-Service (SaaS), Platform-as-a-Service (PaaS), dan Infrastructure-as-a-Service (IaaS). Penting bagi perusahaan untuk memahami bagaimana model-model cloud ini memenuhi berbagai kebutuhan IT perusahaan, agar bisa dimanfaatkan sepenuhnya di semua komponen penting, mulai dari perangkat lunak, middleware/database/alat intergrasi, atau pun perangkat keras.

 

Software-as-a-Service mengacu pada perangkat lunak di cloud dan salah satu bentuk teknologi komputasi cloud yang paling awal muncul atau paling pertama diadopsi. Banyak aplikasi bisnis saat ini yang tersedia di cloud dengan model “bayar sesuai penggunaan”, entah itu aplikasi enterprise resource planning (ERP) atau manajemen sumber daya, manajemen hubungan pelanggan, manajemen supply chain, enterprise performance management (EPM) atau aplikasi industri tertentu (telekomunikasi/keuangan, dan lainnya). Dengan mengakses suatu aplikasi di cloud, pegawai dan bagian IT tidak perlu menginstal, memelihara, atau meningkatkan perangkat lunak ini di puluhan atau bahkan ratusan perangkat dan pengguna. Teknologi dapat memudahkan alokasi waktu dan biaya.

 

Platform-as-a-Service adalah cloud untuk tingkat middleware, alat integrasi, dan database. PaaS menawarkan akses ke berbagai layanan, dari middleware ke database, analitik in-memory, mobile, Big Data, proses, dan manajemen dokumen untuk membentuk aplikasi yang terkostumisasi dengan beragam kemampuan. Seperti model as-a-service lainnya, PaaS dapat mengurangi biaya dan kerumitan. Semua kesulitan dan kerepotan dalam proses pembelian, pengintegrasian dan perawatan perangkat lunak, perangkat keras, serta teknologi platform, menjadi tanggung jawab penyedia layanan PaaS. Keuntungannya bukan hanya dalam hal penghematan biaya. PaaS juga mengurangi waktu pengembangan dan penerapan aplikasi, menjadikannya sebagai salah satu teknologi cloud dengan pertumbuhan paling cepat saat ini.

 

Infrastructure-as-a-Service adalah model komputasi yang memberikan layanan komputasi, penyimpanan, dan jaringan di cloud yang berbasis langganan. Teknologi ini memberikan pilihan untuk mengakses kapasitas komputasi dalam bentuk mesin virtual, penyimpanan, dan konektivitas jaringan melalui portal berbasis web yang bertugas sebagai manajemen operasional. Penyedia layanan memiliki dan memelihara infastruktur, serta menyimpannya di pusat data mereka. Infrastruktur ini diukur berdasarkan permintaan, yang menjadikan konsep ini lebih cepat tumbuh, karena perusahaan tidak perlu berinvestasi di infrastruktur IT-nya sendiri.

 

PaaS vs IaaS

Sering sekali ada kebingungan antara IaaS dan PaaS. Sebagian besar perusahaan tidak mengerti bahwa dua model ini ditujukan untuk kebutuhan perusahaan yang berbeda. IaaS itu memberikan akses ke perangkat keras, seperti kekuatan komputasi, server, layanan jaringan, dan penyimpanan yang dibayar sesuai penggunaan.

 

PaaS adalah platform yang dipasang di atas lapisan perangkat keras, dan vendor terdepan di model ini adalah Oracle. Kekuatan PaaS terlihat dalam hal mengembangkan, menerapkan, mengatur, dan memperluas aplikasi SaaS. Tim pengembangan aplikasi bisa menggunakan arsitektur, utilitas, dan produk yang sudah dikenal, termasuk IDEs atau Integrated Development Environments – dan kemudian menerapkan aplikasinya secara on-premise atau di cloud publik. Mendapatkan ide baru dan membangun aplikasi untuk mendukungnya bisa dilakukan dengan lebih cepat dan dengan risiko yang lebih rendah.

 

PaaS sebagai model cloud yang paling cepat tumbuh

Gartner memprediksikan bahwa pasar PaaS akan mencapai 1,8 juta dollar di tahun 2015 dan pendapatan 2.9 miliar dollar di seluruh dunia di tahun 2016. Perusahaan mencari layanan platform yang memungkinkan mereka untuk menciptakan dan menerapkan aplikasi dengan cepat, dengan kemampuan untuk mengintegrasi data serta proses di antara sistem cloud dan sistem on-premise dengan lebih mudah. Mereka ingin memiliki aplikasi bisnis yang lebih dinamis dan bisa menyatukan kemampuan mobile, analitik, serta sosial.

 

Akan lebih efisien dan kuat jika kemampuan-kemampuan ini dibangun di dalam PaaS, agar mereka bisa dimanfaatkan dan dibagi ke banyak aplikasi. Komputasi mobile adalah contoh yang bagus. Mendukung tenaga kerja yang mobile membutuhkan kemampuan untuk mengakomodasi berbagai perangkat, platform pengembangan, dan standar. Memiliki platform PaaS untuk mengatur banyak platform mobile dan perangkat dapat memudahkan tugas IT dalam hal integrasi, keamanan, dan inter-operasional. Dalam beberapa kasus, lebih mudah memindahkan aplikasi bisnis ke cloud di mana Anda bisa menggunakan aspek mobile, sosial, dan kolaboratif dari platform PaaS, kemudian menciptakan layanan aplikasi baru dari nol.

 

Selagi kita berjalan menuju ke dunia ekonomi yang penuh aplikasi, PaaS akan jadi semakin penting untuk bisnis guna memastikan waktu go-to-market yang lebih cepat dan hubungan yang lebih baik dengan pegawai serta pelanggan. PaaS menjadi pilihan yang semakin dikenal oleh perusahaan yang mencari solusi lebih lincah untuk mengembangkan, menguji, dan menerapkan aplikasi.

 

 

Chin-Ying-Loong-VP-OFM-ASEAN-OracleProfil penulis:

Chin Ying Loong menjabat sebagai Vice President, Oracle Fusion Middleware Sales untuk Oracle ASEAN dan SAGE. Di perannya saat ini, Ying Loong bertanggungjawab untuk bagian penjualan solusi Oracle Fusion Middleware di Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, Filipina, Vietnam, Pakistan, Sri Lanka, Bangladesh, Brunei, dan Maladewa. Ying Loong bergabung ke Oracle tahun 2008, dan memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman di industri IT. Ia mendapatkan gelar S1 di jurusan Administrasi Bisnis dari National University of Singapore.