Published On: Sun, Jan 17th, 2016

Menag: Kebersamaan dalam Kebhinekaan Itu Niscaya

323211Jakarta, 17 Januari 2016- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa bangsa Indonesia itu kaya akan  kebhinekaan atau keragaman. Oleh para pendiri bangsa, keragaman itu dibingkai dalam Bhineka Tunggal Ika.

“Kebersamaan seluruh elemen masyarakat Indonesia yang terbingkai oleh Bhineka Tunggal Ika merupakan sesuatu yang niscaya,” tegas Menag usai menghadiri Apel Kebhinekaan Lintas Iman Bela Negara yang diselenggarakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (17/01).

Menurutnya, Apel Kebhinekaan yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dilaksanakan tidak hanya semata terkait peristiwa di Jalan Thamrin beberapa hari lalu. Lebih dari itu, apel ini merupakan upaya bersama dalam membangun kembali komitmen nyata, bahwa kemajemukan ini harus tetap dirawat dan terpilihara, karena bangsa ini realitasnya seperti itu.

“Seluruh elemen masyarakat Indonesia harus bisa mempertahankan kemerdekaan dan ideologi Negara,”  tegasnya. Apel ini dihadiri Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi, Ketua Umum PBNUKH Said Aqil Siradj, Ketua Majelis PGI, KWI, Walubi, PHDI, Matakin, serta ratusan masyarakat  lintas iman dari beragam suku, etnis, dan budaya.

Menag mengimbau dan mengajak tokoh-tokoh dan majelis-majelis agama agar dapat menyampaikan pesan-pesan agama sesuai esensi dan substansi dari agama itu sendiri. Menurutnya,  hakekat agama adalah bagaimana memanusiakan manusia bukan sebaliknya. “Pesan  semua agama  hakikatnya untuk manusia itu sendiri, dalam mengangkat harkat dan martabat manusia yang berkualitas,” paparnya.

Menag meyakini bahwa tantangan  ke depan akan semakin serius sehingga dibutuhkan komitmen yang lebih kuat dari seluruh elemen bangsa, khususnya dari lintas agama. Menurutnya, agama memiliki kekuatan yang sangat besar dalam menjaga, memeilihara, dan merawat paham keagamaan bangsa kita, paham yang menebarkan kasih sayang dan menebarkan perdamaian.

Menag juga minta agar  generasi muda dapat menjaga idelogi bangsa, tidak mudah terpecah belah, apalagi disusupi pemahaman yang bertentangan dengan ideologi bangsa. “Hindari sifat radikalisme, terorisme dan narkoba. Jaga bangsa ini dengan mengisi hal-hal berkualitas dalam memajukan bangsa,” pesannya.(Rd/mkd/mkd)

 

sumber: Portal Kemenag