Published On: Tue, Oct 18th, 2016

Menemukan Kembali Pabrik Penemuan Edison dengan Big Data

Babar Jan-HaleemDitulis oleh: Babar Jan-Haleem, Direktur Oracle APAC – Tim Spesialis Big Data & Analytics Solution

Di luar sana terdapat data dalam jumlah yang besar, dan banyak perusahaan berusaha menggali nilai ekonomi dari data tersebut. Bahkan perusahaan-perusahaan yang berpandangan ke depan telah mencoba menggali insight dari big data selama bertahun-tahun, dan bahkan puluhan tahun lamanya.

Ini adalah evolusi yang berkelanjutan, sebuah perjalanan yang didorong oleh pertumbuhan data. Kecepatan dan variasi data sendiri juga meningkat. Meskipun data yang terstruktur dengan rapi, akurat, dan tervalidasi yang dikumpulkan dari transaksi bisnis dan sejenisnya sudah tersedia di data mart & data warehouse yang lebih umum, perusahaan juga seringkali mengumpulkan data mentah dari sumber-sumber lain, yang dihasilkan oleh benda, orang, atau proses.

Banyak contoh dari perusahaan yang sangat sukses seperti Airbnb dan Uber yang mengambil nilai bisnis inti mereka dari data dan jaringan tanpa memiliki aset fisik. Sebelumnya, naik taksi berarti Anda harus berdiri di pinggir jalan, memberitahukan tujuan Anda kepada supir, lantas membayar dengan uang tunai. Tidak ada data. Namun kini, Anda memakai aplikasi, melacak rute via GPS, membayar dengan kartu kredit, lantas memberikan penilaian sopir di media sosial – dan sopir juga dapat menilai Anda sebagai penumpang. Empat jenis data yang dibuat hanya dari satu kegiatan. Volume besar dari data mentah yang tak terstruktur ini berada di kolam data, dan pengguna big data terus mencari metode-metode baru untuk menggali nilai ekonomis.

Seiring dengan evolusi teknologi, bersama dengan para pelopor yang masih jauh dalam perjalanan pemanfaatan data ini, perusahaan lain berada dalam tahap perjalanan yang berbeda. Yang lainnya telah mengambil langkah pertama. Mereka tahu mereka harus memulainya, dan memahami bahwa data merupakan aset perusahaan yang berharga. Hal ini seperti memilah-milah tumpukan koran dan majalah tua yang disimpan di garasi. Berdiri di depan gundukan barang yang belum disortir selalu menakutkan. Namun besarnya tantangan yang ada adalah persepsi pasar, bukan realitas teknis.

Perusahaan lain tampaknya menjumpai hambatan. Dengan sumber daya komputasi sudah pada kapasitasnya, bisnis percaya bahwa mereka perlu membeli infrastruktur, penyimpanan, dan daya komputasi tambahan, serta menemukan seorang ilmuwan data di luar spesialis IT yang sudah ada. Bahkan dengan kesadaran yang tinggi inipun, perusahaan masih membuang data karena mereka tidak memiliki alat dan teknologi yang tepat. Kenyataannya adalah bahwa alat dan teknologi sudah tersedia untuk mendukung perjalanan big data apapun jika Anda tahu di mana mencarinya.

Big Data & Cloud: Perpaduan yang Sempurna

Apa yang baru dalam hal ini adalah aksesibilitas yang lebih luas dari alat-alat ini di cloud. Cloud computing berarti bahwa sumber daya infrastruktur langsung bisa diakses, dan ketika sumber daya cloud berwujud sebagai laboratorium big data, maka solusi yang ideal sudah berada di tempatnya. Sekarang, lingkungan big data dapat digunakan hanya dalam hitungan hari untuk menangani beragam jenis data tanpa konfigurasi yang panjang, tersedia sebagai lingkungan pre-built yang bisa digunakan orang dengan mudah. Yang dibutuhkan hanyalah penyerahkan kunci ke pelaku bisnis – bukan ke seorang ilmuwan data.

Dengan solusi terbaik, pengguna tidak perlu khawatir mengenai mekanisme detail yang terjadi di belakang layar. Pengguna juga memiliki sumber daya elastis yang bisa dikembangkan sesuai kebutuhan yang mendesak. Pengguna bisa memusatkan perhatian mereka pada satu panel kaca yang mengkoordinasikan proses analisis dan yang paling terpenting, berfokus pada bisnis mereka alih-alih pada teknologi dan infratruktur. Semua ini penting untuk mendapatkan value cepat dari data.

Awal mula perjalanan

Itulah yang kita sebut Data Lab, dan ini tersedia dari Oracle di Oracle Cloud. Dalam lingkungan cloud, big data bukanlah satu produk melainkan portofolio teknologi yang secara transparan menghubungkan beragam set data ke dalam wawasan bisnis. Perjalanan penemuan big data dipandu oleh integrasi sumber-sumber data yang memungkinkan visualisasi dengan cara yang masuk akal bagi pelaku bisnis. Tetapi di atas dan di luar itu, ini adalah lingkungan yang memungkinkan Anda bereksperimen dan bekerja dengan cepat melalui proses eliminasi.

Ini adalah titik balik yang sangat mirip dengan pabrik penemuan Edison pada tahun 1876 di mana ia bersumpah untuk melakukan evolusi kecil setiap enam minggu dan penemuan besar setiap enam bulan 1. Dia akhirnya mencapai tujuannya, memproduksi banyak penemuan yang membentuk dunia modern, termasuk bola lampu yang kita kenal sekarang dan andalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Lab inovasi yang modern memicu analisis yang menyenangkan dan kreatif serta mampu mengukur dan menghubungkan ke bisnis Anda. Berhubung datanya benar, maka jawaban akhirnyapun seharusnya juga benar. Namun tidak ada titik awal resmi dan tidak ada garis akhir. Tidak apa-apa jika hanya  memiliki kompas sederhana untuk menunjukkan arah umum. Pertanyaan pertama mungkin bukan pertanyaan yang tepat, dan Anda akan menemukan lebih banyak pertanyaan di masa depan. Trial and error diperbolehkan. Namun untuk memulai perjalanan dan hanya menggunakannya, untuk menemukan korelasi dan jawaban yang tepat untuk bisnis Anda, dan memberitahu Anda langkah Anda selanjutnya.

Jajaran manajer bisnis bekerja sama dengan ilmuwan data     

Pendekatan ini untuk big data sangat menyegarkan, karena baik bagi pelaku maupun ilmuwan data dapat menggunakan Data Lab, membawanya ke dalam arus utama dan mengintegrasikannya dengan perencanaan perusahaan dan pelaksanaan bisnis.

Benar, analis data memiliki peranan penting dalam menetapkan strategi perusahaan, tapi sekarang meluas ke pemfasilitasan eksperimen big data di tingkat departemen seperti keuangan dan pemasaran. Analis data dan jajaran pelaku bisnis bersatu sebagai pemain kuat untuk menemukan cara-cara baru guna mengatasi tantangan, berinovasi bagaimana perusahaan melakukan bisnis, dan mencari aliran pendapatan baru. Faktanya, ukuran kesuksesan sejati adalah berapa banyak Citizen Data Scientist yang bisa dibuat.

Proyek data berkontribusi pada keunggulan kompetitif perusahaan dengan menambahkan nilai pada produk yang sudah ada, meningkatkan proses, dan membantu menciptakan produk baru. Menggunakan data yang dikumpulkan dari interaksi pelanggan dapat dimanfaatkan untuk lebih terlibat dengan pelanggan, meningkatkan pendapatan, dan meningkatkan loyalitas serta kepuasan pelanggan. Dan sistem yang tepat harus dapat ditingkatkan untuk mendukung portofolio besar proyek data.

Aman dan berperforma

Dengan begitu banyak data yang disimpan dan secara aktif diproses, salah satu kekhawatiran tambahan adalah dari segi keamanan. Perusahaan berusaha keras untuk mengamankan aset data inti mereka dalam on-premise IT, dan bertanya-tanya apakah keamanan cloud cocok dengan standar mereka. Namun kenyataannya adalah bahwa untuk sebuah organisasi terutama yang terlibat di bidang keuangan atau perdagangan, fokusnya adalah selalu pada bisnis inti mereka, bukan TI. Penyedia cloud seperti Oracle memiliki sejarah panjang dalam menyediakan pengembangan sistem perusahaan IT dan spesialisi dalam keamanan, dengan tim besar yang didedikasikan untuk memastikan seluruh lingkungan komputasi aman, dari mulai batas luar data center hingga keseluruhan tiga lapisan rak – software, middleware dan hardware.

Selain itu, kekhawatiran tentang lokasi fisik data di cloud juga dapat disingkirkan. Analisa big data bisa mengambil alih penyimpanan data yang terdistribusi, seringkali dekat dengan tempat pengumpulan, dengan pengolahan yang dilakukan secara lokal, tergantung pada jenis datanya.

Menurut Forrester, sebuah perusahaan riset independen terkemuka, gudang data perusahaan sekarang berkembang melampaui penyimpanan dan pegiriman data tradisional dengan skala, kinerja, dan inovasi yang membedakan para pemimpin. Oracle saat ini adalah vendor pemimpin dalam kategori tersebut di The Forrester Wave ™: Enterprise Data Warehouse, Q4 2015. Lebih lanjut lagi, Oracle berada di peringkat unggulan dalam kategori strategi di laporan yang sama.2

Sebuah bentuk baru dari modal

Tidak peduli seberapa besar ukuran sebuah perusahaan, sektor bisnis atau lokasi geografis, membuat keputusan tanpa seperangkat data adalah seperti menembak dalam kegelapan dan berharap Anda mengenai target. Data harus diperlakukan sebagai bentuk baru dari modal, untuk diinvestasikan di seluruh perusahaan guna keuntungan kompetitif. Dan ruang lingkupnya harus mencakup data di luar sumber-sumber tradisional dan format.

Suka atau tidak, setiap perusahaan akan dipengaruhi oleh revolusi big data. Satu-satunya pertanyaan adalah apakah Anda ingin hanya mengandalkan gudang data tradisional untuk mendapatkan jawaban parsial untuk pertanyaan parsial, atau proaktif memperpanjang untuk memanfaatkan nilai dari semua data Anda.

Kemungkinan besar jawaban Anda adalah yang terakhir!

 

[1] The Forrester Wave™: Enterprise Data Warehouse, Q4 2015