Published On: Tue, Jan 20th, 2015

Mengapa CIO Perlu Memperhatikan Windows Server 2003 End of Support?

Share This
Tags

microsoft-aries-triwahyudiOleh: Aries Triwahyudi, Business Group Head, Cloud and Enterprise Group, Microsoft Indonesia

Dalam artikel ini, Microsoft ingin meluruskan beberapa kesalahpahaman perusahaan ketika melakukan upgrade dari Windows Server 2003, serta menyoroti empat alasan utama mengapa perusahaan perlu mulai merencanakan proses migrasi sekarang sebelum terlambat.

Apakah Anda ingin memasuki sebuah lift tua yang masih berfungsi tetapi tidak lagi memperoleh dukungan perawatan dari produsen? Itulah pertanyaan yang sebaiknya ditanyakan oleh para CIO kepada dirinya sendiri ketika melihat persediaan Teknologi Informasi yang telah usang tapi masih bekerja.

Microsoft akan secara resmi mengakhiri perpanjangan dukungan untuk Windows Server 2003 pada tanggal 14 Juli 2015. Hal ini berarti Microsoft akan berhenti memberikan dukungan untuk memperbaiki kerentanan keamanan atau kerusakan yang baru ditemukan pada kode. Tindakan ini mirip dengan Windows XP ketika perpanjangan dukungannya berakhir pada bulan April awal tahun 2014. Meskipun begitu, yang berbeda adalah proses upgrade dari Windows XP harus menghadapi tantangan migrasi aplikasi, sedangkan migrasi dari Windows Server 2003 membutuhkan waktu yang lebih lama, terencana dengan proses yang kompleks.

Banyak CIO dan manajer pusat data yang bertanya pada diri sendiri: Apa urgensinya bermigrasi dari Windows Server 2003 jika saat ini server-nya bekerja dengan baik? Mengapa untuk bermigrasi dikenakan biaya tambahan, menghabiskan jam kerja yang berharga, dengan kemungkinan sistem mengalami resiko downtime untuk meng-upgrade sesuatu yang berfungsi dengan baik?

Tidak heran, banyak CIO di Asia Pasifik yang kami ajak bicara masih menggunakan Windows Server 2003 terus bekerja dengan gagasan bahwa mereka kebal terhadap risiko keamanan dan masalah legal. Kebanyakan dari mereka juga yakin bahwa data dan aplikasi yang tersimpan pada server tersebut masih dapat melayani dunia mobile-first dan cloud-first yang kita jalani saat ini. Bahkan, banyak pemimpin bisnis yang percaya bahwa mereka dapat menghemat uang dengan tidak berinvestasi untuk meng-upgrade server mereka.

Rata-rata migrasi Windows Server membutuhkan waktu sekitar 200 hari hingga tuntas. Dengan kurang dari 250 hari sebelum Microsoft mengakhiri dukungan perpanjangan untuk Windows Server 2003, saat ini adalah waktunya untuk mulai merencanakan migrasi sebelum terlambat.

 

Kesalahpahaman Semakin Meningkat

Berikut adalah beberapa kesalahpahaman umum yang kita dengar dari CIO dan manajer pusat data di Asia Pasifik:
1. Kepatuhan pada hukum (Compliance)

Kesalahpahaman umum: “Kepatuhan pada hukum tidak penting bagi bisnis saya”

Faktanya: Tanpa dukungan untuk server, perusahaan menanggung risiko dengan tidak mengikuti standar peraturan terbaru. Hal ini sangat penting bagi industri-industri seperti jasa keuangan dan kesehatan. Misalnya, kurangnya kepatuhan dari industri kartu pembayaran (Payment Card Industry/ PCI) dapat mengakibatkan ketidakmampuan untuk memberikan pilihan pembayaran kartu kredit.

Manfaat migrasi: Kemampuan memenuhi standar peraturan terbaru dapat membantu perusahaan menghindari denda atau dalam beberapa kasus, menghindari pemotongan biaya oleh mitra yang ingin melindungi standar kepatuhan mereka sendiri.
2. Keamanan (Security)

Kesalahpahaman umum: “Saya tidak pernah punya masalah keamanan hingga saat ini, dan saya meragukan hal tersebut akan terjadi dalam waktu dekat”

Faktanya: Menimbang bahwa Microsoft merilis lebih dari 30 update penting untuk Windows Server 2003 hanya pada tahun 2013, masalah keamanan berkemungkinan menjadi risiko utama bagi perusahaan yang masih menjalankan sistem server yang telah berusia 11 tahun ketika Microsoft berhenti menyediakan dukungan untuk memperbaiki berbagai potensi kerentanan.

Manfaat migrasi: Tidak harus khawatir tentang keamanan server berarti bisnis dapat terus berjalan secara optimal tanpa downtime.

3. Biaya (Costs)

Kesalahpahaman umum: “Migrasi server yang terlalu mahal”

Faktanya: Meskipun upgrade server dapat menghabiskan biaya yang besar, faktanya adalah, bertahan tanpa migrasi dari Windows Server 2003 mungkin lebih mahal dalam jangka panjang. Dalam banyak kasus, lebih banyak sumber daya yang harus diberikan untuk mendukung server usang (misalnya, untuk membeli firewall tambahan atau segmentasi jaringan) atau mencari berbagai solusi. Ada juga biaya tambahan audit reguler yang diperlukan untuk menjalankan perangkat lunak usang dan biaya audit ini dapat menghabiskan biaya yang besar. Perjanjian dukungan pelanggan yang biasanya melibatkan jumlah sebesar 6 atau 7-angka untuk perpanjangan dukungan hanya dapat memberikan Anda sedikit waktu yang lebih panjang.

Manfaat migrasi: Bertentangan dengan apa yang dipikirkan oleh kebanyakan orang, bermigrasi ke server OS terbaru dapat memberikan lebih banyak penghematan biaya dalam jangka panjang. Sebuah penelitian Forrester menunjukkan bahwa pelanggan yang telah melakukan upgrade terbaru ke Windows Server 2012 R2 (baik dari Windows Server 2008 maupun 2012) membutuhkan periode payback selama enam bulan dan penyesuaian resiko 3 tahun atas ROI (return on investment) untuk organisasi berjumlah 15.000 karyawan.

4. Nilai Kompetitif (Competitive Edge)

Kesalahpahaman umum: “Saya tidak membutuhkan fitur terbaru seperti teknologi awan (cloud) untuk bisnis saya”

Faktanya: Sebuah sistem operasi berumur satu dekade seperti Windows Server 2003 tidak diciptakan untuk mendukung dunia mobile-first, cloud-first saat ini. Dengan demikian, tidak memungkinkan untuk mendukung kebutuhan bisnis terbaru secara optimal seperti penyebaran awan, mobilitas dan Bawa Perangkat Sendiri (BYOD).

Manfaat migrasi: Kelincahan yang didapatkan dari kemampuan untuk menyebarkan fitur terbaru dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan penggunalah yang menjadikan organisasi unggul atas pesaingnya.

Sama seperti bagaimana kebanyakan orang takut mengunjungi dokter gigi, tidak dapat disangkal bahwa migrasi server cukup menantang dan menakutkan bagi banyak organisasi. Namun, perusahaan memiliki peluang-peluang untuk menilai kembali strategi server mereka untuk memastikan bahwa mereka terus unggul dalam persaingan.

Waktu hampir habis bagi para CIO untuk bermigrasi ke infrastruktur awan modern yang telah dioptimalkan. Dengan perencanaan dan alat yang tepat (misalnya, perangkat lunak AppZero yang dapat membantu untuk mengotomatisasi proses migrasi), perjalanan upgrade dari Windows Server 2003 dapat menjadi tidak menyakitkan dan menguntungkan bagi perusahaan.

*****
Tentang Microsoft
Didirikan pada tahun 1975, Microsoft (Nasdaq “MSFT”) adalah pemimpin di dunia peranti lunak, perangkat dan layanan, dan solusi teknologi yang membantu masyarakat dan bisnis mewujudkan potensi mereka.