Published On: Mon, Nov 9th, 2015

Mengapa Jawa Timur Menarik bagi Perusahaan Besar?

shutterstock_105970766JAKARTA, 9 November 2015– Dengan persaingan ketat secara regional, Indonesia membentang ke depan dalam perlombaan untuk menarik perhatian perusahaan-perusahaan besar. Tidak lagi hanya ibukota Jakarta yang
menangkap perhatian baik dari bisnis lokal maupun internasional.

Saat Ini tidak cukup untuk menawarkan tenaga kerja murah dan berpendidikan. Hal ini dapat dirasakan dalam gelombang bisnis baru yang membuka kawasan ekonomi terbesar kedua di Indonesia, Jawa Timur. Sebagian besar dari PDB Jawa Timur dihasilkan di sektor perdagangan dan perhotelan (30 persen). Telah ada peningkatan besar dalam pariwisata dan ini memiliki efek knock-on pada ekonomi lokal.

Managing Director Lamudi Indonesia, Mr. Steven Ghoos menjelaskan, “Saat ini, Jawa Timur semakin berkembang. Ada peluang bagi para pedagang tunggal dan juga untuk perusahaan multinasional besar. Harga properti tetap kompetitif, sebagaimana perusahaan-perusahaan terkenal dunia berinvestasi di Jawa Timur untuk mendapatkan keuntungan dari potensi besar yang belum tersentuh.”

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo memiliki ambisi yang kuat untuk menmbangun ekonomi daerah yang dipimpinnya. Provinsi Jawa Timur terdiri dari 287 pulau, berbatasan dengan Laut Jawa, Samudera Hindia, dan Selat Bali, yang dalam waktu dekat dapat mengungguli ibukota Jakarta apabila fokus untuk pembangunan wilayah tersebut.

Investor-investor asing yang ternama telah mulai melihat peluang-peluang besar yang ditawarkan Jawa Timur. Sampai saat ini, Nestle, Samsung, Philips dan Unilever telah berinvestasi di Jawa Timur. Singapura, Belanda dan
Inggris memiliki investasi asing langsung (FDI) tertinggi di wilayah ini.

Akses Jawa Timur untuk koridor maritim yang disebutkan di atas memberikan rute perdagangan yang lancar dengan Malaysia dan Singapura; lokasinya yang strategis mendorong perusahaan-perusahaan yang berbasis di negara-negara tetangga untuk memusatkan perhatian mereka pada Jawa Timur

Juga tengah dalam tahap perencanaan adalah proyek infrastruktur yang signifikan, termasuk: bandara baru, kereta api dan pelabuhan. Jalur-jalur baru ini akan menjadikan Jawa Timur sebagai area yang menguntungkan untuk melakukan bisnis. Pembangunan-pembangunan ditambah dengan proses perizinan investasi baru, yang meniru sistem Singapura, akan menjadi dorongan besar untuk daerah tersebut.

Sejumlah kawasan industri telah didirikan di Surabaya, seperti pusat-pusat komersial, izin real estate dapat diperoleh dalam proses yang lebih efisien, memungkinkan investor asing untuk menyewa tanah dan gudang.

Data terkini dari website Lamudi Indonesia menunjukkan Surabaya menduduki posisi sebagai wilayah paling populer dan banyak dicari untuk properti komersial. Dengan harga beli rata-rata Rp. 16 juta rupiah per meter persegi dan sewa Rp. 550.000 per meter persegi per tahun, Surabaya adalah wilayah berpotensi tinggi untuk bisnis dengan area favorit antara lain Darmo, Mayjend Sungkono dan HR Muhammad. [r]