Published On: Thu, Jun 9th, 2016

Mengelilingi Dunia Dalam Waktu 553 Hari, Cerita Tentang Portal Properti Global

Paul Hermann 2014Jakarta, 09 Juni 2016- Belum lama ini, di Bangkok, Thailand,  telah diadakan acara Property Portal Watch Conference, event yang diadakan oleh Property Portal Watch (PPW) tersebut mengundang berbagai founders portal property premium, di sana mereka bisa saling berbagi wawasan dan belajar dalam industri properti. Pada kesempatan tersebut, portal properti global Lamudi hadir membagikan kisah suksesnya kepada khalayak.

 

Bisa dibilang perkembembangan Lamudi terbilang cukup cepat, dalam waktu kurang dari dua tahun, portal porperti yang berbasis di Berlin, Jerman ini telah melebarkan sayap bisnisnya dengan membuka kantor dimana-mana mulai dari Meksiko hingga Filipina. Dalam event yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut, Paul Philipp Hermann Founder dan Managing Director Lamudi memberikan gambaran tentang pekembangan portal properti Lamudi.

 

Bekerja cepat dan ramping

Proses pengembangan kantor baru Lamudi di sebuah negara terbilang cukup cepat, saking cepatnya Lamudi hanya membutuhkan waktu 535 hari untuk membuka kantor baru di 13 negara. Hermann mengatakan, ketika memutuskan untuk membangun kantor baru di sebuah negara, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Pertama, memilih seorang managing director yang bepengalaman, setelah itu ia hanya diberikan waktu hanya dua hari untuk menemukan kantor dan satu minggu untuk mencari head of sales dan head of Human Resources (HR).

 

“Beberapa hari berikutnya dihabiskan untuk menjelajahi kota untuk mencari pengembang dan broker top, ideal nya mereka yang memiliki listing terbanyak dan ketika mereka semua telah siap, maka website akan diluncurkan,” kata Hermann

 

Selain itu, perampingan jumlah karyawan juga perlu diperhatikan, tambah Hermann. Saat ini total karyawan di Lamudi mencapai 300-400 orang untuk di kawasan Asia dan Amerika Latin. Khusus di Pakistan mereka memiliki jumlah staf mencapai 500 orang.

 

Seo sangat penting

Membeli traffic sebenarnya bukanlah pilihan yang baik. Oleh karena itu mempekerjakan orang yang ahli dalam urusan Search Engine Optimization (SEO) merupakan hal yang utama dalam bisnis internet. “Jika Anda tidak berada di posisi satu atau dua di google untuk properti di sebuah negara, maka Anda harus melupakannya. Kami sangat mendepankan organic traffic untuk bisnis ini dan hal ini adalah cara yang terbaik unruk mendapatkankan perhatian” ujar Hermann.

 

Menjadi nomor satu

Memasuki pasar di mana ada beberapa pemain  yang kuat merupakan hal yang harus diperhatikan. Lamudi mampu menempati urutan pertama di Bangladesh dalam waktu hanya empat bulan. Namun, di beberapa negara seperti Filipina, Lamudi harus melampaui Myproperty untuk mencapai posisi teratas.

 

Potensi pasar negara berkembang 

Di Amerika Latin dan Asia Tenggara, negara mana tempat Lamudi beroperasi diharapkan pertumbuhannya akan mencapai 55 persen. Hermann memprediksikan bahwa nantinya akan ada sekitar 1,9 miliar transaksi di pasar Amaerika Latin dan Asia Tenggara dengan angka sekitar  € 11,7 miliar akan dihabiskan untuk iklan. Dia berharap dari angka tersebut 11 persennya akan dikeluarkan untuk iklan online.

 

Berbagi pengetahuan 

Berbagi pengetahuan antara tim lokal dan kantor pusat di Berlin, Jerman, adalah bagian penting dari menciptakan bisnis terpadu. Setiap tahun, Lamudi mengajak semua direktur mereka ke Berlin, mereka di sana akan saling berbagi ide, ini adalah contoh yang bagus bagaimana sebuah bisnis global dapat menciptakan’satu suara’ dan memiliki tujuan strategis yang jelas dan memahami setiap kantor lokal.