Published On: Wed, May 20th, 2015

Mengembangkan Tenaga Kerja dan Kemampuannya untuk Masa Depan di Cloud

Share This
Tags

oracle ALISON SIBREESeluruh dunia sedang mengalami transformasi bisnis, pelanggan, dan tenaga kerja, ditenagai oleh teknologi, seperti komputasi cloud dan mobilitas. Transformasi tersebut dapat terlihat jelas di Asia Pasifik.

Wilayah Asia Pasifik dipenuhi oleh banyaknya populasi yang mementingkan pendidikan, terutama di ilmu sains, teknologi, teknik, dan matematika. Karena mengalami pertumbuhan ekonomi dan perkembangan inovasi yang pesat, telah menempatkan Asia Pasifik sebagai tenaga kerja terbaik di masa depan. Tenaga kerjanya akan fasih mengenai teknologi, terutama di komputasi cloud dan mobilitas. Mereka akan melihat bagaimana perusahaan inovatif seperti Oracle ingin memanfaatkan kemampuan mereka.

Komputasi cloud memainkan peran signifikan dalam pertumbuhan potensi di wilayah ini. Bukan hanya memberikan platform yang dapat disesuaikan skalanya dan fleksibel untuk perusahaan agar dapat berkembang, cloud adalah dukungan yang ideal untuk tenaga kerja di wilayah Asia Pasifik. Tenaga kerja di wilayah tersebut lebih mobile dibanding wilayah lain, memiliki ekspektasi tinggi untuk layanan yang ditenagai teknologi terbaru, dan menuntut akses internet yang penuh dan tersedia di perangkat mobile.

Namun yang dibutuhkan dari tenaga kerja bukan hanya kemampuan teknis. Wilayah Asia Pasifik perlu mengembangkan perpaduan berbagai kemampuan, dari analitik bisnis dan penyelesaian masalah hingga penjualan, pemasaran, dan konsultansi.

 

Tenaga kerja yang muda dan bersemangat

Tidak diragukan, ada sekelompok orang-orang cerdas yang memasuki usia kerja. Data dari Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD menunjukkan bahwa Cina dan India akan menyumbang 40% tenaga kerja baru di lingkup negara anggota G-20 dan OECD di tahun 2020. Cina sendiri akan menyumbang 29% tenaga kerja baru.

Sebagai perbandingan, itu lebih dari jumlah tenaga kerja baru di Amerika Serikat dan seluruh negara Uni Eropa jika digabungkan, yaitu lebih dari 25%, menurut data dari OECD.

Lebih lagi, kualifikasi yang dimiliki tenaga kerja baru ini sangat berbeda dari tenaga kerja di negara Barat. Di negara-negara Uni Eropa, jumlah pelajar yang mendalami ilmu sains, teknis, dan matematika hanya 25%. Di Cina, ada lebih dari 40% pelajar yang mengambil jurusan ilmu-ilmu tersebut.

 

Meresapi teknologi

Berarti, bukan hanya kemampuan teknis yang harus tenaga kerja ini miliki, namun adanya budaya mengapresiasi teknologi yang sangat mendalam.

Saat tren teknologi, seperti komputasi cloud dan mobilitas, membentuk lanskap bisnis di wilayah Asia Pasifik, ada kesempatan untuk mengkapitalisasi ketersediaan kemampuan, pengetahuan, dan keahlian. Binis dari retail hingga bank, penerbangan, dan perusahaan media, ingin memperkuat keberadaan mereka di Asia Pasifik. Mereka mengkapitalisasi perekonomian yang sedang berkembang pesat di wilayah Asia Pasifik dengan memanfaatkan basis pelanggan yang besar dan persediaan tenaga kerja berkualitas yang berlimpah.

Generasi anak muda ini juga memasuki peran sebagai pengambil keputusan di berbagai lini bisnis. Gelombang baru berisi para pekerja, dengan kefasihan di teknologi, bukan hanya menyediakan tenaga kerja yang bisa menerapkan teknologi di perusahaan  -yang menjadikannya berhasil dan menunjukkan pemanfaatan teknologi yang spektakuler  -tapi  juga menyediakan pengguna yang produktif dan aktif yang langsung beralih ke teknologi untuk menjawab pertanyaan bisnis mereka.

Kondisi ini menciptakan siklus positif, di mana inovasi teknologi mendorong permintaan bisnis untuk menciptakan lebih banyak inovasi, meningkatkan standar kinerja perusahaan, efisiensi, dan daya saing.

 

Kemampuan orang dan kemampuan teknologi

Saat generasi ini terus mendorong transformasi bisnis, permintaan akan adanya penyedia teknologi juga terus meningkat. Perusahaan teknologi yang paling sukes tidak hanya diperkuat dengan para ahli teknologi, tapi juga orang yang memiliki kemampuan untuk mengapresiasi kebutuhan bisnis pelanggan mereka. Selain itu, tenaga kerja ini juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi untuk membahas soal teknologi ,serta menyampaikan manfaat teknologi pada pelanggan di lanskap perekonomian saat ini.

 

Mendorong cloud

Oracle ingin merekrut tenaga kerja terbaik di wilayah Asia Pasifik, saat cloud yang lebih fleksibel dan berbiaya rendah membentuk bisnis di wilayah tersebut dan mendukung pertumbuhan wilayah tersebut yang dinamis. Cloud adalah kesempatan besar untuk Asia Pasifik, dan wilayah ini menyediakan peluang besar untuk perusahaan seperti Oracle, yang memang memiliki komitmen kuat pada teknologi, keinginan belajar, dan antusiasme menyambut masa depan.

 

Ditulis oleh:

Alison Sibree, Vice President Human Resources, Oracle Corporation, Asia Pacific & Japan