Published On: Fri, Sep 4th, 2015

Menjembatani Jarak Antara Tenaga Pemasaran dan Pelanggan

Share This
Tags

Will GriffithDi tengah pasar yang sangat kompetitif saat ini, tenaga pemasaran yang sudah ahli pasti tahu bahwa untuk memperkuat daya saing diperlukan hubungan yang dekat dengan para pelanggan. Lebih penting lagi, mereka menyadari perlunya menanam dan menumbuhkan hubungan dengan pelanggan dalam tiap aktivitasnya, guna mendapatkan kesetiaan pelanggan di tengah era yang penuh kemajuan teknologi ini.[1]

Memang benar, tenaga pemasaran kini menghadapi tantangan yang semakin besar saat mereka terjun ke pasar. Dari tekanan untuk mendapatkan pemasukan dan mementingkan ROI perusahaan, hingga tuntutan untuk berinovasi dan memimpin perusahaan ke era digital. Tenaga pemasaran pun semakin menyadari pentingnya memanfaatkan data untuk menyusun strategi pendekatan ke pelanggan.

Ekosistem pemasaran juga semakin rumit. Dengan ribuan aplikasi dan sumber data untuk mendorong interaksi yang terpersonalisasi, penting sekali bagi tenaga pemasaran untuk mengikuti kemajuan teknologi. Hal ini untuk memastikan mereka bisa memberikan interaksi yang memiliki makna dan terarah, secara modern.[2]

 

Big Data: Pendorong di balik interaksi dengan pelanggan

Tiap langkah dan keputusan dimulai dari data –keberhasilan strategi pemasaran dan kampanye hanya bisa diraih dengan melakukan teknik pendekatan yang fokus pada pemanfaatan data. Tenaga pemasaran menyadari hal ini dan ingin menggunakan teknologi pengumpulan data terbaru untuk menghasilkan interaksi dengan pelanggan yang lebih terpersonalisasi, sehingga akhirnya membangun hubungan jangka panjang serta menguntungkan.

Fondasi hubungan yang baik dimulai dari wawasan dan pemahaman. Dua hal ini juga dibutuhkan untuk membangun dan menjaga hubungan tersebut.

Namun, kenyataannya, tenaga pemasaran menghadapi ekosistem data dan sistem yang semakin terkotak-kotak. Menurut riset terbaru, mayoritas perusahaan tidak memiliki pandangan yang tersinkronisasi tentang interaksi dengan pelanggan. Pengalaman yang terfragmen muncul dari banyaknya data di saluran digital, yang akhirnya mengarah ke putusnya akses menuju teknologi, data, dan proses.

Meskipun begitu, saat perusahaan menggeser fokus mereka untuk menciptakan kampanye yang lebih tertarget dan terpersonalisasi, tenaga pemasaran juga lebih giat mencari cara baru untuk memusatkan, mengatur, dan mengorkestrasi pengalaman pelanggan yang terindividualisasi.[3] Tidak diragukan lagi, kemampuan untuk mengintegrasi sistem dan membuka data pelanggan menjadi semakin imperatif.

Namun, saat perusahaan mulai melihat pentingnya memanfaatkan data untuk mendorong transformasi bisnis, kenyataannya, banyak yang masih belum fokus pada kebutuhan pelanggan. Dengan sentralisasi pelanggan menjadi penting bagi keberhasilan perusahaan di dunia, di mana pembeli yang berpendidikan semakin  lincah dalam dunia teknologi, jelas ini adalah saat yang tepat bagi tenaga pemasaran untuk mengambil langkah berbeda.

Menjadi pelanggan-sentris itu bukan hanya soal pola pikir. Hal ini membutuhkan kemampuan baru, sehingga tenaga pemasaran mampu menguasai alat otomatisasi pemasaran guna menciptakan pengalaman pelanggan yang relevan, tertarget, dan bernilai.

 

Bergerak maju: Mewujudkan janji kepada pelanggan

Guna memanfaatkan peluang menarik yang dihadirkan oleh big data, yang juga mengurangi kerumitan, penting bagi tenaga pemasaran untuk menerapkan solusi teknologi yang membantu mereka menyatukan sumber daya. Yang dibutuhkan adalah sebuah platform untuk membantu menjalankan fungsi TI dan pemasaran sebagai satu solusi yang menyatu dengan skalabilitas, performa, dan integrasi yang dibutuhkan oleh tenaga pemasaran modern dan serta tenaga TI.

Secara fundamental, yang penting dari personalisasi pelanggan adalah memahami target pasar dan masyarakat. Dengan proliferasi dan ledakan sumber data, tenaga pemasaran kini bisa menangkap data yang bernilai lewat berbagai saluran, baik yang berbayar maupun yang tidak. Semua ini memberikan kemampuan pada mereka untuk menawarkan pengalaman pelanggan yang jauh semakin baik.

Manfaat yang dirasakan CMO dan CIO pun semakin besar, terutama bagi mereka yang bisa bekerjasama dengan baik. Sementara CIO dulunya bertanggungjawab untuk memastikan pengaturan yang tepat serta ketaatan pada keamanan informasi, mereka juga diharapkan untuk menggeser peranan mereka di tahun 2015 sebagai sumber pendapatan.

Hal ini terutama terjadi saat mereka mulai memainkan peran yang semakin besar sebagai pengambil keputusan di investasi teknologi pemasaran baru. Dan hal ini penting dalam membantu perusahaan memberikan layanan yang berpusat pada pelanggan.

[1] Modern Marketing Blog: Using Customer Data to Inform Your Personalization Strategy. Source: https://blogs.oracle.com/marketingcloud/using-customer-data-to-information-your-personalization-strategy

[2] Modern Marketing Blog: Oracle Marketing Cloud: Leading the Way in Modern Marketing Execution [New Gartner Report]. Source: https://blogs.oracle.com/marketingcloud/omc-gartner-magic-quadrant-for-digital-marketing-hubs

[3] Oracle press release: Oracle President Mark Hurd Announces Strategy for Oracle Marketing Cloud, a New Platform for Customer-Centric Marketing. Source: http://www.oracle.com/us/corporate/press/2196042