Published On: Mon, Apr 3rd, 2017

Menyambut April Mop: Fakta Menarik Tentang Kebohongan

Share This
Tags

Menjelang April, sebagian orang sudah mempersiapkan rencana kebohongan dan candaan mereka untuk teman, pasangan, dan keluarga. Tak mengherankan, karena tepat pada 1 April setiap tahunnya, perayaan April Mop atau April Fool’s Day dirayakan serentak di seluruh dunia. Berbagai ide kreatif untuk membohongi dan menjahili pun seakan diizinkan sebagai bentuk perayaan dari April Mop ini, dari yang wajar hingga memberikan rasa takut bagi sang korban kejahilan.

Budaya April Mop pun mulai ramai dirayakan di Indonesia. Walaupun mendapat tentangan dari beberapa golongan terkait perayaan April Mop yang belum jelas asal-usulnya, perayaan April Mop jika terlewat batas dapat membahayakan. Disisi lain, unsur kebohongan yang menjadi konsep utama dari perayaan April Mop bukan termasuk perilaku yang diterima dengan baik khususnya untuk budaya Indonesia yang menanamkan kepercayaan kepada orang lain disekitar.

Padahal secara statistik, tanpa perlu menunggu April Fool’s Day, perilaku berbohong sudah menjadi salah satu kebiasaan dari masyarakat urban. Dikutip dalam riset yang dilakukan oleh Susan Shapiro Barash untuk bukunya Little White Lies, Deep Dark Secrets: The Truth About Why Women Lie menunjukkan bahwa 12% dari orang dewasa mengaku sering berbohong dalam aktifitas harian mereka. Yang mengejutkan, dalam riset lain oleh University of Massachusetts pada tahun 2002 menunjukan bahwa 60% orang baik sadar atau tidak, akan berbohong setiap 10 menit ketika berbicara dengan orang lain.

Kebiasaan berbohong kini semakin kompleks dengan kehadiran media sosial. Bukan hanya sebagai sarana berinteraksi dengan teman dan keluarga, media sosial juga menjadi lahan untuk mencari pasangan dengan menjamurnya aplikasi berkencan/dating. Tuntutan untuk tampil menarik dan sempurna membuat keinginan untuk berbohong pun menjadi semakin lebar. Tidak jarang, beberapa orang memoles atau Bahkan memalsukan profil diri mereka di media sosial untuk menarik perhatian serta membangun image yang lebih menarik bagi orang lain.

 

Tuntuan Media Sosial Membuat Seseorang Terkadang Berbohong Mengenai Dirinya

Dengan visual menjadi faktor penting di media sosial, kebohongan yang dilakukan umumnya berhubungan dengan penggunaan foto profil, usia dan gaya hidup. Custard, Perusahaan Digital Marketing asal UK dalam risetnya di tahun 2016 terhadap 1000 remaja di-UK menunjukkan 52% dari remaja foto barang pribadi mereka untuk memberi kesan positif terhadap para follower di media sosial. Bahkan, 75% dari remaja mengaku berbohong di profil media sosial Facebook, Instagram dan Twitter mereka.

Sebagai representasi visual, foto profil mendapatkan perhatian tersendiri. Berbagai cara pun dilakukan untuk membuat tampilan foto profil sempurna, termasuk memalsukan foto profil dengan gambar orang lain yang dianggap lebih menarik atau melakukan edit ekstrem terhadap foto sendiri.  Aksi kebohongan yang juga dikenal dengan istilah Catfishing ini tidak lain terjadi Karena tuntutan untuk menampilkan diri secara maksimal di dunia maya yang tidak diimbangi dengan rasa percaya diri oleh sang pengguna. Tindakan catfishing adalah sesuatu yang tidak etis sekaligus dapat merusak citra diri sendiri di dunia maya. Tidak jarang banyak kasus catfishing yang berakhir ke pengadilan karena adanya unsur penipuan terencana yang merugikan salah satu pihak.

Menyambut April Mop, kebohongan sesekali untuk hal kecil wajar saja dilakukan, asal jangan sampai merugikan apalagi sampai merusak citra diri sendiri dan membawa keburukan jangka panjang. Untuk media sosial dan menampilkan diri dengan baik secara visual, lebih baik mencantumkan informasi diri yang sebenarnya serta menggunakan foto profil asli. Beberapa edit untuk foto mungkin tidak merugikan, asal jangan ekstrem dan berbeda jauh dengan realitas.

 

Selfie Menjadi Bagian Tak Terpisahkan dari Media Sosial

Dengan 75% dari wanita dan 62% pria menggunakan selfie sebagai foto profil, ada baiknya untuk memperhatikan bagaimana mengambil selfie yang sempurna tanpa perlu editan tambahan serta membuat anda lebih percaya diri tanpa perlu berbohong. Beberapa tips seperti mengambil selfie secara grup, gunakan senyum, dan manfaatkan angle kiri untuk selfie terbaik menurut penelitian membuat selfie makin menarik. Melakukan hal yang menarik seperti olahraga atau di tempat wisata juga menjadi unsur menarik dalam selfie untuk foto profil.

Sebagai netizen yang bijak, ajarkan diri anda selalu tampil percaya diri dan tidak perlu berbohong hanya demi tampil sempurna di depan orang lain. Gunakan teknologi yang tepat untuk mendukung tetap tampil maksimal di media sosial dengan segala kelebihan dan kekurangan, salah satunya dengan memilih smartphone dengan kamera terbaik untuk menangkap momen terbaik.

Pastikan smartphone yang anda gunakan untuk selfie mendukung secara maksimal untuk tampil sempurna. Vivo V5Plus dengan kamera depan 20MP+8MP dapat menjadi pilihan smartphone terbaik untuk selfie. Fitur tambahan seperti softlight technology, fitur Bokeh, serta fitur beauty face yang dapat disesuaikan sesuai gender dan keinginan pengguna membuat hasil foto premium namun tetap natural. Netizen dapat menunjukan sisi terbaik mereka untuk foto profil dengan percaya diri tanpa perlu direpotkan dengan meng-edit foto secara berlebihan.

Vivo V5Plus juga memberikan kemudahan untuk pengguna media sosial dengan beragam aktifitas harian untuk tetap aktif tanpa takut kehabisan daya baterai. Dengan daya baterai 3.160 mAh untuk streaming video dan browsing yang lebih lama. Vivo V5Plus juga sudah didukung dengan Fast Charging Technology untuk pengisian daya yang lebih cepat, Vivo V5Plus menjadi pilihan smartphone yang tepat untuk beragam fitur premium dan teknologi terbaru.

Rayakan April Mop bersama pasangan, keluarga dan sahabat tercinta untuk menyambut April ceria. Bawa keseruan April Mop di media sosial anda dan unggah selfie sempurna perayaan April Mop menggunakan Vivo V5Plus.