Published On: Tue, Aug 22nd, 2017

Momentum Hari Pramuka, 938 Relawan Kelas Inspirasi Jakarta Berbagi tentang Profesi

Share This
Tags

JAKARTA, 14 Agustus 2017 – Setiap tahunnya, tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka. Hal ini lantaran Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961. Bertepatan dengan peringatan Hari Pramuka, Kelas Inspirasi Jakarta 6 menyelenggarakan kegiatan yang disebut sebagai Hari Inspirasi.

Pada Hari Inspirasi, (14/8/2017), seluruh relawan Kelas Inspirasi Jakarta 6 yang terdiri dari relawan pengajar, relawan dokumentasi (fotografer dan videografer), serta relawan fasilitator terjun langsung ke sekolah-sekolah terpilih di Jakarta guna mengajar siswa-siswi Sekolah Dasar tentang dunia profesi.

Seperti yang dilansir pada laman resmi Kelas Inspirasi yaitu www.kelasinspirasi.org, Kelas Inspirasi merupakan kegiatan yang mewadahi para profesional dari berbagai sektor untuk ikut serta berkontribusi memajukan pendidikan Indonesia. Melalui program Kelas Inspirasi, para profesional (khususnya relawan pengajar) akan berinteraksi langsung dengan siswa-siswi Sekolah Dasar untuk berbagi cerita tentang profesi mereka serta memberi motivasi kepada para siswa untuk bersemangat menggapai cita-cita.

Gerakan Kelas Inspirasi digagas pertama kali sejak 25 April 2012 yang ditandai dengan penyelenggaraan serentak di 25 lokasi SD di Jakarta. Melalui program Kelas Inspirasi, diharapkan dapat memberikan kebermanfaatan untuk para siswa dan para relawan. Dari perspektif siswa, Kelas Inspirasi diharapkan dapat menjadi wadah bagi para siswa untuk mengetahui ragam profesi yang dapat mereka pilih sebagai cita-cita mereka. Dari perspektif relawan, diharapakan Kelas Inspirasi dapat memberikan pengalaman mengajar di depan kelas sebagai bentuk kontribusi nyata dan aktif terhadap perbaikan masa depan bangsa.

Tahun ini, Kelas Inspirasi Jakarta mengangkat tema “Merdeka Bercita-Cita”. Menurut Nyoman Alit Suciatiningrum Yoga, Koordinator Sosialisasi dan Komunikasi Kelas Inspirasi Jakarta 6, tema tersebut dipilih lantaran Hari Inspirasi diselenggarakan tepat 3 hari sebelum peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-72.

“Dengan mengangkat tema “Merdeka Bercita-Cita”, kami berharap agar setiap generasi bangsa dapat secara merdeka menentukan cita-cita mereka di masa depan. Kami percaya bahwa setiap anak memiliki bakat dan kemampuannya masing-masing. Untuk itu, kami berupaya mengenalkan berbagai macam profesi yang ada di dunia kerja seraya berharap agar kelak mereka bisa seperti apa yang mereka cita-citakan,” jelas Nyoman.

Antusias para profesional untuk turut ambil bagian dalam memajukan pendidikan Indonesia dengan mendaftar menjadi relawan Kelas Inspirasi Jakarta 6 cukup besar. Berdasarkan data yang telah dihimpun, total keseluruhan calon relawan Kelas Inspirasi Jakarta 6 tidak kurang dari 1600 profesional muda. Namun setelah melalui proses seleksi yang cukup ketat, akhirnya terpilih 938 relawan dengan komposisi 740 relawan pengajar, 193 relawan dokumentasi, dan 55 relawan fasilitator. Khusus untuk relawan pengajar, mereka yang terpilih disyaratkan memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun serta mempersiapakan lesson plan (materi ajar) yang nanti akan disampaikan kepada para siswa.

“Dari sekian banyak profesi yang mendaftar sebagai relawan pengajar, profesi akuntan dan psikolog merupakan profesi yang paling banyak mendaftar. Kendati demikian, nyatanya banyak juga profesi lainnya yang barangkali tidak lazim didengar oleh siswa-siswi Sekolah Dasar, misalnya profesi Entomolog, profesi yang mempelajari serangga,” ungkap Maria Helena Gerrits, Koordinator Rekrutmen Pengajar Kelas Inspirasi Jakarta 6.

Sementara itu, berkaitan dengan kriteria sekolah yang dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan Kelas Inspirasi Jakarta, Alex Wijaya, Koordinator Tim Sekolah Kelas Inspirasi Jakarta 6, mengatakan setidaknya ada tiga pertimbangan mengapa dari 63 sekolah yang telah disurvei, hanya 35 sekolah yang terpilih.

Menurut Alex, panitia Kelas Inspirasi Jakarta 6 ingin memprioritaskan sekolah-sekolah yang memiliki latar belakang sosial dan ekonomi di kawasan marginal. Selain itu, pertimbangan lainnya yaitu kurangnya kesadaran orang tua siswa terhadap pentingnya pendidikan bagi anak. Terakhir, kesediaan pihak sekolah untuk menerima pelaksanaan Kelas Inspirasi di sekolah mereka.

Hal yang menarik dari penyelenggaraan Kelas Inspirasi Jakarta tahun ini yaitu, terdapat sekolah berkebutuhan khusus seperti SLB Negeri 4 Jakarta. “Kami mencoba konsisten untuk melibatkan Sekolah Luar Biasa. Namun karena terbatasnya sumber daya yang mampu menangani anak-anak SLB, kami baru bisa melibatkan 1 SLB setiap tahunnya. Untuk tahun ini, SLB Negeri 4 Jakarta yang terpilih lantaran SLB tersebut memiliki jumlah murid yang banyak serta membutuhkan perhatian yang lebih,” imbuh Alex.

Ke depannya, Kelas Inspirasi ingin menjangkau lebih banyak sekolah di Jakarta agar kian banyak yang merasakan manfaat kehadiran program Kelas Inspirasi. Untuk itu, Nyoman, mewakili panitia Kelas Inspirasi Jakarta 6 berharap agar pengelolaan gerakan Kelas Inspirasi jauh lebih baik serta semakin banyak para profesional yang tergerak untuk berbagi inspirasi mengenai profesi kepada siswa-siswi Sekolah Dasar.

 

Sekilas tentang Kelas Inspirasi:

Kelas Inspirasi merupakan solusi bagi para profesional Indonesia yang ingin berkontribusi dengan mengajar di lingkungannya. Hal ini membuka pintu interaksi positif antara kaum profesional dengan sekolah tempat dia berpartisipasi. Partisipasi para profesional tersebut untuk mengambil cuti sehari dan berbagi pengalamannya bersama anak-anak SD, merupakan partisipasi berbasiskan individu, bukan institusi. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian dan kesadaran pribadi terhadap pendidikan masih tinggi.