Published On: Fri, Aug 5th, 2016

Nada Kita Music, Kesempatan Baru bagi Brand dan Label

Con Raso, Managing Director Tuned Global

Con Raso, Managing Director Tuned Global

Jakarta, 1 Agustus 2016 – Tuned Global melalui perwakilannya di Jakarta meluncurkan aplikasi musik pertama di Indonesia yang benar-benar gratis, Nada Kita mobile app. Tuned Global adalah perusahaan mobile interaktif yang membantu brand berinteraksi dengan konsumennya melalui musik. Untuk meluncurkan aplikasi ini di Indonesia, Tuned Global menggandeng sejumlah label musik independen terbesar di Indonesia seperti Aquarius Musikindo, Musica Studios, MyMusic, Nagaswara, Trinity Optima Production dan VMC.

Didukung sederetan brand dan pengiklan, Nada Kita menyediakan akses bebas tanpa batas bagi konsumen kepada musik-musik kesukaan mereka, sambil memberikan peluang besar bagi brand untuk berinteraksi dengan konsumen dengan cara-cara baru yang inovatif. Label musik dapat menggunakan aplikasi ini untuk melakukan monetisasi pada konten musik yang dimiliki dengan model pembagian pendapatan. Aplikasi Nada Kita saat ini sudah siap diunduh di berbagai ponsel pintar berbasis Android dan iOS, serta telah terpasang langsung di seluruh rangkaian ponsel bermerek SPC.

 

Memberi peluang-peluang yang inovatif bagi brand untuk berhubungan dengan konsumen sambil mendukung dunia musik Indonesia

 

Con Raso, Managing Director Tuned Global mengaku telah mendengarkan aspirasi masyarakat NadaKita_home4_phone_IDIndonesia mengenai music streaming untuk merancang aplikasi musik yang sangat menarik untuk para penggunanya. “Pertama, Nada Kita benar-benar cuma-cuma, dengan dukungan brand. Kedua, penggunaannya sangat sederhana – dengan stasiun-stasiun yang sudah dikurasi terlebih dahulu oleh editor musik lokal, sebab sebagian besar masyarakat bukanlah pakar musik dan memiliki waktu terbatas. Semakin lama didengarkan, Nada Kita akan semakin personal, jadi sangat relevan dan menarik. Terakhir, inilah solusi bagi pendengar music streaming yang selama ini khawatir dengan konsumsi paket data yang besar. Nada Kita telah dioptimalisasi sedemikian rupa sehingga tidak akan memakan paket data yang berlebihan. Sebagai ilustrasinya, menonton 5 video musik di YouTube akan menghabiskan data sebesar 60MB* yang setara dengan mendengarkan 83 judul lagu di Nada Kita,”papar Con Raso.

 

Kini, brand dapat bermitra dengan aplikasi musik Nada Kita untuk berinteraksi dengan konsumen melalui sesuatu yang disukai konsumen, yaitu musik. Model rendah risiko yang ditawarkan Nada Kita juga memungkinkan brand untuk mengintegrasikan pengalaman musik yang menyenangkan ini dengan strategi bisnis intinya dengan bebas. Sebagai imbal baliknya, mitra brand seperti SPC Mobile mendapatkan keuntungan saluran interaksi mobile untuk merangkul dan memelihara konsumennya, serta untuk membangun komunikasi yang relevan dengan konsumen, sambil menggunakan business intellegence yang dimiliki Tuned Global untuk membangun bisnisnya. Mitra label seperti Musica Studios atau Trinity akan membantu brand untuk terkait juga dengan event-event musik ekslusif dan rilisan terbaru via aplikasi ini. Pengiklan dapat mensponsori stasiun musik dan menggunakan iklan audio yang sangat terarah di platform ini, melalui Triton’s mobile advertising technology.

 

“Kita telah menggunakan musik selama bertahun-tahun untuk membangun hubungan emosional dengan konsumen. Nada Kita membawa hal ini pada level selanjutnya. Selain bisa mengasosiasikan brand kami dengan aplikasi musik inovatif yang cuma-cuma, kami juga diuntungkan lewat saluran komunikasi yang selalu siap sedia untuk berkomunikasi dengan klienklien kami. Selain itu, data yang terkumpul dapat membantu kami melakukan segmentasi target sasaran kami, sehingga kami selalu relevan bagi mereka,” ungkap Raymond Tedjokusumo, General Manager, SPC Mobile.

 

Label musik mendapatkan keuntungan melalui model bisnis berbagi pendapatan dengan Nada Kita, sebagaimana filosofi bisnis Tuned Global untuk membayar label dan artis dengan adil. Nada Kita juga menjadi saluran baru untuk melakukan monetisasi atas konten musiknya dan untuk menghubungkan artis dengan penggemarnya melalui fitur-fitur interaksi inovatif di dalam aplikasi ini, sambil memperkaya penawaran kepada brand dan menjual kesempatan sponsorship bagi artis-artis. Karena sifatnya cuma-cuma, maka aplikasi ini juga membantu melawan pembajakan dan menjaga kelangsungan industri musik lokal.

 

“Nada Kita menyediakan kesempatan luar biasa bagi label musik dan artis, serta memungkinkan kita mendistribusikan katalog musik yang ekstensif kepada penggemar musik Indonesia, membantu artis terhubung dengan fans dengan cara yang lebih personal, serta menjembatani kami bermitra dengan brand,” ungkap Gumilang Ramadhan, Managing Director, Musica Studios. Nada Kita telah tersedia di seluruh rangkaian ponsel pintar bermerek SPC Mobile terbaru dan dapat diunduh dari Google Play serta Apple App Store. Fitur-fitur terbaru, konten dan sejumlah penawaran eksklusif bagi brand dan venues akan ditambahkan dalam beberapa minggu mendatang.

 

“Kami sangat senang meluncurkan Nada Kita di Indonesia. Kami ingin bermitra dengan brand dan label-label musik di Indonesia untuk meningkatkan interaksi dalam rangka meningkatkan pendapatan bagi industri musik dan menciptakan relevansi yang lebih besar bagi penggemar musik, sambil berbagi risikonya. Kami sudah berdiskusi dengan sejumlah pihak lainnya, mulai dari perusahaan telekomunikasi, bank dan retailer di Indonesia mengenai rencana unik ini,” tutup Con Raso.

 

Aplikasi Nada Kita dapat diunduh versi pra-rilisnya pada smartphone berbasis Android di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tunedglobal.android.nada atau iPhone di https://itunes.apple.com/id/app/nada-kita/id1066531629. Informasi lebih jauh mengenai Aplikasi NadaKita klik http://www.nadakita.id

*Berdasarkan rata-rata cache sekitar 30% (maks 50%) dan rata-rata video dan track lagu berdurasi 3 menit. Rata-rata penggunaan Indonesia saat ini per pengguna adalah sekitar 197MB perhari menurut eMarketer.com