Published On: Wed, Feb 24th, 2016

Negara Berkembang Memilih Internet untuk Mencari Rumah Idaman

Lamudi annual report IDJakarta, 24 Februari 2016- Pencarian rumah melalui online semakin diminati di negara-negara berkembang, dimana perangkat mobile menjadi alat populer untuk mencari properti idaman, menurut laporan terbaru yang dirilis portal real estate global Lamudi.

 

Lamudi, marketplace iklan baris real estate yang fokus di negara-negara berkembang, minggu ini merilis laporan tahunan yang kedua. Laporan pasar real estate 2015 memberikan pemaparan tentang masa depan real estate di beberapa negara termasuk Meksiko, Filipina, Pakistan, Indonesia, Myanmar, Bangladesh, dan Sri Lanka.

 

Laporan menemukan bahwa proses mencari rumah telah bergeser ke online di negara-negara berkembang, dengan para pencari properti dan agen real estat melaporkan peningkatan alat-alat online, termasuk portal-portal properti dan media sosial. Ketika penggunaan portal properti adalah praktek yang sudah biasa dilakukan di pasar maju, hal tersebut masih tergolong fenomena baru di pasar-pasar yang sedang berkembang dimana penetrasi internet masih rendah namun meningkat dengan pesat.

 

Laporan pasar real-estate Lamudi 2015 menemukan bahwa Filipina, negara yang mengalami peningkatan penetrasi internet telah memiliki efek mendalam pada bisnis lokal, termasuk yang bergerak dalam bidang real estate. Sebuah survei yang dilakukan terhadap broker/agen real estate menunjukkan bahwa 91 persen profesional melihat adanya peningkatan signifikan pada pertanyaan-pertanyaan yang datangnya dari online. Sebagai tambahan, 59 persen responden menyatakan platform listing online merupakan channel pilihan untuk mengiklankan properti.

 

Tren yang sama telah diamati di Pakistan dimana survei terhadap para pencari properti lokal menunjukkan bahwa 85 persen responden percaya bahwa peran internet dalam pencarian rumah telah meningkat. Hal yang sama, di Sri Lanka, survei konsumen menunjukkan 75 persen pencari properti percaya bahwa internet telah mentransformasi bagaimana orang-orang mencari rumah untuk dibeli ataupun disewa. Di Indonesia, data onsite menunjukkan bahwa pencarian properti online kebanyakan dilakukan orang-orang usia 25 sampai dengan 34 tahun, yang berada dalam kelompok usia primer untuk pembeli rumah pertama kali.

 

Global Co-Founder dan Managing Director Lamudi, Mr. Kian Moini, mengatakan: ”Laporan tahunan Lamudi adalah satu-satunya gambaran komprehensif real-estate di pasar negara-negara berkembang. Kami memiliki jumlah data yang banyak dan luas, yang memberikan perspektif unik secara global tentang properti di Asia, Amerika Latin, dan seterusnya. Dalam beberapa minggu ini, kami juga akan merilis laporan lebih banyak lagi termasuk wilayah Timur Tengah dan beberapa pasar utama di Afrika.”

 

Highlight dari laporan tahunan meliputi:

  • Di Myanmar, hasil dari pemilu pada akhir tahun 2015 sangat penting untuk masa depan ekonomi dan politik negara tersebut. Hasil laporan menunjukkan perkembangan potensial Myanmar di masa mendatang, dengan implikasi signifikan untuk sektor real estate.
  • Pasar tenaga kerja dengan peluang investasi yang menguntungkan dan tingkat pertumbuhan agregat merupakan indikator positif untuk masa depan sektor real estate di Bangladesh.
  • Di Mexico, harga rata-rata per meter persegi untuk membeli rumah adalah paling tinggi di wilayah Miguel Hidalgo, yang merupakan bagian dari Mexico City. Rumah-rumah di area ini memiliki harga rata-rata 26,157.44 MXN (1,624.68 USD) per meter persegi.

 

Laporan tahunan dikumpulkan dari analisa data onsite Lamudi, wawancara para ahli di masing-masing pasar, dan serangkaian survei terhadap pencari properti dan profesional real estate. Mencakup tahun 2014 dan 2015, laporan masing-masing negara meliputi topik-topik seputar tren harga real estate, investasi asing, dan isu-isu keberlanjutan (sustainability) yang semakin penting di negara-negara berkembang.

 

Lamudi Real Estate Market Report 2015 dipresentasikan dalam format online yang mudah dibaca dan tersedia untuk umum. Baca laporan secara online untuk Meksiko, Filipina, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Myanmar dan Indonesia.