Published On: Fri, Apr 21st, 2017

Oprah Winfrey, Rose Byrne, Renée Elise Goldsberry, Bermain di FilmThe Immortal Life Of Henrietta Lacks Tayang 23 April

Share This
Tags

JAKARTA, APRIL 11, 2017 – Tahun 1951, seorang perempuan Afrika-Amerika modern tengah sekarat akibat kanker serviks di usia 31 tahun. Di bawah cahaya ruang operasi, operasi pengangkatan sel pada tumornya yang kemudian menjadi hal menakjubkan yang tak lekang waktu dan mengubah dunia kedokteran selamanya. Juga dia dan berbagai pengakuan terhadap sumbangsihnya secara sukarela, yang tak pernah disebutkan. Film HBO Original THE IMMORTAL LIFE OF HENRIETTA LACKS tayang perdana dengan jam yang sama dengan A.S. pada Minggu, 23 April jam 7.00 WIB di HBO dengan penayangan ulang primetime di hari yang sama jam 21.50 WIB. Juga tersedia di HBO On Demand dan HBO Go.

Kisah ini diceritakan dari mata anak perempuan Henrietta, Deborah Lacks (Oprah Winfrey) yang dibantu oleh seorang jurnalis, Rebecca Skloot (Rose Byrne). Deborah mulai mempelajari tentang ibunya yang selama ini tak pernah ia kenal dan memahami bagaimana pengangkatan sel kanker Henrietta yang tak diijinkan membawanya kepada terobosan medis yang luar biasa, menciptakan revolusi medis yang mengubah ribuan nyawa. Ini merupakan kisah nyata dari arogansi dan kesuksesan medis, ras, kemiskinan dan persahabatan yang akrab antara orang-orang yang tak mungkin terjadi.

Pemain THE IMMORTAL LIFE OF HENRIETTA LACKS antara lain: Oprah Winfrey (sebagai Deborah Lacks), Rose Byrne (sebagai Rebecca Skloot), Renée Elise Goldsberry (sebagai Henrietta Lacks), Reg E. Cathey (sebagai Zakariyya), Rocky Carroll (sebagai Sonny Lacks), Courtney B. Vance (sebagai Sir Lord Keenan Kester Cofield), Ruben Santiago-Hudson (sebagai Dr. Pattillo) dan Leslie Uggams (sebagai Sadie). Disutradarai oleh George C. Wolfe dari naskah buatan Peter Landesman dan Alexander Woo serta Wolfe, film ini disadur dari buku karya Rebecca Skloot. Dengan executive producer Alan Ball, Peter Macdissi, Oprah Winfrey, Carla Gardini dan Lydia Dean Pilcher; dan Rebecca Skloot sebagai co-executive producer. Pemain tambahan termasuk Reed Birney, Adriane Lenox, Roger Robinson dan John Douglas Thomas.

 

TENTANG CERITA

Henrietta Lacks tumbuh sebagai petani tembakau asal Virginia dan, pada 1951, menikah dengan lima anak ketika didiagnosa menderita kanker serviks pada usia 31 tahun. Di bawah perawatan Rumah Sakit Johns Hopkins di Baltimore, jaringan tumor ganasnya dibuang tanpa sepengetahuan dia dan keluarganya, sesuai standar prosedur pada waktu itu. Jaringan ini diserahkan ke Dr. George Gey, yang selama 30 tahun tengah mengembangkan suatu jaringan sel hidup di Johns Hopkins. Para ilmuwan di seluruh dunia tengah melakukan upaya sejenis dengan jaringan sel selama berpuluh tahun untuk pengujian manusia yang tak mungkin dilakukan pada manusia yang masih hidup.

Sampai pada waktu itu, tak seorang pun mampu mengembangkan sel-sel di cawan petri. Namun demikian, sel-sel milik Lacks, menggandakan diri dalam kecepatan yang intens dan mempercepat kanker yang mematikan di dalam tubuh, terus berkembang, tanpa dapat dijelaskan – dapat dikatakan sebagai suatu keajaiban –  mengembangbiakkan di luar tubuh dalam lingkungan laboratorium.. berawal dari rasa ingin tahu seorang dokter yang kemudian melahirkan industri biomedis dan pemanfaatan dari apa yang dikenal sebagai sel-sel HeLa dalam puluhan ribu riset selama bertahun-tahun. mulai dari pengembangan obat untuk penyakit polio, leukemia, influenza dan Parkinson, untuk cloning dan pemetaan gen, hingga keberadaan mereka dalam misi pertama luar angkasa untuk mempelajari dampaknya bagi sel-sel manusia dalam kondisi tanpa gravitasi, sel-sel Lacks telah dibeli dan dijual miliaran dan terus ada dan berkembangbiak saat ini.

Jurnalis sains Rebecca Skloot menghabiskan puluhan tahun melakukan riset tentang kisah di balik sel-sel HeLa, mencoba menghadirkan kisah Lacks. Buku terlaris versi New York Times tahun 2010, “The Immortal Life of Henrietta Lacks,” bukan hanya menjelaskan latar belakang secara sains dari kisah Lacks, namun membawa upayanya mendapat kepercayaan keluarga Lacks dan keikutsertaan putri Henrietta, Deborah, yang mulai mengungkap sosok perempuan yang diam-diam melakukan kontribusi mengubah dunia.

 

TENTANG FILM

Memenangkan berbagai penghargaan Tony Award, pemenang DGA dan nomine Emmy® George C. Wolfe membawa buku ini ke layar lebar, dengan mengadaptasi ceritanya.

“Buku ini bagus sekali,” jelas Wolfe. “Bagus secara emosional dan intelektual; ini merupakan sebuah buku sains sekaligus buku yang akrab tentang keluarga dan ras di Amerika, tentang ekonomi dan kekuasaan. Semuanya muncul bergantian dengan cara yang menarik dan luar biasa.”

Sebagai executive producer dan pemeran, Oprah Winfrey terpukau dengan buku ini sebelum diterbitkan. Paham terhadap persaingan untuk mendapatkan hak atas film ini ketika masih mentah, ia memanggila Rebecca Skloot untuk mengekspresikan penghargaan dan apresiasinya atas upaya sepuluh tahun seorang penulis muda untuk mendapatkan kisah Henrietta Lacks.

Kata Winfrey, “Apakah ia tidak memiliki keyakinan untuk bertahan dengan kisahnya, kami masih belum mengenal Henrietta; dunia tidak mengenal kisahnya. Rebecca mampu menempatkannya dalam konteks yang dapat diterima dan dipahami dunia, dan kini, kami membawanya ke tingkat selanjutnya.” 

Awalnya, Winfrey tidak ingin dirinya terlibat dalam proyek ini sebagai aktor, karena ia tidak terhubung sepenuhnya dengan karakter anak Henrietta, Deborah. Hal ini berubah ketika sutradara Wolfe membantu penulisan naskah.

Untuk screenplay, Wolfe memutuskan fokus pada keinginan Deborah Lacks untuk meninjau kembali masa lalu ibunya, kehilangan ibu di usia dua tahun, juga persahabatannya dengan Rebecca Skloot, keinginan sang jurnalis muda yang memicu pencariannya.

Kata Wolfe, “Kisah ini adalah tentang kehilangan dan identitas, kekuatan untuk memahami kisahmu sendiri dan bagaimana hal itu mempengaruhi bagian dalam dirimu. Ini tentang hasrat untuk mengenal sehingga kamu menjadi manusia yang utuh.”

“Tidak ada sampai saya melihat detail naskah dari George yang membuat saya memahami bahwa ini adalah tentang seorang anak yang mencari ibunya,” papar Winfrey. “Ini adalah tentang seorang anak yang, benar-benar, tengah mencari cinta dan hubungannya dengan sang ibu dalam rangka mencari pengakuan, kepastian dan dukungan bagi dirinya yang pernah ia cintai. Sebagian kisah ini yang membuat saya mau mengambil bagian di dalamnya.”

Beberapa anggota keluarga Lacks menjadi penasihat dalam film ini, termasuk anak-anak Henrietta Lacks, Zakariyya Bari Abdul Rahman dan David Lacks, Jr., juga cucu-cucunya, Jeri Lacks Whye, Alfred Carter, Jr. dan La Tonya Carter.

THE IMMORTAL LIFE OF HENRIETTA LACKS difilmkan di sekitar Atlanta dan di Baltimore, termasuk pintu masuk Rumah Sakit Johns Hopkins, dimana kehidupan nyata Henrietta Lacks memasuki dan menyentuh kaki patung religi yang megah di atrium 65 tahun yang lalu.

Para kru berbakat termasuk di antaranya: perancang kostum Paul Tazewell, casting director Cindy Tolan, penggubah musik Branford Marsalis, editor Aaron Yanes, production designer Caroline Hanania dan director of photography Sofian El Fani.

 

Ditulis oleh Rebecca Skloot, “The Immortal Life of Henrietta Lacks” menjadi buku laris versi New York Timesselama hampir enam tahun dan memenangkan National Academies Communication Award tahun 2011 untuk karya kreatif yang membantu masyarakat memahami permasalahan sains, teknis atau pengobatan. Awalnya diterbitkan oleh Crown Publishing pada 2010, buku ini telah diterjemahkan di lebih dari 25 bahasa asing, telah dimasukkan sebagai bahan pendidikan pada kurikulum sekolah, dan akan diterbitkan lagi bulan April sehubungan dengan penayangan film drama HBO.

 

PARA PEMAIN

Oprah Winfrey sebagai Deborah Lacks, putri Henrietta Lacks yang karismatik dan rumit.

Rose Byrne sebagai Rebecca Skloot, jurnalis muda yang, dalam upayanya menceritakan tentang Henrietta Lacks dan sel yang “hidup”, membuat ikatan yang akrab dengan puteri Henrietta, Deborah. Kegigihan Rebecca berbuah penghargaan sebagai buku laris versi New York Times untuk “The Immortal Life of Henrietta Lacks.”

Renée Elise Goldsberry sebagai Henrietta Lacks, perempuan muda asal Baltimore yang sel kankernya diambil tanpa sepengetahuan dia tahun 1951. Sel HeLa menjadi materi paling penting dalam dunia pengobatan modern.

Rocky Carroll sebagai Sonny Lacks, anak ketiga Henrietta Lacks dan kakak lelaki Deborah.

Courtney B. Vance sebagai Sir Lord Keenan Kester Cofield, pengacara necis dari daerah Selatan yang mencoba memasukkan dirinya dalam pencapaian Rebecca untuk mendapat pengetahuan dan pengakuan.

Reg E. Cathey sebagai Zakariyya, anak terkecil Henrietta Lacks dan saudara Deborah Lacks.

Reed Birney sebagai Dr. George Gey, yang mengangkat sel HeLa cells dari Henrietta Lacks.

Leslie Uggams sebagai Sadie, sahabat dan sepupu Henrietta Lacks.

John Benjamin Hickey sebagai Bill Watson, editor Rebecca Skloot.

Ruben Santiago-Hudson sebagai Dr. Pattillo, doktor dan profesor ginekolog dari Morehouse School of Medicine, yang pertama kali membuat Rebecca Skloot terkesima dalam mendapatkan akses ke keluarga Lacks.

Byron Jennings sebagai Dr. Victor McKusick, ahli genetic dari Johns Hopkins.

John Douglas Thompson, sebagai Lawrence, putera terbesar Henrietta Lacks dan kakak lelaki Deborah.

Roger Robinson sebagai Day Lacks, suami Henrietta Lacks dan ayah dari seluruh anak-anaknya.

Adriane Lenox sebagai Barbara, isteri Lawrence, yang menampung Deborah, Sonny dan Zakariyya dari rumah Bibi dan Paman mereka, Ethel dan Galen, dan membesarkan mereka.

Gabriel Ebert sebagai Dr. Christoph Lengauer, yang memperlihatkan sel HeLa pertama kali ke keluarga Lacks.

Peter Gerety sebagai Paul Lurz, petugas admin di Rumah Sakit Crownsville.

John Beasley sebagai sepupu Henrietta Lacks, Cliff, dari Clover, Va.

Kyanna Simone Simpson sebagai young Deborah Lacks, puteri Henrietta Lacks.

 

#          #          #

 

Tentang HBO ASIA

HBO Asia yang berbasis di Singapura mampu memberikan pertama yang terbaik dari Hollywood ke Asia berkat lisensi eksklusif dengan studio-studio utama Hollywood – Paramount Pictures, Sony Pictures, Universal Studios, Warner Bros dan Lionsgate. HBO Asia mempunyai hak kepemilikan dan program-program produksi HBO dan HBO Asia Original peraih penghargaan yang diproduksi secara eksklusif bagi pemirsa HBO. Kepemilikan sepenuhnya oleh HBO (Time Warner Company), HBO Asia menjangkau 23 kawasan di seluruh Asia dengan enam kanal film berlangganan 24 jam tanpa jeda iklan: HBO, HBO Signature, HBO Family, HBO Hits, Cinemax dan RED by HBO, platform internet streaming, HBO GO, layanan berlangganan video on demand, HBO On Demand, dan di China, 级剧场 (ding ji ju chang).  HBO Asia juga menjadi distributor eksklusif untuk kanal BabyFirst dan DreamWorks di Asia. Kunjungi www.hboasia.com untuk informasi lebih lanjut.