Published On: Fri, Sep 23rd, 2016

Oracle Mengalahkan Amazon Web Services di Perbandingan Cloud Database

maxresdefaultSan Francisco, AS— 20 September 2016— Oracle Executive Chairman dan Chief Technology Officer, Larry Ellison, mendemonstrasikan bahwa database Amazon 20 tahun lebih terbelakang dari rilis terbaru yang dikeluarkan Oracle Database in the Cloud. Dalam presentasinya di Oracle OpenWorld 2016 di Moscone Center, San Fransisco, Ellison membagi analisis mendetail yang menunjukkan bahwa Oracle Database-as-a-Service (DBaaS) itu 105 kali lebih cepat untuk beban kerja Analitik, 35 kali lebih cepat untuk OLTP, dan 1000 kali lebih cepat untuk beban kerja campuran, dibanding Amazon DBaaS. Ellison juga menunjukkan bahwa Oracle Cloud dioptimalkan untuk menjalankan Oracle Database, sementara Amazon Web Services (AWS) tidak. Oracle Database yang dijalankan di Oracle Cloud itu mampu berjalan 24 kali lebih cepat jika dibandingkan dengan Oracle Database yang dijalankan di AWS.

 

“Teknologi terbaru Oracle akan mendorong database dan infrastruktur Cloud masa depan,” kata Ellison. “Amazon berpuluh-puluh tahun terbelakang di semua area database yang penting, dan sistem mereka lebih tertutup dari komputer mainframe.”

 

Ellison juga mengumumkan ketersediaan Oracle Database 12c Release 2 di Oracle Cloud dengan peluncuran Oracle Exadata Express Cloud Service yang baru. Layanan ini menyediakan Oracle Database edisi enterprise yang dijalankan di infrastruktur Exadata yang dioptimakan dengan database. Dengan biaya mulai 175 dolar AS per bulan saja, Ellison menunjukkan layanan Cloud ini berbiaya lebih rendah dibanding penawaran serupa dari Amazon.

 

Dengan peluncuran Oracle Database 12c Release 2 di Cloud, Oracle mendemonstrasikan bahwa Oracle Cloud adalah layanan Cloud paling optimal, lengkap, dan terintegrasi untuk Oracle Database. Rilis terbaru ini menyediakan akses tercepat, terbesar, dan paling dapat diandalkan di dunia untuk masuk ke teknologi database dengan biaya hemat dan di lingkungan Cloud terbuka. Selain itu, database nomor satu di dunia ini termasuk juga serangkaian inovasi yang berteknologi canggih, selagi menjaga investasi pelanggan dan mendukung transisi ke Cloud.

 

Ellison membagi analisis mendetail yang menunjukkan bagaimana Oracle DBaaS memberikan kinerja terbaik untuk analitik, online transaction processing (OLTP) dan beban kerja database campuran. Membandingkan antara Oracle DBaaS dengan Amazon, Ellison membangi analisis sebagai berikut:

 

  • Oracle Cloud Database jauh lebih cepat dibanding Amazon Cloud Databases:
    • Oracle Cloud lebih cepat 105 kali lipat untuk analitik, dibandingkan dengan Amazon Redshift
    • Oracle Cloud lebih cepat 35 kali lipat untuk OLTP, dibandingkan dengan Amazon Aurora

 

  • Amazon berada 20 tahun di belakang Oracle dalam hal teknologi database
    • Amazon Aurora melewatkan fitur OLTP yang Oracle kirim 20 tahun lalu, termasuk klaster read-write yang terskala, SQL paralel, dan kemampuan untuk mereplikasi database terenkripsi
    • Amazon Redshift melewatkan fitur analitik yang dikirim Oracle 20 tahun lalu, termasuk partisi tabel, tampilan termaterialisasi, dukungan untuk jenis rich data dan optimasi canggih

 

  • Amazon databases tidak mendukung beban kerja campuran
    • Oracle menjalankan beban kerja analitik 1000 kali lebih cepat, dibandingkan dengan Amazon Aurora
    • Oracle menjalankan beban OLTP 1000 kali lebih cepat, dibandingkann dengan Amazon Redshift

 

  • Database Amazon lebih tertutup dibanding database IBM Mainframe, dan tidak kompatibel dengan aplikasi database on-premise yang ada di perusahaan
    • Amazon Aurora, Amazon Redshift dan Amazon DynamoDB hanya dapat dijalankan di AWS
    • Dengan AWS, perusahaan tidak bisa melakukan dev/test untuk on-premise, tidak bisa menggunakan proteksi bencana untuk on-premise, manajemen tidak kompatibel dengan on-premise
    • Database Amazon tidak kompatibel dengan aplikasi database perusahaan yang sudah ada, seperti Oracle, DB2, SQL Server dan Teradata, sehingga memaksa perusahaan untuk membuang investasi on-premise selama bertahun-tahun

 

Ellison juga mendemonstrasikan bahwa AWS tidak teroptimasi untuk Oracle Database:

  • Oracle Database lebih cepat 24 kali lipat untul analitik di Oracle Cloud Platform, dibandingkan dengan di Amazon Web Services
  • Oracle Database lebih cepat 8 kali lipat untuk OLTP di Oracle Cloud Platform, dibandingkan dengan di Amazon Web Services
  • AWS memiliki kinerja penyimpanan yang terbatas: Amazon Elastic Block Storage terbatas sampai 48,000 IOPs/noda, yang berarti 8 kali lebih lamban dibandingkan dengan Oracle Cloud; Amazon Elastic Block Storage terbatas sampai 800 MB/sec/noda, yang berarti 19 kali lebih lamban dibandingkan dengan Oracle Cloud
  • AWS tidak bisa melampaui Oracle dalam ukuran noda: AWS tidak menyediakan dukungan untuk Oracle Real Application Cluster

 

Oracle adalah satus-satunya vendor dengan portabilitas beban kerja di on-premise dan penerapan Cloud. Ini membantu memastikan bahwa pelanggan dapat terus memanfaatkan investasi yang sudah ada, menekan biaya, dan dengan mudah merasakan efisiensi Cloud. Dengan inovasi yang terbukti dan kinerja industri terdepan di seluruh platform, dari infrastruktur hingga database, termasuk dukungan untuk beban kerja campuran, Oracle Data Management Cloud adalah pemimpin di masa kini dan masa depan.