[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','//www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-54246312-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');
Published On: Mon, Sep 18th, 2017

Pabrik Sinar Mas Cepsa Mulai Produksi Alkohol Lemak Berbasis Nabati

Share This
Tags

Dumai, 14 September 2017 – Sinar Mas Cepsa hari ini meresmikan pabrik oleokimia pertamanya di Indonesia, dengan investasi senilai 300 juta Euro (setara dengan Rp 4,77 Triliun). Pabrik yang dibangun selama dua tahun tersebut akan memproduksi alkohol lemak (fatty alcohol) dari minyak inti sawit berkelanjutan sebagai bahan utama pembuatan produk yang digunakan sehari-hari seperti bahan pembersih rumah tangga dan produk perawatan pribadi.

Sinar Mas Cepsa adalah perusahaan patungan antara Sinar Mas Agribusiness and Food, perusahaan kelapa sawit terbesar kedua di dunia yang terintegrasi secara vertikal, dan Cepsa, perusahaan energi terpadu dan terkemuka yang berpusat di Madrid, Spanyol. Cepsa dikenal sebagai pemimpin di dunia dalam produksi alkilbenzena linier (LAB) yang digunakan untuk membuat deterjen berbahan dasar organik yang dapat terurai (biodegradable).

Acara peresmian pabrik pertama Sinar Mas Cepsa di Indonesia yang berlokasi di Dumai, Sumatera, dihadiri oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartanto; Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman serta Chairman dan CEO Sinar Mas Agribusiness and Food, Franky O. Widjaja; dan CEO Cepsa Pedro Miro.

“Usaha patungan ini diciptakan dengan visi untuk menjadi produsen alkohol lemak berbasis nabati serta turunannya yang terdepan dengan skala global dan dengan pasokan bahan baku yang berkelanjutan. Integrasi vertikal Sinar Mas Cepsa dan peluncuran pabrik di Dumai ini merupakan langkah penting yang kami lakukan untuk mencapai visi ini. Melalui usaha patungan ini kami dapat meningkatkan nilai tambah bagi produk turunan kelapa sawit dan terus mencipatakan lapangan kerja di Indonesia,” kata Chairman dan CEO Sinar Mas Agribusiness and Food, Franky O Widjaja.

Vice Chairman dan CEO Cepsa, Pedro Miró menambahkan, “Divisi kimia Cepsa adalah kunci utama dalam strategi pertumbuhan kami. Perusahaan kami memiliki portofolio yang luas dan beragam. Khususnya untuk industri kimia, unit-unit bisnis di mana kami beroperasi adalah yang terdepan. Menambah rantai nilai alkohol lemak berbasis nabati merupakan langkah terbaru dalam rencana internasionalisasi kami. Dan sangatlah penting bagi kami untuk bermitra dengan para ahli dalam bidangnya yang terpercaya dan bereputasi baik.”

“Cepsa memang ingin memperluas portofolio petrokimia dengan produk berbasis nabati,” ujar CEO Sinar Mas Cepsa, Kung Chee Whan. ”Karena itu, bermitra dengan Sinar Mas Agribusiness and Food, sebagai salah satu produsen kelapa sawit terkemuka di dunia adalah pilihan yang tepat. Bentuk kemitraan yang menggabungkan kekuatan dari kedua sisi terlihat dari pabrik kami di Dumai. Pabrik ini memanfaatkan teknologi dan keahlian Cepsa pada oleokimia dan mengandalkan bahan baku yang berkelanjutan dari Sinar Mas Agribusiness and Food,” lanjutnya.

Deputy CEO Sinar Mas Cepsa, José María Solana mengatakan, “Jika kami coba untuk meringkas hanya dalam satu kata perihal proyek ini, saya rasa kata yang tepat adalah „Baru‟. Stok bahan baku baru – ini adalah pertama kalinya kami memproduksi bahan kimia yang tidak berasal dari minyak namun berbasis nabati, lokasi baru, bisnis baru, dan juga pasar yang baru.”

Pabrik Dumai memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 160.000 metrik ton alkohol lemak per tahun. Penjualan alkohol lemak berbasis nabati kian diminati sebagai bahan baku untuk produk perawatan pribadi dan deterjen cair. Fokus utama penjualan dari Pabrik Dumai adalah pasar-pasar di Asia.

Pabrik ini secara langsung memberikan lapangan pekerjaan bagi 300 tenaga kerja Indonesia. Juga akan mendukung pertumbuhan industri bahan kimia di Indonesia melalui transfer pengetahuan serta penerapan teknologi terdepan dalam memproduksi alkohol lemak dari bahan baku nabati yang berkelanjutan.

Pabrik Dumai sepenuhnya telah beroperasi secara mandiri. Pabrik ini mampu menghasilkan listrik sendiri, mengolah limbah dan mengelola logistiknya sendiri. Selain itu, Pabrik Dumai memiliki lokasi yang strategis, bersebelahan dengan Kilang minyak Lubuk Gaung milik Sinar Mas Agribusiness and Food yang memasok minyak inti sawit untuk pabrik tersebut. Kilang Minyak Lubuk Gaung telah memperoleh sertifikasi RSPO dan dapat ditelusuri asal bahan bakunya.

***

 

Tentang Sinar Mas Agribusiness and Food
Sinar Mas Agribusiness and Food yang beroperasi di bawah Golden Agri-Resources Ltd (GAR) adalah salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terkemuka dengan total luas areal tanam di Indonesia mencapai lebih dari 480.000 hektar (termasuk kebun milik petani swadaya). Sinar Mas Agribusiness and Food memiliki operasi terpadu yang memproduksi bahan pangan yang berbahan baku minyak nabati. Melalui usahanya perusahaan menciptakan lapangan kerja bagi 170,700 penduduk di Indonesia.

Fokus utama perusahaan adalah memproduksi minyak kelapa sawit berkelanjutan. Di Indonesia, beberapa kegiatan utama perusahaan meliputi budidaya dan pemanenan pohon kelapa sawit; pengolahan tandan buah segar menjadi minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit; penyulingan CPO menjadi produk dengan nilai tambah seperti minyak goreng, margarin, shortening dan biodiesel; serta produk dari kelapa sawit di seluruh dunia. GAR juga beroperasi di China dan India dengan memiliki pelabuhan, pabrik penghancur biji sawit, memproduksi berbagai produk minyak nabati olahan, serta produk makanan lainnya seperti mie. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi: www.goldenagri.com.sg

Tentang Cepsa
Cepsa adalah grup energi yang sepenuhnya dimiliki oleh International Petroleum Investment Company (IPIC) yang mempekerjakan sekitar 10.000 orang, yang beroperasi pada setiap tahap rantai nilai hidrokarbon: eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi, penyulingan, distribusi dan pemasaran minyak mentah dan alam turunan gas alam, biofuel, penjualan listrik dan kogenerasi.

Cepsa telah mengembangkan divisi bahan kimia vital yang terintegrasi erat dengan bisnis penyulingan yang akan memproduksi dan memasarkan bahan baku untuk produk bernilai tambah tinggi, terutama digunakan untuk membuat plastik dan deterjen berbahan dasar organik yang dapat terurai (biodegradable) bagi generasi berikutnya. Cepsa memiliki posisi terdepan di Spanyol melalui ekspansi bisnis internasional yang progresif dan beroperasi di beberapa benua serta memasarkan produknya di seluruh dunia.