Published On: Mon, May 18th, 2015

Pelajar Indonesia Raih Penghargaan pada Intel International Science and Engineering Fair

Share This
Tags

Intel ISEFJAKARTA, Indonesia – 18 Mei 2015 – Tiga tim pelajar dari Indonesia mendapatkan penghargaan untuk kategori Matematika, Ilmu Material dan Kimia. I Dewa Gede Ary Palguna dan I Kadek Sudiarsana dari SMAN Bali Mandara Singaraja di Bali menerima Penghargaan Keempat dalam kategori untuk karya ilmiah mereka berjudul “Motifs Development of Gringsing Sarong”.

Penghargaan Keempat untuk kategori Ilmu Material juga diberikan kepada Luca Cada Lora dan Galih Ramadhan dari Surakarta SMA Negeri 1 Surakarta untuk karya ilmiah mereka berjudul “Packed VolcASH: An Inorganic Nature of Heavy Metals Absorbent”.

Perwakilan dari SMA Katolik Gembala Baik di Kalimantan Barat, yaitu Shinta Dewi dan Hansen Hartono, mendapatkan Sertifikat Penyebutan Terhormat (Honorable Mention) dalam kategori Kimia untuk karya ilmiah mereka berjudul ‘Bagasse-Based Activities Carbon as Effective Adsorbent for Heavy Metal Contamination from Industrial Activities (Case Study: Gold Mining Area in Mandor River, West Kalimantan.

“Intel meyakini bahwa anak muda adalah kunci dari inovasi masa depan dan dalam rangka menghadapi tantangan global di masa depan, kami membutuhkan pelajar dari berbagai latar belakang untuk terlibat dalam bidang sains, teknologi dan matematika,” kata Deva Rachman, Corporate Affairs Director Intel Corporation. “Kami berharap para pemenang bisa memberikan inspirasi kepada anak muda lainnya untuk mengejar minat mereka di bidang-bidang ini dan menuangkan segala keingintahuan, kreativitas dan kecerdasan mereka untuk kebaikan banyak orang.”

Sedangkan Raymond Wang, 17 tahun, dari Kanada meraih penghargaan juara pertama untuk karya ilmiahnya berupa sistem inlet udara baru untuk pesawat terbang yang bisa memperbaiki kualitas udara dan mengurangi penularan penyakit pada Intel International Science and Engineering Fair tahun ini, sebuah program dari Society for Science and the Public.

Sistem yang dibuat Wang memperbaiki ketersediaan udara segar di kabin lebih dari 190 persen sekaligus mengurangi konsentrasi pathogen yang dihirup penumpang hingga 55 kali dibanding disain konvensional, dan bisa dengan mudah dan secara ekonomis dipasang pada sistem yang sudah ada di pesawat terbang saat ini. Wang menerima penghargaan Gordon E. Moore sebesar US$ 75.000, yaitu penghargaan sebagai bentuk penghormatan kepada penemu dan ilmuwan Intel tersebut.

Nicole Ticea, 16 tahun, dari Kanada menerima satu dari dua Penghargaan Ilmuwan Muda Yayasan Intel dengan hadiah sebesar US$ 50.000 karena telah mengembangkan perangkat tes murah dan mudah digunakan untuk melawan tingginya tingkat infeksi HIV yang tak terdiagnosa pada komunitas dengan pendapatan rendah. Perangkat bebas listrik sekali pakainya ini bisa memberikan hasil tes dalam waktu satu jam dan hanya membutuhkan biaya produksi sebesar US$ 5. Ticea saat ini telah mendirikan  perusahaannya sendiri dan baru saja menerima bantuan dana sebesar        US$ 100.000 untuk melanjutkan pengembangan teknologi yang dibuatnya.

Karan Jerath, 18 tahun, dari Friendswood, Texas, menerima satu lagi Penghargaan Ilmuwan Muda Yayasan Intel dengan hadiah sebesar US$ 50.000 karena telah memperbaiki dan menguji perangkat yang memungkinkan pemulihan sumur bawah laut pasca terjadinya blowout atau semburan liar. Jerath mengembangkan penampung yang lebih baik dengan kemampuan memisahkan gas alam, minyak dan air laut; mengakomodasi perbedaan kedalaman laut, ukuran pipa dan komposisi fluida, sekaligus mencegah pembentukan methane hydrate yang berpotensi menyebabkan penyumbatan.

Society for Science & the Public, sebuah organisasi non profit yang berdedikasi untuk peningkatan partisipasi publik dalam sains dan pendidikan sains, telah memiliki dan menyelenggarakan kompetisi ini sejak mulai didirikan pada tahun 1950 dengan nama National Science Fair.

“Selamat untuk Raymond, Nicole dan Karan! Mereka dipilih sebagai pemenang utama karena telah menunjukkan karya yang luar biasa dengan pencapaian sesuai umur mereka yang masih muda dalam berbagai topik,” kata Maya Ajmera, Presiden dan CEO Society for Science and the Public. “Kami akan terus mengamati perkembangan bukan hanya mereka, tapi juga finalis lainnya dari Intel International Science and Engineering Fair, dan mengejar kepentingan mereka dalam STEM. Mereka sungguh adalah generasi pelajar muda berbakat dengan kemampuan menyelesaikan masalah dan berinovasi.”

The Intel International Science and Engineering Fair memberikan penghormatan pada ilmuwan pelajar yang paling menjanjikan, inovator dan ahli teknik. Dari tahun ke tahun, finalis dipilih dari ratusan kompetisi terafiliasi serupa. Karya ilmiah mereka kemudian dievaluasi secara langsung oleh sekitar 1.000 juri dari berbagai disiplin ilmu, dengan gelar Ph.D atau ahli dengan pengalaman profesional setidaknya 6 tahun di salah satu disiplin ilmu.

Intel International Science and Engineering Fair 2015 didanai secara bersama oleh Intel dan Yayasan Intel dengan penghargaan tambahan serta dukungan dari puluhan korporasi, organisasi akademis, pemerintahan dan organisasi yang fokus pada sains. Tahun ini, sekitar US$ 4 juta telah diberikan pada para pemenang.

 

Mengenai intel

Intel (NASDAQ: INTC) adalah pemimpin di tingkat global dalam inovasi komputasi. Perusahaan merancang dan membangun teknologi esensial sebagai landasan penting untuk perangkat komputasi dunia. Sebagai pemimpin dalam corporate responsibility dan sustainability, Intel memproduksi microprosessor ‘bebas konflik’ komersial pertama di dunia. Informasi lebih lanjut mengenai Intel ada di newsroom.intel.com dan blogs.intel.com, dan mengenai produk Intel lain yang ‘bebas konflik’ bisa dilihat di conflictfree.intel.com.