Published On: Fri, Mar 18th, 2016

Peluncuran DBS-NUS Social Venture Challenge Asia 2016

DBS-NUS-SVCA-LogoSingapore, 18 Maret 2016– Hari ini, National University of Singapore (NUS) Enterprise dan DBS Foundation meluncurkan DBS-NUS Social Venture Challenge Asia 2016 (SVC Asia 2016). Ini adalah kompetisi perencanaan bisnis se-Asia yang sudah berjalan selama tiga tahun terakhir. SVC Asia ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendukung usaha sosial yang dapat menampilkan skalabilitas, keberlanjutan dan potensi yang ada untuk menghasilkan dampak sosial lintas negara. Lebih dari 300 individu dan mitra korporasi dari setiap wilayah akan hadir sebagai juri, mentor dan pembicara.

Dalam lima bulan ke depan, peserta SVC Asia akan mempelajari mengenai usaha sosial melalui berbagai pelatihan secara langsung dan online. Sesi pelatihan dan pengadaan ini didukung oleh berbagai mitra dari Singapura, Taiwan, Hong Kong, China, Indonesia, Kamboja dan Myanmar. Para semi finalis akan hadir di Singapura untuk menerima dan mendapatkan bimbingan secara eksklusif sebelum mengikuti dua babak penjurian di Agustus 2016. Nantinya, para pemenang akan mendapatkan penghargaan dan hadiah berupa uang senilai lebih dari S$170.000 yang nantinya dapat digunakan untuk pendanaan usaha sosial mereka. Hadiah ini termasuk tambahan sebesar S$10.000 untuk masing-masing peserta, penghargaan dari Sygenta Agriculture Social Enterprise, dan hadiah sebesar S$50.000 dari raISE VentureForGood Grant. Untuk meraih kesuksesan yang lebih baik, usai kompetisi nanti, para pemenang akan mendapat dukungan dari DBS Foundation, NUS Enterprise dan para mitra lainnya dari SVC Asia.

Lebih dari dua tahun, jumlah peserta dan negara yang berpartisipasi telah meningkat secara signifikan. Pada 2014, lebih dari 400 peserta dari 20 negara ikut mendaftar. Pada 2015, meningkat menjadi 680 peserta dari 30 negara. Kemajuan ini menggambarkan tumbuhnya ketertarikan pada kewirausahaan sosial dan memberikan solusi di Asia. Khususnya pada usaha yang bergerak di sektor edukasi, kesehatan, agrikultur, web/mobile, dan lingkungan.

Selaku negara berkembang, Indonesia masih memiliki banyak permasalahan sosial yang tersebar hampir di seluruh wilayahnya, dan salah satu contohnya adalah kemiskinan. Tahun ini, untuk menurunkan angka kemiskinan di Indonesia, pemerintah akan mencairkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 yang dialokasikan untuk 6 juta masyarakat dengan kategori sangat miskin (KSM).  Namun, baiknya upaya menekan angka kemiskinan jangan hanya datang dari pihak pemerintah saja. Bank DBS melalui DBS Foundation melihat bahwa upaya penyelesaian isu sosial bukan hanya merupakan tanggung jawab pemerintah, namun pelaku kepentingan lainnya termasuk pihak swasta. Dengan kegiatan SVC Asia, kami melihat banyak nya potensi di Indonesia, terutama pada kewirausahaan sosial, dilihat dari peserta dari Indonesia sebanyak 75 organisasi/wirausaha sosial di tahun 2015 lalu. Bank DBS meyakini dengan komitmen untuk terus mendukung kewirausahaan sosial, sehingga diharapkan berbagai macam permasalahan sosial yang terjadi di Indonesia akan terselesaikan.

Tahun lalu, Kakoa Chocolate, finalis SVC Asia yang merupakan wirausaha sosial asal Bandar Lampung berhasil menjadi salah satu finalis yang berangkat ke Singapura untuk mengikuti sesi pelatihan, dan pendampingan yang komprehensif. Pendiri Kakoa, Sabrina Mustopo mengungkapkan rasa syukur mereka atas banyaknya manfaat yang didapat, selain itu kegiatan ini merupakan wadah yang baik untuk mengembangkan jejaring dengan wirausaha sosial lainnya di Asia. Salah satu hal yang paling berkesan adalah di saat mereka diajak berpikir untuk menciptakan perubahan yang baik untuk kehidupan para petani cokelat dan komunitas di sekitarnya, memberikan pendapatan yang lebih baik, serta cara untuk mempererat hubungan dengan para petani.

Dan seperti yang diketahui tahun ini merupakan tahun ke-3 untuk penyelenggaraan SVC Asia, dan sebagaimana kami sedang mencoba untuk menjangkau para individu yang tertarik pada wirausaha sosial demi Asia yang lebih baik, kami akan sangat berterima kasih apabila Anda bersedia untuk memublikasikan SVC Asia. Untuk informasi lebih lanjut, dapat dilihat di (http://socialventurechallenge.asia/).