Published On: Tue, Sep 20th, 2016

Pemerintah Akan Uji Coba ‘Fullday School’ untuk Sekolah yang Siap

Presiden Jokowi didampingi Seskab Pramono Anung menjawab pertanyaan jurnalis usai meninjau Program PMT, Senin (19/9), di Ponorogo. (Foto: Humas/Oji)

Presiden Jokowi didampingi Seskab Pramono Anung menjawab pertanyaan jurnalis usai meninjau Program PMT, Senin (19/9), di Ponorogo. (Foto: Humas/Oji)

Jakarta, 19 September 2016- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan harapan pemerintah agar etika sopan santun betul-betul diterapkan di dalam kurikulum, baik dalam bentuk koekstrakulikuler atau di dalam kurikulumnya.

“Jadi kenapa fullday (school) itu dilakukan karena kita ingin pendidikan etika, pendidikan budi pekerti, sopan santun, karakter kerja keras, karakter optimis itu ada di anak-anak kita kita. Itu penting sekali,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai peninjauan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), di Lapangan Kantor Kecamatan Jambon, Desa Jambon, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jatim, Senin (19/9) siang.

Program fullday school itu, lanjut Presiden, terutama ditujukan untuk pendidikan dasar di TK, SD, dan SMP. Saat ini teknis pelaksanaan fullday school masih dimatangkan di Kemdikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan).

“Tetapi masih nanti dicoba, tidak semuanya. Masih dicoba di satu, dua, tiga, dan empat provinsi terlebih dahulu, terutama yang berada di kota dan sekolah yang siap, kita tidak akan memaksakan. Nanti dievaluasi,” tambah Presiden.

Sebelumnya saat berkunjung ke Pondok Modern Darussalam Gontor,  Presiden Jokowi juga menekankan agar persentase pendidikan terutama di SD dan SMP diberikan persentase lebih tinggi untuk pendidikan-pendidikan etika, budi pekerti, dan sopan santun. Rencana penerapan fullday school dilakukan untuk menambahkan hal-hal yang berkaitan dengan nilai-nilai tersebut. (RMI/ES)