Published On: Thu, Sep 29th, 2016

Pemerintah Luncurkan Obligasi Negara Ritel ORI013

oriJakarta, 29 September 2016- Hari ini, Kamis (29/09) pemerintah secara resmi meluncurkan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI013. Peluncuran dilakukan secara langsung oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Robert Pakpahan di Aula Djuanda Kementerian Keuangan, Jakarta.

Peluncuran tersebut sekaligus menandakan dimulainya masa penawaran ORI013 pada 29 September 2016 hingga 20 Oktober 2016. Dengan tenor tiga tahun, ORI013 akan jatuh tempo pada 15 Oktober 2019. Minimum pemesanan obligasi negara ini sebesar Rp5 juta dan kelipatannya, dengan maksimum pemesanan Rp3 miliar.

Dengan status dapat diperdagangkan di pasar sekunder (tradable), minimum holding period obligasi ini adalah dua kali pembayaran kupon. ORI013 sendiri menawarkan kupon tetap (fixed rate) sebesar 6,60 persen per tahun, yang pembayaran kuponnya akan dilakukan setiap bulan.

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko mengakui, tingkat kupon ORI013 memang lebih rendah dibanding seri-seri ORI sebelumnya. Penurunan tingkat kupon tersebut, menurutnya, seiring dengan membaiknya fundamental ekonomi domestik serta tren menurunnya inflasi.

“Dibanding tahun lalu, (tingkat kupon ORI013) memang lebih rendah, tapi ini seiring dengan perkembangan fundamental ekonomi Indonesia yang semakin baik,” jelasnya. Ia menambahkan, tingkat kupon tersebut tergolong masih lebih tinggi dibandingkan banyak negara lain di dunia.

Sebagai informasi, investor dapat memesan ORI013 melalui 24 agen penjual yang telah ditunjuk oleh pemerintah, yang terdiri atas 18 bank dan 6 perusahaan sekuritas. Ke-24 agen penjual tersebut yaitu Bank ANZ Indonesia, Bank Bukopin, Bank Central Asia, Bank CIMB Niaga, Citibank, N.A., Bank Danamon Indonesia, Bank DBS Indonesia, HSBC, Bank Maybank Indonesia, Bank Mega, Bank Negara Indonesia, Bank OCBC NISP, Bank Panin, Bank Permata, Bank Rakyat Indonesia, Standard Chartered Bank, Bank Tabungan Negara, Bank Mandiri, Danareksa Sekuritas, Indo Premier Securities, Mega Capital Indonesia, MNC Securities, Sucorinvest Central Gani, dan Trimegah Sekuritas Indonesia.(nv)