Published On: Thu, Mar 8th, 2018

Perayaaan 50 Tahun Puma Suede

Share This
Tags

Di tahun 2018 ini, merek olahraga global PUMA merayakan 50 tahun terciptannya PUMA SUEDE. Koleksi klasik yang sudah menerjang berbagai generasi ini memang diakui telah menginspirasi berbagi kultur kaum urban mulai dari musik, fashion, street dan pop culture. Dan sebagai bentuk apresiasi bagi para insan yang telah mengilhami dunia dengan karya-karyanya, PUMA dengan bangga mempersembahkan sebuah kampanye HOUSE of LEGEND dimana merangkul beberapa ikon lagenda dari pilar kaum urban tersebut untuk berkolaborasi di perayaan ke 50 tahun ini, termasuk di Asia Tenggara : Singapura, Malaysia dan Indonesia

Beberapa nama yang menjadi sosok unggulan bagi PUMA Indonesia di masing-masing pilar:

FASHION :
Dendy Darman / UNKL347 / @dendy_darman
Pria kelahiran Makassar ini kini yang lebih kerap dikenal sebagai enterpreneur, interior desainer, furniture enthusiast dan pecinta olahraga seperti skate dan surfing. Lulusan dari salah satu universitas terkemuka di Bandung, ITB ini memulai awal kariernya di era 90 dengan melansir merek baju dan sepatu yang tersohor 347. Kesan street dengan tema skater di masa itu tentunya masih ingat untuk mengasosiasikan Bandung sebagai rumah bagi kultur anak muda gaya di masa itu. Seiring berjalannya waktu, ekspansi yang dilakukannya ke kota-kota lain telah melahirkan banyak inspirasi termasuk Jakarta yang pada akhirnya lahir UNKL347.

Ragam produk mulai dari aksesori, baju hingga perlengkapan rumah tangga dan furnitur didesainnya dengan beragam ide kreatif yang segar, unik dan menjadikannya sebagai sosok yang cukup terpandang di industri clothing Indonesia.

Hakim Satriyo / @hakimsatriyo
Pria bernama lengkap Hakim Satriyonegoro ini telah menjadi salah satu ikon yang tak asing di ranah fashion high-end tanah air sejak lama. Sebagai seorang fotografer fashion terkemuka, Hakim telah banyak berkolaborasi dan kerjasama dengan nama-nama besar serta merek-merek ternama dengan karya-karya impresif. Kesenangan akan fashion fotografi memang sudah disadari sejak lama oleh pria lulusan Industrial Design di Limkokwing University of Creative Technology dan Curtin University ini. Dia juga dikenal dengan gaya mengabadikan obyek foto dimana teknik ditunjukan dengan sensitivitas artistik yang elegan dan canggih namun juga mengesankan simpel tanpa rasa berlebihan. Karya-karyanya tersebut tentunya sudah menjelajah ragam majalah elite ibukota seperti Prestige, Forbes, ELLE hingga Harper’s Bazaar dan masih banyak lagi.
POP :
Sanchia Hamidjaja / @sanchimilikiti
Dengan berlatar pendidikan Communication Design di Swinburne University of Technology Melbourne, Australia, wanita yang lebih dikenal sebagai visual artist dan ilustrator ini memang sudah cukup dipandang dengan detail comic-style-nya. Jika beberapa orang menganggap mural sebagai tindakan vandalism, namun hal itu berbeda jika melihat karya Sanchia. Modern twist yang cenderung fun dihadirkan wanita yang pernah bekerja di advertising selama 7 tahun ini pada setiap tembok atau pun bidang-bidang karya yang dibuatnya.

Tidak diragukan lagi jika memang karya-karya telah terpanjang di pameran-pameran dan galeri seni di Indonesia, termasuk untuk pameran tunggal yang pernah digelarnya “Yin & Yang Dogs”.

Agan Harahap / @aganharahap
Mengawali karir sebagai pelukis dan ilustrator ketika belajar di Jurusan Desain Grafis Sekolah Tinggi Desain Indonesia (STDI), Bandung, pria yang pernah bekerja sebagai fotografer senior untuk Trax Magazine ini sudah berpartisipasi dalam sederet pameran seni di Indonesia mau pun mancanegara, seperti JPG fashion Photography di Space Gallery, Amerika, Daegu Culture andn Art Center di Korea, Ricoh Ring Cube Gallery di Jepang, Galeria Christopher Paschall di Bogota serta Singapura dan Malaysia.

Ide skenario photoshop para selebriti dan politikus tersohor digambarkan seakan realitas menjadi medium penyampaian pesannya dalam menggambarkan pesan isu sosial yang terjadi. Tak jarang parodi visual yang dihadirkan seakan menurunkan ketegangan yang terjadi di situasi negatif dan segala konotasi yang terhubung dengan situasi tersebut.
STREET:
Tuyuloveme / @tuyuloveme
Dia mulai meninggalkan jejak artwork di jalanan Indonesia sejak 2006 hingga saat ini dia berkarya di Yogyakarta. Dengan motto “paint and do it happily” ia mengamini setiap karya dari bakatnya tersebut. Graffiti yang seringkali disimbolkan sebagai bentuk dari ekspresi rebel malahan tidak nampak pada karya-karya Tuyuloveme yang lebih cenderung lucu dan nakal. Inspirasi yang didapatkannya pun dari berbagai budaya melalui karya-karya seni yang unik di tempat-tempat yang dikunjunngi selama perjalanan wisata. Dan di sisi lain, misi untuk mengajar generasi muda melalui seni merupakan tujuan mulia dari seniman yang sudah berkolaborasi dengan seniman lain di dunia.

Karya awal Tuyuloveme dapat digambarkan sebagai graffiti tradisional. Pada karyanya, ia menggunakan huruf kapital yang sudah tak asing lagi bagi kita. Gaya seninya, lalu berubah karena ia ingin menampilkan sisi dirinya yang lain didalam karya tersebut. Tuyuloveme ingin memperlihatkan sisinya yang lucu, jail dan juga nakal. Ia mendapat pengaruh dan juga inspirasinya dari perjalanan wisata yang telah dilakukan, serta dari kemampuannya untuk menjangkau masyarakat dari berbagai lapisan, melalui karya-karya graffitinya. Dengan mempelajari berbagai budaya melalui karya-karya seni unik dari suatu tempat, ia dapat memperkaya pengalamannya – dimana pengalaman itu dituangkan melalui karya graffitinya. Karya-karyanya yang dipajang diseluruh dunia merupakan suatu bukti keberhasilannya. Dimana misinya adalah untuk mengajar generasi muda melalui seni dan disiplin dari lingkungan organisasinya (RCLS, Singapore based urban art collective), dan juga dari kolaborasinya dengan artis-artis seni di seluruh dunia.

Semmy / @semmy.blank
Dengan meningkatnya minat tren musik hip-hop, rap dan fenomena K-pop di Indonesia, hal ini pun semakin menambah minat menari masyarakat di Indonesia. Hal ini merupakan titik cerah bagi seorang koreografer yang juga seorang penari handal, Semmy Blank dalam mengembangkan konsep-konsep baru yang segar dalam industri tari freestyle saat ini. Berbagai pentas global serta kompetisi bertaraf internasional telah membawa nama Semmy Blank menjadi pemenang mau pun juri yang cukup dipandang. Keinginan untuk lebih membawa generasi muda ke arah yang positif melalui tarian yang provokatif. Berbagai kelas dan workshop pun rutin digelarnya guna mencapai cita-citanya tersebut.

MUSIC
Reza Arnanda (DJ Cream) / @deejaycream
Reza Arnanda, yang lebih dikenal dengan nama panggungnya sebagai DJ Cream, berhasil menjadi salah satu pelopor dunia clubbing di Indonesia. Dengan memulai karirnya pada tahun 1977, pria yang terinspirasi kehidupan kota New York ini juga dikenal dengan kemahirannya untuk menggabungkan berbagai macam aliran dari house, ke R&B, sampai dengan musik klasik. Oleh karena itu, ia pun cukup dianggap sebagai salah sosok terpandang di ranah nightlife Indonesia.

Berbagai panggung perhelatan dansa telah menjadi tempat atraksinya mulai dari
the Junction (Bali), Soul Nationa, Java Jazz, dan juga main di Djakarta Warehouse Project selama tiga tahun berturut-turut – acara electronic dance festival terbesar di Asia Tenggara.

Kontribusinya terhadap dunia musik, tidak hanya terbatas pada dirinya sendiri, ia memulai kelompok promotor pesta Hip Hop pertama yang disebut sebagai Soul Menace, dan terus menjadi tuan rumah di berbagai tempat-tempat terkenal di Jakarta. Kemahirannya ini pun telah membawa namanya hingga ke Australia, Amerika dan juga Eropa. Ia juga telah memenangkan berbagai penghargaan bergengsi, seperti ‘Best DJ’ pada penghargaan Paranoia tahun 2006 dan juga ‘Best International Break Through Artist’ yang mengangkat riwayatnya dari sekedar terkenal di Jakarta, menjadi duta besar Indonesia untuk rangkaian klub internasional.

Baskara Putra (.Feast) / @wordfangs
Insan muda yang juga merupakan musisi/produser rekaman ini sudah cukup melambung berkat keterlibatannya dengan band rock Indonesia, .Feast. Album perdana mereka “MULTIVERSES” (2017) merupakan karya yang banyak terpengaruh grup band Amerika & inggris seperti Queens of The Stone Age, Black Rebel Motorcycle Club dan Kasabian. Walau terhitung muda di kancah musik indie tanah air, .Feast seakan tidak surut dari pujian di berbagai media seperti Jakarta Post, ANTARA News, The Rollong Stone, Kumparan dan masih banyak lagi. Di luar proyek bersama .Feast, Baskara kii juga sedang mempersiapkan album solo perdananya dan juga menjadi brand manager untuk Double Deer.

Sebagai sebuah perayaan hari jadinya, PUMA Indonesia akan berpartisipasi di Jakarta Sneakers Day yang akan diselenggarakan di Senayan City, Jakarta pada tanggal 1 hingga 3 Maret 2018. Selain akan menampilkan artworks kolaborasi para legends Indonesia, PUMA juga menjagokan koleksi kolaborasi SUEDE khusus yakni PUMA B-BOY, PUMA x HELLO KITTY, PUMA x MICHAEL LAU dan PUMA x FUBU yang sudah tersedia bagi para pecinta koleksi PUMA klasik ini.

Ikuti akun @PUMASportstyle untuk semua update terbaru dari Suede 50 dan cek #ForAllTime to keep up with the conversation.

Untuk rekan media yang ingin menyaksikan video kampanye dari PUMA SUEDE 50th silakan simak langsung di https://www.youtube.com/watch?v=32-dVIPWONg

#FORALLTIME
PUMA

PUMA merupakan salah satu merek olah raga global terkemuka perancang, pengembang, penjual dan pemasar sepatu, pakaian dan aksesoris. Selama lebih dari 65 tahun, PUMA tercatat sejarah sebagai pembuat desain produk cepat untuk atlet-atlet tercepat di dunia. PUMA menawarkan kinerja dan produk-produk olahraga yang terinspirasi gaya hidup melalui berbagai kategori produk, yang meliputi Football, Running Training, Golf dan Motorsports. PUMA terlibat dalam kolaborasi desain dengan merek-merek perancang ternama untuk menghadirkan desain inovatif dan cepat untuk dunia olah raga. ”PUMA Group” membawahi merek PUMA, Cobra Golf, dan Dobotex. PUMA memasarkan produk-produknya di lebih dari 120 negara, memperkerjakan lebih dari 10.000 orang di seluruh dunia dan berkantor pusat di Herzogenaurach, Jerman. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi http://www.puma.com.