Published On: Thu, May 5th, 2016

Peringati Isra Miraj, Presiden Ingatkan Santri Bersiap Hadapi Era Persaingan

Presiden Jokowi memberikan sambutan pada Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, Rabu (4/5) malam, di Pondok Pesantren API, Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah. (Foto: Humas/Jay)

Presiden Jokowi memberikan sambutan pada Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, Rabu (4/5) malam, di Pondok Pesantren API, Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah. (Foto: Humas/Jay)

Magelang, 4 Mei 2016- Usai meresmikan 3 pasar di Jawa Tengah, Presiden Joko Widodo, Rabu (4/5) malam, menghadiri Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API), Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah. Presiden Jokowi tiba di pondok pesantren yang memiliki 4.800 santri putra dan 2.500 santri ini pukul 19.45 WIB.

Presiden Jokowi, dalam sambutannya, menyampaikan kepada para santri saat ini merupakan era persaingan atau era kompetisi, bukan hanya antar individu dengan individu, kota dengan kota, atau provinsi dengan provinsi tetapi sudah antar negara dengan negara.

“Para santri  saya kira sudah tahu, bahwa mulai awal Januari yang lalu sudah dibuka  yang namanya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN),” ujar Presiden.

Dengan adanya MEA, lanjut Presiden, persaingan antar negara di ASEAN sudah tidak dapat ditolak lagi.

“Orang Malaysia ke sini boleh, orang Indonesia juga ke Malaysia boleh. Orang Singapura ke sini boleh, orang Indonesia ke Singapura juga boleh. Itu negara sudah tidak ada batasnya,” kata Jokowi mencontohkan.

Presiden Jokowi mengingatkan para santri untuk bersiap menghadapi dan memenangkan era persaingan.

“Ilmu ditambah, kerja keras ditambah, belajar ditambah, apapun-apapun, pengalaman ditambah,” pesan Presiden.

Presiden juga berpesan kepada para santri agar nantinya mengeluti profesi  dengan sungguh-sungguh tanpa ada keterpaksaan, sehingga bekerja itu dengan rasa ikhlas dan senang.

“Menjadi enterpreneur jadi pedagang yang baik, kalau petani ya juga petani yang profesional, kalau jadi nelayan ya nelayan yang profesional, kalau ingin jadi pejabat ya nanti juga pejabat yang profesional,” kata Jokowi disambut tepuk tangan meriah para santri yang meyakinkan Presiden adanya optimisme santri-santri dalam untuk memenangkan persaingan.

Presiden Jokowi Berdialog Dengan Seorang Santri di Pondok Pesantren API (4/5). (Foto: Humas/Jay)

Presiden Jokowi Berdialog Dengan Seorang Santri di Pondok Pesantren API (4/5). (Foto: Humas/Jay)

“Kalau tepuk tangannya keras seperti ini menunjukkan bahwa ada optimisme. Karena setiap hari di pondok selalu diisi oleh para kyai, optimisme itu menjadi muncul. Insya Allah ke depan dalam persaingan itu, dalam kompetisi itu insya Allah kita akan memenangkan,” kata Jokowi seraya menyampaikan keyakinannya para santri ini akan menjadi aset bangsa Indonesia.

Di akhir sambutannya, Presiden Jokowi juga menyampaikan kiat-kiatnya dalam memenangkan persaingan sewaktu masih remaja dulu.

“Kalau teman saya belajar  2 jam ya saya 4 jam. Teman saya belajar 4 jam ya saya belajar 8 jam. Harus seperti itu, ya memang harus dilebihkan karena saya nggak punya modal, nggak punya apa-apa, yang kita maksimalkan ya diri kita sendiri. Tanpa kelebihan-kelebihan yang seperti itu, ya kita akan menjadi kalah,” kata Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam acara ini Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Perdagangan Thomas Lembong. (DID/UN)

 

sumber: Setkab RI