Published On: Mon, Jun 12th, 2017

Perpetaan di Kancah Enterprise IT

Share This
Tags

Senior Director Technical Service Southeast Asia and Korea VMware Singapore Santoso Suwignyo (kiri) bersama Marketing Manager VMware Indonesia Niko Sutikno memberikan keterangan kepada wartawan tentang peran VMware dalam transformasi data dan cloud ditengah tuntutan efisiensi dan produkvitas yang semakin tinggi, di Jakarta, Jumat (9/6). FOTO : WAHYU DWI NUGROHO/RM

Transformasi data center dan cloud menjanjikan beragam keuntungan yang begitu luar biasa, seperti meningkatnya ketangkasan bisnis dan tingkat responsivitas untuk berubah; penghematan biaya; hingga mendukung terwujudnya inovasi bisnis dengan lebih cepat. Bisnis melihat peluang besar ini dan mencanangkan transformasi digital sebagai bagian terintegrasi dari seluruh strategi perusahaan yang mereka tetapkan, tidak lagi dipandang sebelah mata. Menurut IDC, pada tahun 2020, diprediksikan bahwa hampir 80 persen belanja di departemen ICT di organisasi-organisasi maupun perusahaan akan dihabiskan untuk teknologi-teknologi platform ketiga, seperti cloud dan mobility.

Tren ini tampaknya juga akan menyentuh hingga di luar sektor-sektor privat – sebagai latar belakangnya, bahwa saat ini pemerintah di negara-negara ASEAN, seperti Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, dan Thailand tengah berupaya mendorong diselesaikannya rancangan cetakbiru pembangunan kota cerdas yang tentu akan membutuhkan pemanfaatan seluruh jaringan dan data dengan maksimal, dalam rangka mendukung terwujudnya kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Meskipun demikian, perjalanan yang perlu ditempuh oleh organisasi perusahaan maupun lembaga pemerintahan menuju transformasi digital tidaklah mudah, sarat akan kompleksitas dan isu-isu terkait IT yang saat ini tengah mereka gulati:

  • Risiko siber: Risiko akan serangan siber kini makin intensif mendera perusahaan. Meskipun belanja keamanan ditingkatkan, di sisi lain, upaya-upaya pembobolan data juga masih berlangsung dan bahkan cenderung meningkat. Faktor internal dan perilaku pengguna disinyalir menjadi penyebab tingginya risiko keamanan siber tersebut – seperti disampaikan dalam laporan Digital Workspace Study (2017) yang kami selenggarakan, bahwa ada lebih dari 1 dari 3 karyawan ditengarai menggunakan perangkat personal tak berizin atau tidak diketahui oleh pengelola IT untuk mendukung mereka bekerja, dan ini menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko perusahaan terpapar oleh upaya-upaya kejahatan siber, seperti pembobolan data, serangan siber berbahaya, serta upaya-upaya peretasan. Dengan makin tingginya tingkat penggunaan perangkat, tantangan paling fundamental yang menerpa bisnis dan para pemimpin IT justru terletak pada kemampuan mereka dalam mewujudkan keselarasan antara tingkat fleksibilitas dengan kendali penuh.
  • Pengalaman end-user yang kompleks: Karyawan banyak dihadapkan pada pengalaman antarmuka dan pengalaman di tingkat end-user nan kompleks bagi mereka, lantaran begitu terfragmentasinya mobilitas di lingkungan enterprise, dan hal ini memiliki dampak yang cukup serius pada tingkat produktivitas di lingkungan kerja mereka. Menurut laporan VMware Digital Workspace Study, mayoritas karyawan (79 persen) menuturkan mengalami kesulitan tatkala menggunakan aplikasi kerja, dan kendala yang sering mereka hadapi adalah terkait pengalaman antarmuka yang selalu berbeda-beda dan aplikasi tidak tersinkronkan dengan baik di seluruh perangkat yang mereka gunakan untuk bekerja. Bahkan, lebih dari seperempat dari responden (26 persen) menganggap bahwa IT justru menjadi kendala yang menghambat fleksibilitas mereka di tempat kerja.
  • Mengelola hybrid IT: Kalangan pemimpin bisnis dan IT perusahaan saat ini tengah mencari solusi bagaimana menciptakan perpaduan yang sempurna antara private cloud dengan public cloud yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka, tanpa mengkompromikan performa, biaya, kelaikan, serta privasi.

 

Dalam studi VMware State of Cloud 2016 disebutkan, bahwa desentralisasi IT dan keleluasaan dalam mengadopsi layanan public cloud saat ini berdampak pada meningkatnya agilitas dan fleksibilitas IT dalam mendukung inovasi dan tingkat responsivitas IT yang tinggi yang mendukung kebutuhan-kebutuhan pasar. Namun, di sisi lain, layanan tersebut juga membawa kendala tersendiri akan biaya yang tinggi, serta risiko-risiko kerentanan keamanan. Lalu bagaimana dapat mendorong bisnis untuk terus cemerlang di dunia hybrid cloud saat ini dan terus dapat memetik keuntungan yang besar dari public cloud maupun private cloud?

 

Solusi-Solusi VMware

VMware menawarkan sebuah perspektif yang bernilai tinggi yang tersaji dalam satu set solusi yang begitu komprehensif untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, sekaligus menyediakan batu-batu pijakan bagi bisnis dalam menapaki transformasi digital dan meraih outcome bisnis yang tinggi. Kami fokus dalam menciptakan infrastruktur yang agile, scalable, dan terotomatisasikan yang mendukung bisnis dalam melangsungkan inovasi dan meskala dengan baik untuk seluruh lini bisnis mereka. Portofolio solusi yang kami miliki membantu pelanggan melakukan prediksi-prediksi bisnis dalam rangka meraup peluang-peluang pasar yang baru; suguhkan transparansi dan kepercayaan; suguhkan pengalaman yang unik dan terpersonalisasikan; serta mampu mendukung terselenggaranya operasional yang always-on maupun secara real-time.

 

Melalui empat solusi IT strategis yang kami lambungkan yang selaras dengan prioritas-prioritas pelanggan, kami berhasil melakukan pengintegrasian untuk identitas, manajemen desktop-mobile, dengan suguhan antarmuka pengguna yang sempurna dengan keamanan yang menjelma dalam sebuah kerangka konsep ‘consumer simple, enterprise secure’ atau ‘kemudahan bak untuk kelas konsumer, dengan keamanan berkelas enterprise’ yang memperkuat bangunan-bangunan infrastruktur IT, jauh dari kompleksitas.

 

  • Modernisasi Data Centers: Dengan suguhan teknologi-teknologi software-defined data center terdepan di industri, pelanggan kini dapat melakukan modernisasi pada data center mereka dalam rangka mewujudkan infrastruktur yang memiliki skalabilitas, keamanan, serta fleksibilitas yang tinggi. VMware Cross-Cloud Architecture™ mendukung pelanggan untuk memperluas lingkungan mereka ke public cloud dengan mudah, dan menyuguhkan sebuah lingkungan hybrid cloud terintegrasi yang mendukung tim pengembang IT perusahaan dalam menggelar aplikasi-aplikasi modern di lingkungan:
  • Modernisasikan Infrastruktur: Memungkinkan untuk dilakukannya penggelaran dengan cepat, pengelolaan yang telah tersederhanakan, serta kemampuan untuk menskala secara horisontal maupun vertikal atau (scale horizontally dan scale vertically) berkat VMware vSAN™ dan VMware vSphere® / VMware Cloud Foundation™
  • Otomatisasikan IT: Perluas proses otomatisasi supaya dapat dengan mudah dan cepat dalam melakukan konfigurasi, provisi, penggelaran, pengetesan, pembaruan, maupun dekomisi infrastruktur dan aplikasi (vRealize® Automation™ + VMware NSX®)
  • Menjalankan Aplikasi-Aplikasi Modern: Dukung tersajinya sebuah infrastruktur yang gesit nan fleksibel yang mendukung IT dalam menyuguhkan pengalaman terbaik untuk seluruh aplikasi (VMware Photon™ Platform)

 

PELANGGAN SEBAGAI REFERENSI: TCC Technology (TCCT), Thailand

Situasi daulu: TCCT melihat bahwa agar tetap selalu terdepan, perusahaan dituntut untuk dapat melakukan efisiensi operasional serta mewujudkan tingkat responsivitas bisnis yang tinggi di tengah tingginya kebutuhan akan keamanan yang begitu dinamis. TCCT gelar VMware vSphere® dan VMware NSX® untuk virtualisasi server dan virtualisasi jaringan.

Hasil: Setelah melakukan pembenahan pada infrastruktur IT, TCCT berhasil melambungkan tingkat efisiensi layanan dan mampu merespon dengan lebih cepat lagi selaras dengan dinamika kebutuhan dalam sebuah lingkungan dengan tingkat keamanan tinggi. TCCT berhasil memangkas belanja hardware, software, dan biaya operasional mencapai 40 persen.

 

PELANGGAN SEBAGAI REFERENSI: Dhaka Stock Exchange (DSE), Bangladesh

Situasi dahulu: Pesatnya volume trading di tengah meriahnya perekonomian Bangladesh, DSE menghadapi tantangan untuk memastikan bahwa infrastruktur IT mereka mampu mencukupi kebutuhan para broker yang begitu dinamis. DSE lantas bangun infrastruktur tervirtualisasikan serta peranti manajemen dengan menggunakan platform virtualsiasi milik VMware, yakni vSphere® dan vRealize® Operations™, dengan mengusung solusi dari aplikasi ke storage ke dalam sebuah peranti manajemen terpadu yang mudah dioperasikan.

Hasil: Dengan melakukan konsolidasi sebanyak 250 server yang terdapat pada 25 data center, DSE berhasil memangkas workload staf IT secara luar biasa. DSE raih data center uptime hingga 98 persen dan recovery time terpangkas 50 persen. DSE pangkas operating expenditure hingga 50 persen dan capital expenditure hingga 30 persen.

 

  • Integrasikan Public Clouds: VMware dukung perusahaan dalam menyelenggarakan proses integrasi public clouds mereka dengan mulus, yang mendukung mereka melakukan penskalaan dan perluasan bisnis, tingkatkan agilitas, kapasitas, dan resiliensi bisnis, serta akselerasikan setiap inovasi yang berlangsung. Hanya VMware yang menawarkan arsitektur dan solusi terintegrasi yang mendukung pelanggan dalam menerapkan strategi-strategi cloud mereka secara leluasa dan kendali ada di genggaman mereka.

 

  • Dayagunakan VMware Hybrid Clouds: Suguhkan agilitas, resiliensi, skalabilitas dan fleksibilitas bisnis secara penuh dengan memperluas infrastruktur data center dengan menawarkan public clouds sebagai pilihan (vCloud® Air™, vCloud Air Network – juga IBM, vRealize® Suite, VMware Cloud™ on AWS – direncanakan akan tersedia di tahun 2017)
  • Kelola Multiple Clouds: Koneksikan dan kelola multiple clouds dengan solusi-solusi on-premises ataupun layanan-layanan berbasis software-as-a-service (SaaS)-based (vRealize® Suite, VMware Cross-Cloud Services™ – direncanakan, penawaran awalnya akan tersedia di tahun 2017), VMware NSX®, vRealize Network Insight)

 

 

 

PELANGGAN SEBAGAI REFERENSI: Globe Telecom, the Philippines

Situasi dahulu: Didasari oleh kebutuhan akan koneksi internet yang terus meroket, Globe merasa perlu memperkuat infrastruktur jaringan mereka untuk memenuhi ekspektasi pelanggan dan terus melambung menjadi yang terdepan di kancah kompetisi industri telekomunikasi yang begitu ketat. Globe bermitra dengan VMware untuk merevitalisasi strategi Cloud mereka dengan vSphere™ dan VMware vCenter™, sehingga mampu mendukung proses transisi antara private cloud dengan public cloud, serta terwujudnya transformasi infrastruktur IT menjadi kian gesit dan fleksibel.

Hasil: Dengan ditempatkannya layanan-layanan yang paling menghasilkan pendapatan perusahaan pada private cloud milik VMware, Globe sukses memenuhi dan merespon setiap kebutuhan pelanggan dengan sangat dinamis. Globe berhasil pangkas jumlah server fisik, dari 1.800 hanya menjadi 800. Waktu provisi juga terpangkas, dari 80 hari menjadi hanya dua hari saja. Hal inilah yang menjadikan mereka sukses menyuguhkan layanan yang cepat dan lebih baik kepada pelangganto, serta akselerasi time-to-market untuk setiap penggelaran layanan-layanan baru.

 

PELANGGAN SEBAGAI REFERENSI: Telin Singapore

Situasi dahulu: Telin punya impian untuk dapat menyuguhkan solusi-solusi kepada klien mereka dengan cepat, aman, dan mulus di tengah beranekaragamnya standar teknologi dan protokol keamanan yang diterapkan pada lingkungan IT mereka. Telin lantas menggelar VMware Validated Designs untuk software-defined data center yang meliputi VMware vSphere®, VMware Virtual SANTM, VMware NSX® dan VMware vRealize® Suite guna menyuguhkan rancangan data center yang komprehensif yang melingkupi hingga ke seluruh komputasi, storage, jaringan, maupun manajemen.

Hasil: Sukses melakukan transformasi, Telin mampu melakukan akselerasi dalam pembangunan infrastruktur IT hingga empat sampai lima bulan lebih cepat –  proses ini biasanya menghabiskan waktu hingga lebih dari satu tahun lamanya. Telin juga sukses memangkas biaya total kepemilikan hingga 20 sampai 30 persen. Telin juga sukses menjawab setiap kebutuhan pelanggan untuk mencapai strategi time to market berkat infrastruktur IT yang ramping, gesit, dan efisien yang mampu memenuhi seluruh service level agreements yang menjadi tuntutan pelanggan mereka.

 

 

  • Berdayakan Digital Workspace: Tenaga kerja masa kini butuh solusi mobilitas yang fleksibel, nyaman dan mendukung produktivitas mereka, serta keleluasaan untuk dapat bekerja kapanpun dan di manapun melalui perangkat dan aplikasi yang mereka miliki. VMware merupakan perusahaan yang terdepan di kancah industri dalam menghadirkan platform digital workspace, menyuguhkan bangunan infrastruktur penting sebagai fondasi dalam penyelenggaraan aplikasi dan data yang dibutuhkan oleh karyawan di seluruh perangkat yang mereka pakai.

 

  • Sederhanakan Pengelolaan Aplikasi dan Akses: Hapus kerumitan dan kendala untuk akses, sehingga karyawan dapat bekerja secara real-time dari perangkat maupun lokasi manapun tanpa mengkompromikan keamanan (Workspace ONE)
  • Padukan Endpoint Management: Dayagunakan sebuah platform untuk mengelola seluruh aplikasi dan perangkat, terlepas apapun jenis kepemilikan perangkat tersebut namun dengan jaminan privasi penuh bagi karyawan (Horizon dan TrustPoint)
  • Transformasikan Windows Delivery: Suguhkan pengelolaan dan kendali penuh pada 10 PCs, terlepas di manapun lokasi dan apapun model kepemilikan perangkat tersebut (Workspace ONE / Horizon)

 

PELANGGAN SEBAGAI REFERENSI: Ministry of Public Health (MoPH), Thailand

Situasi dahulu: Dihadapkan pada masalah yang terus muncul akibat sistem kesehatan yang telah usang, serta tuntutan akan tingkat kepuasan pelanggan dan ledakan populasi, MoPH dituntut untuk dapat meningkatkan kualitas dan koordinasi pada layanan kesehatan yang mereka suguhkan, serta menawarkan layanan kesehatan yang kian terjangkau dan mudah diakses oleh khalayak. MoPH lantas memutuskan untuk menggelar VMware vSphere dan VMware Horizon guna melakukan konsolidasi infrastruktur IT mereka serta melakukan penyederhanaan-penyederhanaan operasional di data center.

Hasil: Keputusan untuk menerapkan strategi virtual desktop infrastructure berhasil mendorong tercapainya tingkat efisiensi serta kepuasan pelanggan yang tinggi. IT administrators pusat di MoPH sukses memangkas waktu dan upaya yang dibutuhkan untuk melakukan back up atau restoreasi server-server standalone maupun fisik. Waktu untuk menuntaskan setiap dukungan layanan IT juga terpangkas. Staf-staf di Rumah Sakit sukses suguhkan layanan kesehatan yang always-on melalui akses ke aplikasi-aplikasi desktop secara on-the-go dari hampir semua perangkat yang mereka gunakan.

 

PELANGGAN SEBAGAI REFERENSI: Philippine Airlines

Situasi dahulu: Sistem tradisional yang masih berbasis kertas untuk melakukan pembaruan terkait ihwal penerbangan betul-betul tidak efisien – akibatkan rata-rata dua penerbangan Philippine Airlines tertunda ataupun dibatalkan setiap bulannya. Untuk mengatasi hal ini serta mewujudkan layanan pelanggan yang lebih baik lagi, serta mendukung karyawan mereka, perusahaan tersebut lantas menggelar VMware AirWatch® untuk menyuguhkan solusi Electronic Flight Bag (EFB).

Hasil: Sejak beralih dari sistem berbasis kertas yang sangat tidak praktis, efisiensi meroket berkat sistem elektronik tersebut dengan biaya operasional dan tenaga kerja dari proses cetak dan penjilidan terpangkas secara signifikan. Transisi ke sistem EFB membuat Philippine Airlines mampu menghemat konsumsi kertas hingga 2.600 rim per tahun dan paling tidak mereka bisa memangkas sekitar 75 kilogram berat estimasi dari seluruh dokumen penerbangan yang diangkut dalam setiap penerbangan sebelumnya, Philippine Airlines berhasil menciptakan kantong-kantong pendapatan baru dari setiap kilo beban dokumen kertas yang dipangkas untuk diganti dengan penumpang atau kargo, dan tetap memenuhi regulasi akan ambang berat angkut yang disyaratkan dalam penerbangan.

 

  • Transformasi di Lini Keamanan: VMware dukung departemen IT perusahaan dalam melakukan transformasi keamanan dengan membangun sebuah fondasi virtualisasi dan mendorong transisi ke sebuah arsitektur baru yang lebih instrinsik, sangat granular, dan policy-driven.
  • Secure Application Infrastructure: Raih visibilitas dan konteks secara lebih maksimal, dan selain itu, strategi keamanan micro-segmentation bisa selaraskan kendali keamanan dengan seluruh aplikasi, serta enkripsi data (NSX®)
  • Security Identity and Endpoints: Raih visibilitas dan kendali menyeluruh di tingkat pengguna maupun di endpoint, dari pengguna, hingga ke data center maupun cloud, tanpa membawa kendala pada suguhan pengalaman pengguna khas suguhan pengalaman bagi kalangan konsumer (AirWatch™)
  • Streamline Compliance: Merampingkan dan menyederhanakan penerapan standar kelaikan atau compliance di tengah makin meningkatnya kompleksitas regulasi di lingkungan IT dengan mendayagunakan seluruh lapis software milik VMware di seluruh infrastruktur aplikasi, identitas, maupun di tingkat endpoints (NSX®, vSphere®)

 

PELANGGAN SEBAGAI REFERENSI: Adira Finance, Indonesia

Situasi dahulu: Di kancah industri yang sarat regulasi yang begitu ketat, Adira Finance dihadapkan pada tuntutan akan perlunya pengelolaan yang baik dan proteksi data penting milik nasabah mereka, serta dituntut untuk menaati seluruh peraturan hukum terkait kerahasiaan data nasabah. Adira Finance lantas memutuskan untuk bermigrasi ke lingkungan IT dengan data center yang telah tervirtualisasikan dengan VMware vSphere® Enterprise Plus and VMware vCenter Operations Suite 5.6.

Hasil: Dengan telah dibangunnya sebuah infrastruktur IT yang cepat nan andal, Adira berhasil memangkas waktu provisi untuk server-server yang mengalami kerusakan, dari hitungan bulan menjadi hanya hitungan hari. Waktu downtime untuk layanan terpangkas maksimal. Keamanan siber merekapun menjadi makin kokoh. Tak ayal proses-proses bisnis menjadi kian efisien, sehingga layanan nasabah dan produktivitaspun meningkat.

 

PELANGGAN SEBAGAI REFERENSI: AmBank, Malaysia

Situasi terdahulu: Infrastruktur IT warisan di AmBank beroperasi pada model data center “rack and stack” tradisional yang mahal dan berbiaya tinggi, serta tidak efisien. Dibutuhkan hingga 12 minggu untuk melakukan penggelaran satu server saja. Daya listrik dan kapasitas fisik sering kali hampir melampaui ambang, sehingga rentan mati listrik di tengah operasional, hingga kadang memicu tirisnya sumber-sumber daya IT. Untuk mengatasi hal ini, AmBank bertransisi dari sistem warisan beralih sepenuhnya ke lingkungan virtual berkat VMware vCenter Server, vCloud Suite Enterprise VMware NSX® dan VMware Site Recovery Manager.

Hasil: Dengan proses provisi yang kini bisa terlaksana dengan cepat dan gesit, AmBank berhasil memangkas biaya yang biasa dihabiskan pada infrastruktur IT sebelumnya hingga 24 kali lipat. Efisiensi bisnis dan produktivitas karyawan pun meroket.

 

 

 

Mengenai VMware

VMware, pemimpin global di kancah infrastruktru cloud dan business mobility, mendukung pelanggan dalam mempercepat terwujudnya transformasi digital di lingkungan mereka. VMware mendukung enterprise sukses dalam menerapkan pendekatan software-defined ke lini bisnis dan IT dengan VMware Cross-Cloud Architecture™ serta solusi-solusi lain untuk data center, mobility, dan keamanan. Di tahun 2016, VMware berhasil meraup pendapatan sebesar $7,09 miliar. VMware berkantor pusat di Palo Alto, CA dan kini memiliki lebih dari 500.000 pelanggan serta 75.000 mitra di seluruh dunia.

 

VMware, Workspace ONE dan Cross-Cloud Architecture adalah merek dagang dan merek dagang teregistrasikan milik VMware, Inc. ataupun cabang-cabangnya di Amerika Serikat maupun di wilayah yurisdiksi lainnya.

 

Mengenai The VMware Digital Workspace Study

VMware Digital Workspace Study, yang diselenggarakan oleh YouGov dengan VMware selaku sponsornya, menjaring 2.500 karyawan bekerja usia matang (500 per market) di wilayah Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia dan Korea pada bulan Maret 2017 dalam studi yang ia laksanakan. Usia responden yang terlibat dalam survei adalah kalangan pekerja profesional dengan rentang usia antara 18 hingga 55+ tahun; bekerja di berbagai sektor kerja, baik publik maupun swasta, seperti otomotof, manufaktur, FSI, healthcare, hospitality, and ritel, serta lain sebagainya. Responden diberikan pertanyaan mengenai preferensi dan pengalaman mereka dalam menggunakan perangkat mobile untuk mendukung pekerjaan mereka – termasuk perangkat personal maupun yang dimiliki oleh kantor. Hasilnya menggambarkan bagaimana perilaku karyawan yang melaksanakan BYOD, kompleksitas yang menyertainya, serta yang paling penting adalah, risiko-risiko dicetuskannya yang dapat berakibat fatal bagi bisnis.

 

Mengenai The State of the Cloud 2016

Riset The State of the Cloud 2016 menyari dari dua survei yang berbeda, dan keduanya disponsori oleh VMware. Survei pertama dilakukan oleh Economist Intelligence Unit dengan target sebanyak 726 responden tersebar merata di kawasan Amerika, Asia-PasifiK, dan EMEA. Seluruh responden memiliki jabatan direktur atau yang lebih tinggi, dari perusahaan dengan pendapatan rata-rata di atas $2,1M, mewakili 20 lini industri yang berbeda. Setengah dari total keseluruhan responden berasal dari kalangan binsis, dan setengahnya dari kalangan IT. Survei the Vanson Bourne membidik 3.300 responden dari 20 negara berbeda di kawasan Amerika (24 persen), Asia-Pasifik (39 persen), dan EMEA (36 persen). Responden mewakili 20 macam industri yang berlainan dengan pendapatan perusahaan rata-rata sebesar $3,7M. Setengah dari total keseluruhan responden berasal dari kalangan binsis, dan setengahnya dari kalangan IT. Bersama-sama, hasil dari survei keduanya memberikan gambaran bagaimana desentralisasi telah menjadi pencetus disrupsi bagi perusahaan, sekaligus sebagai penggerak inovasi di perusahaan-perusahaan tersebut.