Published On: Tue, Sep 22nd, 2015

Photo Face-Off S2 Tayang perdana 22 September

Share This
Tags

Photo Face OffPhoto Face Off kembali lagi! Setelah kesuksesan musim pertama, acara kompetisi fotografi terkemuka se-Asia kembali untuk musim kedua – lebih besar, lebih bagus bahkan lebih kompetitif dari sebelumnya. Dipandu oleh si cantik Sarah Lian, Photo Face-Off musim kedua yang dipersembahkan oleh Canon PhotoMarathon, acara ini akan semarak oleh kembalinya fotografer profesional favorit semua orang, Justin Mott, serta memperkenalkan 16 fotografer amatir baru dari enam negara berbeda. Semuanya ingin menjadi juara Photo Face-Off Asia.

Setiap episode akan menampilkan tiga tantangan foto yang sangat sulit – kecepatan, tema dan ekstrim – semua dirancang untuk mendorong kemampuan, pengetahuan maupun kreativitas peserta hingga batas maksimal. Setiap acara juga akan menawarkan tips dan trik unik kepada penonton dari beberapa fotografer profesional terkemuka Asia dalam segmen ‘Light Box’.

Babak grand final di pulau Cebu yang indah akan menampilkan 6 ‘Juara dari Para Juara’ yang bersaing ketat dalam satu ‘Face-Off’ terakhir untuk memenangkan perjalanan foto ekslusif dan hadiah-hadiah lainnya dari Canon. Tontonan wajib bagi para penyuka fotografi, amatir berbakat maupun visioner pembidik gambar serupa Photo Face-Off, musim kedua ini kembali membuat pengambilan gambar semakin menyenangkan!

 

Panduan Episode

 

Episode 1: Singapura

Tayang perdana 22 September 2015, Selasa, 21.00 WIB

Dalam episode 1, kami pergi ke Kota Singa, Singapura, untuk menemui tiga fotografer amatir. Dalam Tantangan Kecepatan, mereka akan berpacu melawan waktu di acara MMA terkemuka di Asia: One Championship.

Dalam Tantangan Tema, mereka membutuhkan gairah terhadap fashion ketika harus membuat kagum Redaktur Pelaksana August Magazine, Darren Ho, dan fotografer fashion terkenal Singapura, Elvina Farkas, dengan potret gaya jalanan terbaik mereka.

Akhirnya dalam Tantangan Ekstrim, kami akan meminta para peserta untuk mengerahkan kemampuan terbaik mereka untuk memotret pesepeda gunung tercepat dan terbaik Singapura di bawah pengawasan juri Mark Teo (fotografer aksi peraih penghargaan) dan Ian Krempl (pesepeda gunung yang luar biasa).

 

Episode 2: Penang

Tayang perdana 29 September 2015, Selasa, 21.00 WIB

Episode Photo Face-Off kedua – dipersembahkan oleh Canon PhotoMarathon, berangkat ke Penang untuk menemui tiga fotografer amatir.

Kami mengikuti mereka bertiga saling bersaing bersama fotografer profesional Justin Mott dalam tiga tantangan foto luar biasa.

Dalam Tantangan Kecepatan, waktu akan sangat sempit ketika mereka menaiki becak untuk menangkap gambar-gambar lukisan seni jalanan terkenal di Penang menurut pandangan mata kritis fotografer travel profesional, Charles Pertwee.

Lonceng pernikahan akan berbunyi dalam Tantangan Tema saat para peserta mencoba untuk mengesankan pasangan kehidupan nyata yang saling mencintai dan fotografer pernikahan  peraih penghargaan Ken Foo dengan sebuah potret akrab.

Mereka akan benar-benar mempertaruhkan reputasi di Tantangan Ekstrem saat mereka meluncur ke bawah air terjun yang gemuruh untuk mengesankan fotografer aksi David Hagerman dan ahli petualangan yang pemberani, Mohammad Hasrol.

Kondisi akan membuat basah kuyup dan liar dimana Photo Face-Off mengambil lokasi di Penang yang sempurna!

 

Episode 3: Chiang Mai

Tayang perdana 6 Oktober 2015, Selasa, 21.00 WIB

Bertempat di Chiang Mai yang terkenal, tiga fotografer amatir bersaing ketat untuk meraih tempat pada babak akhir musim ini.

Dalam Tantangan Kecepatan, kami akan minta para peserta untuk menerangi malam saat mereka memotret cahaya bulan di ‘tanah senyuman’.

Tantangan Tema bukan untuk yang lemah saat kami menugaskan empat ‘pejuang’ foto tak kenal takut dengan tugas yang tidak menimbulkan iri hati, untuk membuat sepiring serangga terlihat cukup mengundang selera untuk menggoda penggemar makanan yang pelahap.

Akhirnya, semua menjadi ekstrim saat para peserta menjadi kotor.

 

Episode 4: Hanoi

Tayang perdana 13 September 2015, Selasa, 21.00 WIB

Sibuk, ramai dan sedikit gila – itulah para peserta.

Pembawa acara Sarah Lian, fotografer profesional Justin Mott dan tiga fotografer wajah baru bergabung saat mereka saling berhadapan di kota danau Hanoi, Vietnam. Tantangan Kecepatan akan menampilkan keempat fotografer termenung memotret gambar ikonik di Hanoi.

Dalam Tantangan Tema, mereka siap berlari cepat menyusuri jalan-jalan di kawasan lama kota Hanoi serta mengambil gambar keramaian dan kesibukan Hanoi yang berseni tinggi dalam gerakan.

Untuk Tantangan Ekstrim, kami akan pontang-panting di jalanan bersama para pelari bebas di Hanoi.

 

Episode 5: Bali

Tayang perdana 20 September 2015, Selasa 21.00 WIB

Duduk santai ketika Photo Face-Off, dipersembahkan oleh Canon PhotoMarathon, bermandikan sinar matahari di Bali yang indah.

Pembawa acara Sarah Lian, Justin Mott dan tiga fotografer amatir akan mengajak kita mengikuti perjalanan foto-fantastik berkeliling pulau Dewata untuk memperebutkan satu tempat final pada babak akhir musim ini.

Dalam Tantangan Kecepatan yang serius, kami meminta para fotografer untuk mengambil potret sempurna kera berekor panjang di Ubud yang terkenal.

Kemudian berlanjut ke jantung pulau untuk Tantangan Tema yang akan memperlihatkan para peserta mengerahkan usaha terbaik mereka saat menjelajahi pedesaan Bali yang mempesona untuk memotret Bali dalam foto hitam putih. Ketika eliminasi mendekat, mereka berharap dapat mengesankan para juri.

Akhirnya kami mencapai salah satu pantai surfing yang terik di Bali untuk mengantongi gambar angin dan ombak besar dalam Tantangan Ekstrim yang bermandikan matahari.

Hiruk pikuk monyet, keindahan Bali dan ombak besar membawa putaran awal Photo Face-Off semakin dekat.

 

Episode 6: Cebu

Tayang Perdana 27 September 2015, Selasa 21.00 WIB

Kemudian ada enam!

Photo Face-Off mencapai kesimpulan akhir di pulau Cebu, tempat berlibur yang mempesona. Bersama Justin Mott berperan sebagai juri utama, babak akhir musim ini akan menjadi persaingan ketat antara enam fotografer amatir berbakat yang menjalani tiga tantangan foto hingar-bingar.

Dalam Tantangan Kecepatan, kami akan melempar para amatir ke dalam persaingan sengit dalam beberapa cara melalui kehebohan reka ulang pertikaian dan kegemparan salah satu peristiwa bersejarah paling penting di Filipina: Perang Mactan.

Dalam Tantangan Tema, empat peserta yang tersisa akan dibawa mengikuti tur misteri ke Cebu yang indah. Dengan menaiki jeepney Filipina yang ikonik, mereka akan mempunyai waktu selama 30 menit dan 30 foto untuk menangkap Cebu sebagai surga liburan.

Tantangan terakhir dalam babak akhir musim kedua Photo Face-Off akan memperlihatkan dua finalis akhir bersaing dalam Tantangan Ekstrim yang lain dari yang lain.

Pada babak akhir musim ini yang mendebarkan, kita akan melihat enam fotografer amatir terbaik bersaing untuk meraih gelar Juara Photo Face-Off 2015.

 

 

Para Pejuang Foto

 

Shaun Tan Chun Wen

Usia: 23

Negara: Singapura

Selain memotret, Shaun juga menulis. Namun ia melihat fotografi sebagai cara mengekspresikan perasaan yang tak bisa diungkapkan kata-kata. Sarjana yang satu ini mengkhususkan pada fotografi musik dan telah memotret banyak acara musik seperti konser Psy dan The Temper Trap. Karya Shaun telah dipamerkan di Noise Singapore 2013.

 

 

Cheng Kok Hou

Usia: 32

Negara: Singapura

Menjadi pria pendiam, analis bisnis Cheng melihat fotografi sebagai cara yang membantunya untuk bercerita. Ia mengkhususkan diri pada fotografi jalanan dan potret. Cheng telah memenangkan beberapa penghargaan dalam kontes seperti Canon Photomarathon Singapura.

 

Mohamad Yusof Bin Noor

Usia: 40

Negara: Singapura

Bagi Yusof, fotografi memungkinkan dirinya menangkap dan mengabadikan berbagai momen yang luput dari pandangan, sekaligus meningkatkan kesadaran dan disiplinnya. Dia mengkhususkan diri dalam dokumenter sosial dan fotografi pemandangan. Yusof  telah memenangkan kontes The Big Picture yang diselenggarakan oleh The New Paper beberapa kali.

 

Desmond Teoh Chong Zen

Usia: 24

Negara: Malaysia

Desmond adalah perencana media yang memiliki mata jeli dalam mengambil foto. Pria aktif yang sangat menyukai fotografi, dia menikmati berbagai olahraga jika sedang tidak berada di bawah sinar matahari bersama Canon 60D-nya. Desmond sangat menghargai fotonya sebagai kenangan dan menyadari bahwa momen yang ditangkapnya tidak bisa terulang lagi. Minatnya pada fotografi telah melibatkannya di Canon PhotoMarathon.

 

Azril Azam

Usia: 39

Negara: Malaysia

Azril Azam menganggap fotografi adalah pelepas stres dari pekerjaannya sebagai teknisi perangkat lunak. Dia dapat terlihat berjalan-jalan dengan kameranya. Fotografi jalanan adalah kekuatan Azam. Kemampuannya telah terbukti dengan meraih hadiah utama untuk kontes foto internasional seperti Estee Lauder Runway Photo Contest pada 2011 dan Canon Photomarathon Singapore 2014. Pria yang percaya diri, eksentrik dan senang bergaul ini secara personal ditantang oleh Justin Mott untuk bersaing dalam Photo Face Off  musim kedua.

 

 

Ignitius Kong Hai Yuen

Usia: 31

Negara: Malaysia

Ignitius adalah karyawan pengembang bisnis yang ceria dan ramah. Cintanya pada fotografi muncul saat menggunakan kamera film compact ketika berusia 12 tahun. Merasa bahwa momen spesial akan abadi melalui gambar, Ignitius berharap dapat menyebarkan senyum di wajah orang-orang melalui foto wisata dan fotografi jalanan.

 

Adhitiya Wibhawa

Usia: 34

Negara: Indonesia

 Minat Adit terhadap fotografi berakar dari kemampuan sebuah foto dalam mengisahkan keseluruhan cerita. Fotografi membuat dirinya dapat melihat berbagai hal dari sudut pandang berbeda, mengabadikan keindahan dari hal-hal yang paling sederhana.  Manager operasional dan ayah satu anak ini telah memenangkan penghargaan lebih dari 80 lomba fotografi di Indonesia selama 6 tahun terakhir.

 

 

Kennardi Sebastian

Usia: 16

Negara: Indonesia

Kenn memutuskan bahwa fotografi adalah sesuatu yang ingin ia kejar secara serius setelah mendapat dukungan dari ayahnya. Dia menikmati memotret, karena membuat dirinya dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain dan ia menemukan kesenangan dalam membantu orang mengabadikan kenangan mereka. Kenn juga menyadari bahwa memotret membantunya membangun kepercayaan diri dan kemampuannya dalam berkomunikasi.

 

Made Yudistira

Usia: 34

Negara: Indonesia

Yudis senang bertemu orang-orang baru dan berbagi cerita dengan mereka melalui foto. Foto-fotonya adalah cara agar dirinya dikenal orang. Sebagai tambahan, fotografi telah membantunya mengembangkan rasa hormat terhadap alam. Dia senang menampilkan orang dalam fotografi pemandangan dan karyanya telah mengumpulkan banyak penghargaan di Indonesia.

 

Thawiphum Techaphan

Usia: 12

Negara: Thailand

Theo, 12 tahun, menyukai fotografi, karena ia bisa bercerita dari sudut pandangnya dan dapat berkelana ke berbagai tempat menarik. Peserta termuda dalam lomba ini berharap dapat membuktikan bahwa usia hanyalah angka jika berkaitan dengan soal menyajikan foto berkualitas tinggi.

 

Kankanick Suthipaet

Usia: 37

Negara: Thailand

Menjadi juru kasting, Kanjanick tidak asing dengan memotret orang. Baginya, fotografi punya kekuatan untuk mengabadikan bakatnya maupun mengungkapkan sesuatu yang sangat berbeda tentangnya. Potret adalah jenis fotografi favoritnya.

 

Thomas “Thom” Barrett

Usia: 30

Negara: Thailand

Thom menyebut dirinya “terlambat berkembang” karena tidak pernah ingin mendalami fotografi saat tumbuh dewasa. Dia mengakui keunggulannya pada jenis gaya ‘memotret dari pinggul dan membenahinya’ yang ia kembangkan sendiri dengan cara coba-coba. Thom suka memotret orang dan merasa bahwa nilai foto tidak selalu datang dari foto secara fisik, namun lebih dari latar belakang subyek dan pesan.

 

Archielou D. Romero

Usia: 34

Negara: Philippines

 Archie sangat percaya bahwa fotografi memiliki kekuatan ajaib untuk menginspirasi orang-orang. Baginya, fotografi telah mengubah pandangannya terhadap hidup – untuk berbagi. Fotografi adalah jalan untuk ekspresinya yang tak terbatas. Archie adalah pemenang National Leg dalam Canon Photomarathon Manila 2013.

 

 

Giang Vu Hoang

Usia: 23

Negara: Vietnam

Giang adalah penulis lepas yang senang bercerita melalui kata dan foto. Dia mengkhususkan diri dalam fotografi jalanan, dokumenter dan acara. Dia telah berpartisipasi empat kali dalam Canon Photomarathon yang diselenggarakan di Vietnam.

 

Aron Schuftan

Age: 40

Country: Vietnam

 Aron adalah dokter medis berdarah Vietnam-Amerika yang senang melakukan fotografi jalanan jika sedang tidak melayani pasien di klinik. Sebagai hobi, dia menikmati fotografi karena memungkinkan dirinya belajar lebih banyak mengenai budaya yang berbeda di berbagai tempat yang dikunjunginya. Aron juga senang bagaimana foto-foto karyanya membuat orang-orang merasakan banyak hal dengan cara yang tidak pernah mereka bayangkan.

 

 

Nhong “Rose” Hong Nyugen

Usia: 19

Negara: Vietnam

Rose merasa bahwa fotografi membantunya dalam mewujudkan imajinasinya, emosi dan pikirannya menjadi sesuatu yang nyata. Dia mencintai pekerjaannya sebagai penata gaya dan fotografer lepas. Rose mengkhususkan diri dalam fotografi fashion dan potret.

 

Pembawa Acara & Fotografer Bintang

Sarah Lian – Pembawa Acara

Sarah lahir di Taiping, Perak, Malaysia. Dia tinggal di California, Hongkong dan Kuala Lumpur sebelum keluarganya menetap di Vancouver, dimana ia tumbuh dewasa. Setelah merampungkan SMA di Vancouver, dia meneruskan ke Universitas Ryerson di Toronto jurusan Komunikasi Fashion.

Pada 2008, saat mengunjungi negara asalnya di Malaysia, Sarah meraih gelar yang didambakan sebagai Sexiest Woman of the Year dari FHM Malaysia. Popularitasnya yang fenomenal, terbangun dan menanjak ketika memandu acara-acara televisi populer untuk Gua.com.my Media Prima, kemudian di jaringan 8TV dan NTV7. Sarah memandu acara bincang-bincang majalah selama satu jam, Astro Hitz Radar, Shout Awards 2010 dan turut memandu program hiburan Xtra Time ESPN Star Sport.

Berawal pada 2007 di Kanada, karir akting profesional Sarah mulai dikenal dengan perannya sebagai Hot Asian Girl di American Pie Presents Beta House (2007). Dalam kepindahannya ke Asia dan ketika mulai dikenal sebagai pembawa acara televisi, Sarah tampil dalam proyek 15Malaysia (2009) dan mendapat peran cameo sebagai Miss Chic-Kut-The dalam film pendek komedi Halal besutan sutradara peraih penghargaan, Seng Tat Liew.

Setelahnya di Hong Kong, Sarah mendapat peran pendukung dalam film thriller psikologis independen karya Dax Phelan, Jasmine (2015). Peran ini menuntunnya ke peran selanjutnya sebagai pewaris fashion yang kaya raya, Lily Lee dalam Mister French Taste (2010), serial web komedi lintas budaya.

Pada 2011, Sarah kembali ke Toronto untuk kembali fokus berakting. Dia sungguh-sungguh mengasah kemampuannya dengan kursus di The Second City untuk komedi improvisasional dan film lain serta kelas televisi. Sarah berperan sebagai peretas Blue dalam genre kriminal baru Cybergeddon (2012) karya Anthony E. Zuiker, pencipta serial kriminal CSI. Selanjutnya, dia kembali berperan dalam serial mata-mata Perancis-Kanada, XIII: The Series (2011) sebagai pasangan Stuart Townsend. Setelahnya, dia juga berperan dalam Covert Affairs (2010) bekerja sama dengan Piper Perabo.

Wajah Sarah telah menghiasi berbagai sampul majalah termasuk FHM, Men’s Health, Shape dan Glam. Kehadirannya di media diapresiasi di berbagai majalah lokal, portal berita dan koran harian. Dia terlibat dalam kampanye iklan media cetak maupun televisi di Amerika Utara dan Asia serta muncul di iklan Adidas, Budweiser, Kraft, Tic Tac, Cadbury, McCafe dan Niagara Tourism Board.

 

 

Justin Mott – Fotografer Bintang

Justin adalah sinematografer, fotografer iklan, editorial dan dokumenter yang pernah meraih penghargaan. Pria kelahiran Rhode Island, AS, ini tinggal lebih dari delapan tahun di Asia Tenggara.

Karya editorialnya sudah dimuat terutama di New York Times yang telah ia liput sebanyak lebih dari 100 tugas berbeda di Asia dan sekitarnya. Klien editorialnya mencakup TIME, The Wall Street Journal, Newsweek, T Magazine (New York Style Magazine), The Daily Telegraph, The Guardian, BBC, CNN, Discovery Channel, Der Spiegel, Bon Appetit, Forbes dan banyak penerbitan internasional lainnya.

Dia adalah pendiri dan pemilik Mott Visuals, butik fotografi iklan dan studio produksi dengan kantor di Hanoi, HCMC dan Bangkok. Mott Visuals membawa latar belakang cerita unik Justin kepada pasar komersial.

Justin adalah fotografer tetap dalam Photo Face-Off History Channel, serial pendidikan penuh humor yang disponsori oleh Canon.

Pada 2008, karyanya tentang anak yatim piatu Agent Orange dianugerahi Marty Forscher Fellowship untuk fotografi kemanusiaan yang diberikan oleh Parson’s School of Design di New York dan diterbitkan di PDN Annual Photography Awards Issue. Karya Justin telah memenangkan penghargaan dari Travel Photographer of the Year, PDN Annual, NPPA, COPY dan Missouri School of Journalism. Pada 2013, karya kolektifnya sebagai fotografer penugasan selama delapan tahun berjudul “The Changing Face of Vietnam” ditampilkan di BBC.

Dia juga memiliki pengalaman luas pada komisi untuk sejumlah LSM, termasuk The Bill and Melinda Gates Foundation, PBB, Palang Merah, Asia Foundation, Asian Development Bank, The United States Government dan Doctor Without Borders.

 

Juri

 

Singapura

Fotografer resmi One Championship, Cheryl Tay, pertama kali mengukuhkan dirinya di dunia mobil dan motor. Dia merupakan satu dari sedikit jurnalis motor wanita di Singapura. Cheryl menikmati jurnalisme foto dan meliput kesehatan, kebugaran, olahraga, teknologi dan wisata.

Victor Cui adalah CEO/Pemilik ONE Championship, organisasi seni beladiri campuran di Singapura yang dipandang sebagai yang terbesar di Asia dan memiliki sederet petarung MMA terbaik di dunia.

Cui sebelumnya bekerja sebagai eksekutif senior di ESPN Start Sports dan PGA Tour serta terlibat di X Games, Olympic Games, Commonwealth Games dan banyak acara olahraga lainnya.

Elvina Farkas adalah warga Singapura kelahiran Australia yang menjadi fotografer, sutradara kreatif dan pecinta sepatu. Mengkhususkan diri di bidang fashion, kecantikan dan potret, klien Elvina meliputi gabungan musisi internasional, selebriti dan berbagai media cetak seperti G.Q Magazine, The Fashionitso, Female Magazine, Harpers Bazaar Magazine, August Man Magazine dan masih banyak lagi.

 

Darren Ho adalah editor August Man (Singapura) dan membantu mendirikan majalah ini pada 2006. Dia menghabiskan sepuluh tahun terakhir dengan bekerja di penerbitan majalah. Darren menghabiskan waktu luangnya dengan menyelam dan mencari kesenangan lain.

 

Mark Teo adalah fotografer yang tinggal di Singapura dengan gelar sarjana komunikasi dalam Film+Video dan Photomedia. Ia menguji kehidupan melalui lensanya dalam potret ‘yang terjaga’ dan jepretan momen-momen dengan minat tanpa batas dalam olahraga ekstrim dan subkultur perkotaan. Melalui pengalaman, Mark telah meriset dan memotret para petarung, seniman graffiti, pengendara motorcross, petinju, rapper, pemain skateboard dan lain-lain.

 

Ian F. Kremple memulai balapan saat berusia 14 tahun. Melalui kerja keras dan kebulatan tekad, dia membiayai secara pribadi dan saat ini mendanai program balap regionalnya.

Ian telah membuktikan dirinya dan masih termasuk Downhiller termuda yang mengenakan warna nasional, termasuk di Sea Games 2007 saat berumur 19 tahun. Ian terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu yang terbaik di Singapura dengan tampil sebagai juara di podium di hampir semua lomba yang dia ikuti.

 

 

Malaysia

 

Charles Pertwee melayani sekelompok klien perusahaan dan editorial internasional yang bergantung padanya. Dia adalah fotografer reportase, wisata, industrial, pemandangan dan potret, yang tinggal di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kenneth Foo adalah fotografer yang tinggal di Penang dan pernah meraih penghargaan. Ia terpilih sebagai 30 fotografer pernikahan papan atas di Asia dan telah menciptakan foto-foto unik untuk klien.

 

 

Evan dan Yi May bersahabat selama 20 tahun sebelum memutuskan untuk menikah pada akhir tahun ini. Hal ini mereka ungkapkan dalam kata-kata, “Tak ada yang seistimewa memiliki kesempatan istimewa untuk mengajak seorang kawan selama 20 tahun untuk menjadi sahabat seumur hidup anda.”

 

David Hagerman telah memotret seluruh dunia untuk New York Times, Wall Street Journal dan media cetak lainnya. Klien komersialnya termasuk ABC/Disney, Penang Global Tourism dan masih banyak lagi.

 

 

Hasrol Mohammad adalah CEO Radak Adventure. Radak Adventure meliputi sejumlah pengalaman perjalanan yang fokus kepada destinasi terkait alam dan dirancang memiliki dampak minimal terhadap lingkungan.

Jock Montgomery mengkhususkan diri pada fotografi dokumenter dan perjalanan dengan klien yang luas termasuk The New York Times, CNN Traveller, Travel + Leisure (SE Asia), Discovery Channel, GEO (Jerman, Rusia), Outside, The North Face, Patagonia Inc., Oriental Hotel (Bangkok), Marriott Hotel (Bangkok), Kodak, IBM, UNICEF, UNESCO dan Thai International.

Thomas De Cian adalah fotografer Italia yang tinggal di Bangkok.  Ia mengkhususkan diri pada fotografi komersial dan editorial. Kliennya meliputi Thai Airways, Unilever dan Washington Post.

 

Prabhash Prabhakaran adalah Chef Eksekutif berpengalaman lebih dari 10 tahun dan telah bekerja di Hotel Anantara selama dua tahun terakhir.

Dan Morris mengkhususkan diri pada fotografi dokumenter, petualangan dan komersial. Dia juga fotografer resmi untuk ESPN pada Asian Games X di Phuket, National Geographic Adventure dan The Guardian.

 

 

Nick James adalah CEO Warrior Trail. Dengan lebih dari 20 halang rintang ala militer yang berlokasi di lapangan kasar sekitar 10 km, Warrior Trail adalah salah satu kursus halang rintang terkemuka di Asia.

 

 

 

Vietnam

Quinn Ryan Mattingly adalah fotografer editorial dan dokumenter yang tinggal di Ho Chi Minh City. Dia telah meliput kisah-kisah regional untuk media cetak internasional selama sepuluh tahun terakhir. Kliennya meliputi The New York Times, Le Monde, Travel & Leisure, Getty Images, Ogilvy, Philips dan masih banyak lagi.

 

 

Aaron Joel Santos adalah fotografer perjalanan dan editorial peraih penghargaan yang tinggal di Asia Tenggara. Dia mewakili Novus Select di AS dan NOI Pictures di Vietnam dan Asia.

Klien Aaron termasuk The New York Times, The Wall Street Journal, Vice, TIME, Smithsonian, Travel + Leisure Southeast Asia, Der Spiegel, The Financial Times, The Globe and Mail, The South China Morning Post, The Telegraph, Boston Globe Apple, Disney, Vespa, Hyatt, Six Senses Resorts dan M Gallery Hotels.

 

Tim Gerard Barker adalah fotografer Australia dan pembuat film yang tinggal di Vietnam sejak 2012. Dia telah menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan bepergian dan mengejar kesenangannya pada fotografi. Karyanya didorong oleh keinginannya untuk memahami budaya-budaya lain dan mengalami tempat-tempat baru.

Pada 2012, Tim tertarik datang ke Asia Tenggara karena kesukaannya mengembangkan cerita mengenai perdagangan satwa liar. Sejak itu, dia telah mengerjakan banyak proyek foto dan film mengenai perdagangan ilegal anjing dan empedu beruang di Vietnam.

 

 

Indonesia

Tommy Schultz adalah fotografer dan videografer khusus destinasi terindah di Asia Tenggara. Dia mengawali karir lepasnya pada 2007 dengan tinggal di Filipina dan mengerjakan artikel majalah serta menjual foto dari stok koleksinya.

Schultz diundang untuk membantu proyek Photovoices International pada 2008 yang disponsori Ford Foundation, World Wildlife Foundation dan LSM lainnya.

Wayan Andika bekerja sebagai fotografer khusus Fine Art Monochrome Photography, Stock Photo, Monochrome Photo Series, Abstract Series, Decorative Art, proyek spesial hingga beberapa perusahaan interior dan majalah. Sebagai tambahan, dia memutuskan untuk mendirikan perusahaan fotografi bernama Bali Jaded Photography (www.balijadedphotography.com), bekerja di bidang Fine Art Wedding, pasca/pra-nikah, interior, produk serta makanan dan minuman.

 

Desainer visual kelahiran Indonesia yang beralih menjadi fotografer dan editor, Joseph Wang, menghabiskan banyak waktunya dengan bertanya “mengapa” dan “bagaimana”. Sangat kritis, dia bisa ditemukan pada waktu senggang di pantai melihat dunia sambil menunggu matahari terbenam atau menyusuri pulau untuk mencari makanan terbaik.

 

Mick Curley adalah salah satu fotografer selancar terkemuka dunia dengan karyanya yang dikenal dan diakui dunia. Karya Curley biasanya diterbitkan di majalah-majalah papan atas dan penerbitan di seluruh dunia. Ia telah bekerja untuk sejumlah klien diantaranya History HD, Discovery Chanel, Canon, Red Bull, Rip curl, Billabong, Oakley dan Quicksilver.

Peselancar Bali, Garut Widiarta, telah bekerja sama dengan Rip Curl sejak berusia 12 tahun. Lahir dan besar di Kuta, dia mulai berselancar pada usia 9 tahun di rumahnya Half Ways. Garut adalah salah satu peselancar terkenal Indonesia di dunia dan dia menerima perhatian lebih besar di media daripada peselancar Indonesia lainnya sejak Rizal Tanjung.

 

Peter Matthews sangat menyukai berselancar. Dia memulai karir yang sukses dalam membuat film selancar. Setelah bertahun-tahun, dia dikenal luas di arena selancar dan pada 2012 direkrut Rip Curl menjadi Global Head of Surfboards.

 

 

 

Filipina

Tinggal di Manila, Edwin Martinez adalah salah satu fotografer panorama terkenal dari Filipina. Ia menjadi Duta Canon Philippines dan karyanya tampil di Digital Photographers Philippines, majalah kamera digital.

Jacob Maentz mengkhususkan diri pada fotografi bawah air, perjalanan dan dokumenter. Dia telah memotret untuk Discovery Channel Magazine, Lonely Planet dan Departemen Pariwisata Filipina.

 

Sarah Black adalah salah satu fotografer fashion dan kecantikan terkemuka Filipina yang tinggal di Manila. Dia adalah Duta Merek Canon dan telah bekerja sama dengan Mega, Meg, Metro, Chalk, Metro dan Working Mom.

 

 

Dexter Alazas adalah perancang busana yang tinggal di Cebu. Dia anggota Asosiasi Perancang Busana Filipina, khusus menangani gaun pengantin. Karyanya telah ditampilkan di Philippines Fashion Week.

 

 

Photo Face-Off  Dalam Angka

1 yang tetap: Justin Mott tetap menjadi Fotografer Bintang.

Nhong Hong Nyugen dan Kanjanick Suthipaet adalah 2 peserta perempuan.

3 tantangan setiap episode – Tema, Kecepatan and Ekstrim

Mereka harus memiliki 4 unsur keberanian: Berlomba di kegelapan, lingkungan urban, hutan belantara dan surga alam.

5 episode sebelum grand final.

Filipina, Malaysia, Singapura, Vietnam, Thailand dan Indonesia adalah 6 negara indah yang menjadi tuan rumah.

Setiap peserta harus menyerahkan 10 foto untuk portfolio mereka.

Ada 13 pesaing pria.

30 juri diminta menilai tantangan.

 

Photo Face-Off S2 tayang perdana 22 September, Selasa pukul 19.00 WIB di saluran HISTORY Indovision (ch.206), Transvision (ch.604), Aora TV (ch.19), Okevision (ch.44), Big TV (ch.334) HD (ch.335) , First Media (ch.365), Topas TV (ch.183), Max3 (ch.126) HD (ch.127).

 

###

 

 

Tentang HISTORY dan HISTORY HD

 HISTORY dan HISTORY HD adalah destinasi unggulan untuk serial populer terkenal yang menghibur, tayangan acara spesial yang memenangkan penghargaan serta menyajikan sejarah kepada penonton dengan gaya informatif, mendalam dan menarik dalam berbagai program.

Program yang disajikan meliputi bermacam genre mulai dari tokoh-tokoh kehidupan nyata yang mengangkat sejarah dalam kehidupan setiap hari mulai dari sejarah alam, sejarah kontemporer, sejarah ilmu pengetahuan dan teknologi hingga arkeologi dan budaya pop.

Serial-serial populernya mencakup Kings of Restoration, Pawn Stars, The Vikings, Invention Intervention, The Pickers, Ancient Aliens, Duck Dynasty, Counting Cars, Hidden Cities Extreme dan Ride N’ Seek.

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi:

Homepage: www.historyasia.com

Facebook: HistoryAsia

Twitter: @HistoryAsia

 

Tentang A+E Networks Asia

Saluran A+E Networks Asia dimiliki oleh perusahaan konten media global pemenang penghargaan, A+E Networks, yang didedikasikan untuk menyajikan lingkungan komunikasi yang beragam kepada konsumen, mulai dari saluran TV, websites, home video / DVD hingga software permainan dan edukasi.

A+E Networks Asia terdiri dari Lifetime, HISTORY, bio., H2 and Crime & Investigation Network. A+E Networks Asia beroperasi dan mendistribusikan portfolionya di Singapura, Malaysia, Brunei, Hongkong, Makau, Taiwan, Korea, Kamboja, Indonesia, Filipina, Papua Nugini, Palau, Myanmar, Laos dan Thailand.