Published On: Tue, Feb 23rd, 2016

Plextor Meluncurkan TLC Solid State Drive dengan Kinerja Menakjubkan dan Harga Terjangkau

flextorJakarta, 23 Februari 2016- Dikarenakan terus menurunnya harga solid state drives (SSD) di pasaran, TLC SSD, yang memiliki keuntungan harga yang murah dan kapasitas yang besar, telah menggantikan MLC SSD dan menjadi mainstream di pasar konsumer. Chip TLC NAND flash telah hadir di pasaran dalam jangka waktu yang lama, tetapi produk ini lebih umum digunakan dalam berbagai produk seperti kartu memori dan USB drive. Karena semakin matangnya teknologi kontroler IC dan semakin berkembangnya teknologi firmware, SSD juga mulai menggunakan chip TLC NAND flash.

Apa itu TLC?
TLC mungkin tidak asing lagi bagi para penggemar iPhone; ketika iPhone 6 mulai menggunakan chip TLC, hal ini membuat terjadi beberapa gelombang dipasaran. Dengan semakin matangnya firmware, dan dikarenakan iPhone 6s terbaru dilengkapi dengan cadangan memori yang sangat besar, perhatian para konsumen terhadap iPhone yang menggunakan chip TLC secara bertahap hilang.

Terdapat 4 tipe teknologi arsitektur NAND flash: SLC, MLC, TLC, dan QLC; mereka dibedakan dengan banyaknya bit yang di simpan dalam setiap sel.

  • SLC (Single-level cell)
  • 1 bit data di setiap sel
  • Kecepatan penulisan paling cepat
  • Umur pemakaian lebih lama (Siklus P/E mendekati 50.000 hingga 100.000)
  • MLC (Multi-level cell)
  • 2 bit data di setiap sel
  • Kecepatan penulisan < SLC
  • Umur pemakaian rata-rata (Siklus P/E mendekati 3.000 hingga 10.000)
  • TLC (Triple-level cell)
  • 3 bit data di setiap sel
  • Kecepatan penulisan < MLC
  • Memiliki kurang dari setengah Siklus  pemakaian MLC (Umur P/E Cycle
    mendekati 500 hingga 1.000)
  • QLC (Quad-level cell)
  • 4 bit data di setiap sel
  • Kecepatan penulisan sangat lambat

Siklus pemakaian terpendek, saat ini sedang di kembangkan
Berdasarkan fakta bahwa solid state drive menggunakan chip SLC NAND flash terbatas untuk menyimpan satu bit data di setiap sel, tidak terdapat keuntungan untuk kapasitas penyimpanan per sel; sebagai hasilnya, harga cenderung tinggi, aplikasi utama dari SLC SSD terbatas untuk penggunaan militer dan industri. Dikarenakan harga SLC yang tinggi, bahkan SSD tingkat enterprise digunakan oleh server telah mulai menggunakan MLC solid state drive.

Adapun MLC solid state drive, telah menjadi mainstream untuk solid state drive tingkat konsumer selama tujuh hingga delapan tahun terakhir (2008 – 2015). Tetapi dengan evolusi dari teknologi NAND flash, TLC memungkinkan setiap sel untuk menyimpan hingga 3 bit/sel, berarti bahwa kepadatan penyimpanan dari TLC NAND flash lebih tinggi sementara harga unit lebih rendah. Ketika dibandingkan dengan MLC SSD, TLC SSD dapat mencapai kapasitas yang sama dengan menggunakan chip NAND flash yang lebih sedikit, menghasilkan keuntungan biaya produksi. TLC juga disebut sebagai 3-bit MLC.

Daya Tahan TLC 
Sebelum membahas daya tahan TLC, pertama kita harus membahas mengapa SSD memiliki masalah terhadap umur pemakaian. Komponen penyimpanan paling utama dari SSD adalah NAND flash, hal ini juga berarti NAND flash yang menentukan jangka waktu pemakaian sebuah SSD. Berdasarkan pada struktur fisik NAND flash, data ada dalam bentuk muatan listrik yang tersimpan dalam lapisan isolasi. Pengisian (penulisan data) atau pemakaian (menghapus data) harus melewati lapisan isolasi, dan muatan listrik yang lewat akan merusak lapisan isolasi sedikit demi sedikit. Setelah jumlah tertentu jangka waktu pengisian/pemakaian komponen memori akan aus. Itulah sebabnya konsep siklus
P/E ada, menghitung umur pemakaian berdasarkan pada jumlah kali data yang dapat di tuliskan dan di hapus.

Bagi kebanyakan yang mempertanyakan daya tahan TLC, perhatian mereka umumnya mengenai umur pemakaian (siklus P/E) dari TLC, yang lebih pendek jika dibandingkan dengan MLC. Alasan mengapa TLC memiliki umur pemakaian lebih pendek jika dibandingkan dengan MLC karena TLC membutuhkan tegangan lebih tinggi selama proses penulisan dan penghapusan. TLC dapat menyimpan hingga 3 bit per sel, yang membutuhkan 8 voltage state; dibandingkan dengan MLC, yang menyimpan 2 bit per sel, dan membutuhkan hanya 4 voltage state.
Tegangan lebih tinggi dapat menyebabkan lapisan isolasi lebih cepat rusak.

Penggunaan Solid State Drive Yang Tepat
Dari penjelasan diatas, kami dapat melihat bahwa SLC, MLC dan TLC semua memiliki umur pemakaian yang sesuai perhitungan. Selama NAND flash mengalami pekerjaan menulis dan menghapus secara terus menerus, cepat atau lambat akan mencapai ambang batas dan akan usang; sama seperti selembar
kertas yang hanya dapat dihapus dengan menggunakan sebuah penghapus untuk beberapa kali pemakaian.

Beberapa orang mungkin akan mempertanyakan mengapa tidak menggunakan sebuah hard disk drive tradisional (HDD)? Karena hard drive tradisional tidak memiliki batasan umur pemakaian berkat siklus P/E; struktur mekanik nya yang akan usang. Tidak hanya kecepatan baca/tulis dari HDD lebih rendah 1/5 kali dibandingkan SSD, HDD juga memiliki ukuran besar, berat, berisik dalam penggunaan dan mudah sekali rusak ketika jatuh. Dibandingkan dengan SSD yang lebih cepat, lebih ringan, lebih hening dalam penggunaan dan tahan guncangan, serta telah menjadi mainstream untuk penyimpanan yang ada di pasar saat ini. Mirip dengan pasar telepon selular, sementara ponsel tradisional sangat tahan lama, dengan peningkatan pada teknologi dan kebutuhan konsumen akan kecepatan, smartphone telah menjadi norma.

Tidak peduli media penyimpanan apa yang Anda gunakan, SSD atau HDD, Anda harus selalu membuat cadangan data secara rutin. Juga, jika Anda ingin memperpanjang umur pemakaian SSD, selain menghindari menggunakan drive untuk kebutuhan tugas baca/tulis yang berat (seperti menjalankan download BT secara terus menerus atau melakukan defrag), Anda juga dapat menginstal software yang menurunkan jumlah tulisan (seperti PlexTurbo dari Plextor) untuk memperpanjang batas umur pemakaian drive.

Kemajuan Pada Teknologi TLC Meningkatkan Daya Tahan
TLC menggantikan MLC sebagai mainstream dalam pasar SSD konsumer. Hal ini sangat dimengerti karena kalangan konsumen khawatir mengenai umur pemakaian TLC. Ketika SSD MLC pertama kali menjadi populer, kalangan konsumen juga khawatir mengenai umur pemakaian MLC dibandingkan dengan SLC. Akan tetapi, dengan semakin meningkatnya jumlah pengguna dan berlalunya waktu, perhatian akan hal tersebut semakin berkurang. Tahun lalu, beberapa produsen menguji pasar dengan meluncurkan TLC SSD, tetapi hal ini tidak disukai oleh kalangan konsumen. Akan tetapi dengan peningkatan teknologi TLC NAND flash, TLC SSD telah berada di jalur yang tepat dan siap menjadi mainstream tahun
ini.

Tahun lalu, Plextor  memfokuskan perhatiannya dalam meningkatkan umur pemakaian TLC SSD. Dengan menggunakan chip TLC NAND flash berkualitas tinggi, memilih kontroler terbaik yang cocok (otak dari sebuah solid state drive) dan menggabungkan firmware buatan sendiri, Plextor memiliki komitmen penuh untuk meningkatkan daya tahan dari TLC SSD dengan teknologi ekslusif mereka.

Rumornya, Plextor berencana untuk meluncurkan TLC SSD pertamanya yang memiliki siklus P/E 2.000, jauh diatas rata-rata yang ada di pasaran saat ini (Siklus P/E TLC tipikal sekitar 500 hingga 1.000) hal ini memastikan tingkat tertentu dari umur pemakaian yang diharapkan.

Selain itu, TLC SSD Plextor dapat digunakan dengan software PlexTurbo, menginstal PlexTurbo tidak hanya dapat meningkatkan kecepatan baca/tulis SSD, tetapi yang lebih penting adalah dapat menurunkan jumlah akses tulis, yang merupakan manfaat yang sangat besar bagi TLC SSD, karena semakin sedikit waktu tulis berarti mengkonsumsi semakin sedikit siklus P/E, sehingga dapat memperpanjang umur pemakaian SSD.