Published On: Fri, Nov 11th, 2016

Presiden Jokowi Ingin Yang Mayoritas Lindungi Minoritas, Yang Minoritas Hormati Mayoritas

Presiden Jokowi melakukan inspeksi pasukan di Markas Komando Marinir, Cilandak, Jakarta, Jumat (11/11) siang. (Foto: Humas/Jay)

Presiden Jokowi melakukan inspeksi pasukan di Markas Komando Marinir, Cilandak, Jakarta, Jumat (11/11) siang. (Foto: Humas/Jay)

Jakarta,11 November 2016- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan kelompok yang mayoritas di negara ini melindungi yang minoritas. Tapi juga, yang minoritas harus menghormati yang mayoritas.

“Saling melindungi, saling menghargai, saling menghormati. Inilah yang kita harapkan,” kata Presiden Jokowi usai mengunjungi Markas Komando (Mako) Marinir, di Cilandak, Jakarta, Jumat (11/11) siang.

Dengan saling melindungi, saling menghargai, saling menghormati, Presiden Jokowi meyakini kebersamaan, kesejukan, dan  pergaulan sehari-hari itu akan ditemukan di Negara kita.

“Saya berharap Negara kita tertib, dan damai. Saya kira itu yang ingin saya sampaikan,” ujar Presiden Jokowi.

 

Perekat Kemajemukan

Mengenai kunjungannya ke Makor Marinir itu, Presiden Jokowi mengatakan, yang pertama karena memang dirinya belum pernah mengunjungi prajurit-prajurit sebagai panglima tertinggi.

Yang kedua dalam ketatanegaraan, Presiden mengaku ingin memastikan bahwa semuanya loyal pada Negara, setia kepada Pancasila, kepada UUD 1945, kepada NKRI, kepada Kebhinekaan kita.

“Kalau sudah bertemu dan dekat seperti ini bisa kita rasakan, prajurit kita siap, membuktikan. Itu saja,” ungkap Presiden Jokowi.

Presiden mengaku sangat bangga bahwa Korps Marinir, yang berjumlah 31.000 prajurit adalah sebuah kekuatan yang besar, yang terdiri dari brigadir infanteri Resimen Artileri Marinir (Menartmar), Resimen Kavaleri Marinir (Menkavmar), Resimen Bantuan Tempur, dan Detasemen Jala Mengkara (Denjaka).

Seperti yang telah disampaikan dalam arahannya, Presiden menekankan bahwa hanya satu pegangan bagi setiap prajurit  korps marinir, yaitu kebanggaan dan harga diri sebagai seorang prajurit.

“Oleh sebab itu dalam menghadapi setiap kekuatan yang ingin mengganggu,  persatuan dan kesatuan kita, yang ingin mengganggu Pancasila, yang ingin mengganggu kebhinekaan kita, saya sampaikan bahwa prajurit korps marinir selalu menjadi perekat kemajemukan, perekat kebhinekaan, dan pantang menyerah dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republika Indonesia,” tutur Presiden. (DID/ES)/Setkab RI