Published On: Sat, Jul 30th, 2016

Presiden Jokowi: Lindungi Anak dari Dampak Negatif Teknologi dan Konsumsi Informasi

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Joko Widodo saat menghadiri Peringatan Harganas 2016, Sabtu (30/7) pagi, di Kupang, NTT. (Foto: BPMI/Cahyo)

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Joko Widodo saat menghadiri Peringatan Harganas 2016, Sabtu (30/7) pagi,  di Kupang, NTT. (Foto: BPMI/Cahyo)

Kupang, 30 Juli 2016– Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, anak-anak harus dilindungi dari dampak negatif penggunaan teknologi dan konsumsi informasi. Ini bukan berarti anak-anak sama sekali dilarang menggunakan teknologi atau mendapat informasi. Tapi lebih kepada penggunaan teknologi dan konsumsi informasi yang positif yang produktif.

“Keluarga sebagai pihak terdepan dan terpenting bagi perkembangan anak harus memastikan bahwa fungsi perlindungan terhadap anak benar-benar terwujud. Kekerasan terhadap anak harus distop dan tidak bisa kita biarkan lagi,” kataPresiden Jokowi dalam sambutannya pada puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-23 di Alun-Alun Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kupang, Nusa Tenggaa Timur (NTT), Sabtu (30/7) pagi.

Guna menyiapkan anak Indonesia yang unggul dan berdaya saing, Presiden berpesan kepada para orang tua untuk dapat mengembangkan pola pikir produktif kepada diri dan anak-anaknya. Dari yang pesimis menjadi pribadi yang optimis. Dari yang malas menjadi pribadi pekerja keras. Dari yang hanya senang sebagai pengikut menjadi pribadi yang bangga sebagai pemimpin.

“Bila keluarga bisa memupuk pola pikir dan perilaku yang produktif, maka kita bisa melahirkan generasi emas Indonesia. Generasi pemenang, generasi yang cerdas, generasi yang kreatif, generasi yang inovatif, generasi yang produktif, dan generasi yang visioner,” tutur Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden mengapresiasi inisiatif Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang mengedepankan empat konsep besar, yaitu keluarga berkumpul, keluarga berinteraksi, keluarga berdaya, dan keluarga berbagi.

“Saya minta keempat konsep itu jangan hanya jadi jargon, tapi bisa diterjemahkan dengan jelas dan rinci menjadi kerja nyata yang dilakukan oleh BKKBN,” tegas Presiden.

Tanda Kehormatan

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi berkesempatan menyematkan tanda kehormatan kepada para pelaku program kependudukan dan keluarga berencana nasional yang berprestasi di berbagai daerah. Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas perjuangan, kontribusi, dan dedikasi mereka bagi keluarga Indonesia.

Para penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan dalam Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) ialah:

1. Ir. Said Assagaf, Gubernur Maluku
2. H. Dadang Mochamad Naser, S.H., S.IP., Bupati Bandung, Provinsi Jawa Barat
3. Ir. Hendra Gunawan, S.H., M.M., Bupati Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan
4. Ir. H.M. Hatta Rahman, M.M., Bupati Maros, Provinsi Sulawesi Selatan
5. Prof. Dr. Ir. H.M. Nurdin Abdullah, M.AGR., Bupati Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan
6. Sdr. Yoyok Riyo Sudibyo, Bupati Batang, Provinsi Jawa Tengah
7. dr. H. Mundjirin, ES.Sp.OG., Bupati Semarang, Provinsi Jawa Tengah
8. Ir. Hugua, Bupati Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara
9. Ir. Nasaruddin, M.M., Bupati Aceh Tengah, Provinsi Aceh
10. Drs. H. Bambang M. Yasin, Bupati Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat
11. Sdr. Jimmie Feidie Eman, S.E., Ak., Walikota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara
12. H. Burhan Abdurahman, S.H., M.M., Walikota Ternate, Provinsi Maluku Utara
13. H. TB. Haerul Jaman, B.Sc., S.E., Walikota Serang, Provinsi Banten
14. Ir. Sigit Widyonindito, M.T., Walikota Magelang, Provinsi Jawa Tengah
15. H.M. Qurais H. Abidin, Walikota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat

Sementara itu, Ibu Negara Iriana Joko Widodo, yang turut hadir dalam acara tersebut, juga berkesempatan untuk menyerahkan Piala TP PKK KB-Kesehatan Pakarti Utama I untuk kategori Kabupaten dan Kota serta Juara I Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP), Petugas Keluarga Berencana (PKB)/Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan Pasangan KB Lesatari Teladan Tahun 2016.

Kepada para penerima tanda kehormatan dan penghargaan tersebut, Presiden memberikan amanah untuk terus meningkatkan pengabdian kepada negara guna menyukseskan program kependudukan dan pembangunan keluarga.

“Tingkatkan terus pengabdian, semangat, serta prestasi dalam menyukseskan program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga,” tutup Presiden.

Tampak hadir dalam acara tersebut di antaranya Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Farouk Muhammad, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan (Menko PMK) Puan Maharani, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty, dan Gubernur NTT Timur Frans Lebu Raya.(BPMI/ES)

 

Setkab RI