Published On: Fri, Apr 15th, 2016

Program Penggalangan Gagasan “Solusi Desa Broadband Terpadu” untuk Para Inovator Muda

foto launching desa cropJakarta, 15 April 2016 – Kementerian Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan program penggalangan gagasan Solusi Desa Broadband Terpadu (SDBT) yang terbuka bagi kaum muda. Program untuk memberikan solusi terpadu bagi masalah desa tertinggal ini diselenggarakan untuk mendapatkan gagasan-gagasan segar yang datang dari masyarakat sendiri, terutama kaum muda.

Para peminat atau peserta ditantang untuk merumuskan solusinya dalam bentuk produksi video berisi gagasan pemecahan masalah yang ada pada desa-desa tertinggal (daftar desa dapat dilihat di  http://www.solusi.broadband-desa.go.id ). Video yang berdurasi tiga menit tersebut diproduksi atas gagasan sendiri dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku. Video harus diunggah ke platform Youtube. Panitia akan memilih 50 ide terbaik untuk diikutkan dalam babak improvisasi ide.

Setelah itu, akan disaring kembali dan dipilih finalis sebanyak 25 tim untuk mengikuti Bootcamp. Pada presentasi final, penyelenggara akan memilih enam aplikasi dengan solusi yang dianggap terbaik. Mekanisme selengkapnya bisa dilihat pada Lampiran 1.

Sasaran program ini ditargetkan untuk desa tertinggal yang meliputi desa nelayan, desa pedalaman dan desa pertanian. Solusi teknologi yang digagas bisa mencakup pemecahan masalah: mata pencaharian, akses layanan kesehatan, akses layanan keselamatan, dan akses layanan keamanan. Sedangkan solusi yang diharapkan meliputi komponen: jaringan, perangkat, aplikasi, pendampingan, dan implementasi. Kategorisasi solusi bisa dilihat pada Lampiran 2.

Program ini dijalankan secara terpadu, mulai dari pengembangan solusi, penerapan, hingga pembinaan dan pendampingan yang mengikutsertakan komponen profesional dan masyarakat lokal yang relevan.

Tujuan Program
Dari statistik yang dihimpun, di Indonesia terdapat 74.094 desa, dengan 26% di antaranya, atau sekitar 19.386 desa merupakan kategori tertinggal dan lokasi prioritas (lokpri). Sedangkan 43% di antara desa tertinggal tersebut, atau sejumlah 8.447 desa merupakan desa tertinggal dengan akses sinyal telekomunikasi yang sudah baik. Kondisi tersebut diharapkan dapat dimaksimalkan untuk mengakselerasi perkembangan ekonomi desa dengan pendekatan digital sehingga mempercepat tercapainya kesejahteraan desa.

Tujuan utama dari program SDBT ini terbagi ke dalam tiga aspek, sebagai berikut:

  • Produktivitas: meningkatkan hasil produksi mata pencaharian di desa, sembari memaksimalkan produk yang dihasilkan terjual baik di pasaran.
  • Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Dasar: memastikan bahwa masyarakat dapat menghubungi pihak berwenang secara real-time ketika terjadi hal yang membahayakan, termasuk ketika ada isu kesehatan dan juga bencana alam.
  • Kesejahteraan: meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam bidang perdagangan, pendidikan dan komunikasi.

“Peralihan dari aktivitas ekonomi tradisional ke aktivitas ekonomi digital dipastikan selain akan meningkatkan kecepatan transaksi ekonomi juga akan meningkatkan efisiensi proses ekonomi. Oleh sebab itu masyarakat harus sesegera mungkin dikondisikan untuk menyambut era ekonomi digital tersebut” demikian sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

Berdasarkan capaian yang ingin diraih tersebut, diharapkan para inovator muda mampu menyajikan solusi dan implementasi yang menggabungkan elemen jaringan, perangkat, aplikasi dan dukungan sistem. Pada gilirannya, pemikiran-pemikiran kaum muda ini akan memberi sumbangsih bagi terwujudnya kesejahteraan bangsa secara menyeluruh dimulai dari pelosok desa.

Adapun hadiah bagi aplikasi solusi terbaik adalah:

  • Pembimbingan dengan mentor ahli dari berbagai bidang untuk penyempurnaan solusi.
  • Kesempatan melakukan benchmarking ke negara yang sudah sukses dalam pengembangan startup.
  • Kesempatan promosi aplikasi yang sudah dibuat melalui kerjasama pemerintah dan operator.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi: info@broadband-desa.go.id atau dapat dilihat pada laman solusi.broadband-desa.go.id

 

 

sumber:Kominfo