Published On: Mon, Feb 1st, 2016

PT XL Axiata Tbk (EXCL) Lakukan Rights Issue untuk Perkuat Posisi Keuangan

xll rightissueJakarta, 1 Februari 2016- PT XL Axiata Tbk (XL) hari ini mengumumkan hasil audit kinerja keuangan perusahaan tahun 2015 yang berakhir 31 Desember 2015. Selain itu, XL juga mengumumkan rencana untuk menerbitkan saham baru (rights issue) dimana dana yang dihasilkan dari rights issue tersebut akan digunakan untuk membayar kembali pinjaman dari pemegang saham sebesar USD 500 juta.

 

Presiden Direktur dan CEO XL, Dian Siswarini mengatakan, “Kami telah menutup tahun 2015 dengan berbagai pencapaian positif sebagai hasil dari transformasi yang yang sudah kami lakukan sejak awal 2015 yang lalu. Kami telah berhasil meningkatkan kinerja operasional dan finansial guna membangun pondasi perusahaan yang lebih kuat untuk meraih pencapaian kinerja yang lebih baik di tahun 2016.”

 

XL berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan selama tiga kuartal secara berturut-turut, dengan tumbuh sebesar 2% QoQ pada 4Q 15, yang didorong oleh pertumbuhan pendapatan penggunaan layanan utama (voice dan SMS) sebesar 2% QoQ, serta dari pencapaian kinerja yang solid untuk layanan data (naik 15% QoQ).

 

Peningkatan terbesar ada pada Laba Sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi dan Amortisasi (EBITDA) yang meningkat 6% QoQ menjadi Rp 2,3 triliun, yang kemudian meningkatkan EBITDA margin menjadi 39% atau naik 1% QoQ.  Peningkatan  ini  merupakan  dampak  positif  dari  terbentuknya kembali basis pelanggan yang berfokus pada pelanggan-pelanggan yang lebih menguntungkan, serta adanya upaya untuk meningkatkan profitabilitas portofolio produk. Pencapaian ini sekaligus juga merupakan peningkatan EBITDA dan EBITDA margin selama tiga kuartal berturut-turut.

 

XL terus fokus untuk menjadi yang terdepan dalam menyediakan layanan internet mobile di Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut dan juga adanya peningkatan adopsi pelanggan terhadap ponsel dengan kemampuan layanan data, telah mendorong pertumbuhan yang kuat untuk trafik layanan data. Trafik data tumbuh 54% YoY di tahun 2015, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Total pengguna layanan data sebesar 22,5 juta atau 54% dari total pelanggan XL.

 

Pertumbuhan smartphone telah berhasil mendorong peningkatan adopsi layanan Data di Indonesia. Penetrasi smartphone XL telah tumbuh dan berkembang sebesar 42% pada akhir 2015. pengguna smartphone XL tumbuh 10% YoY dan mencapai jumlah 17,7 juta pengguna.

 

Pada kuartal tersebut, setelah peluncuran komersialisasi layanan 4G LTE pada spektrum 1800 MHz secara nasional, XL memperkenalkan paket HotRod 4G yang menawarkan kuota LTE dengan harga terjangkau. Dengan layanan ini pelanggan dapat menikmati manfaat internet cepat dan berkualitas. Sepanjang tahun, XL juga terus mendorong adopsi ponsel 4G oleh pelanggan sejalan dengan agenda transformasi yang memang mengutamakan pelanggan yang mampu memberikan nilai lebih tinggi. Untuk itu, XL menawarkan program bundling dengan pilihan berbagai smartphone, mulai dari Apple, Samsung, Xiaomi, Alcatel, Lenovo, LG, hingga Sharp.

 

XL juga telah berhasil menjalankan kampanye pemasaran (marketing campaigns), salah satunya “60 Mazda, 60 Hari, 60 Pemenang“. Kampanye pemasaran ini untuk meningkatkan dan mendorong isi ulang pulsa oleh pelanggan di tahun 2015 dengan menawarkan hadiah menarik. Selanjutnya, XL juga meningkatkan aktivitas distribusi melalui modern channel dengan memperkenalkan program “Harga Pas” untuk penjualan isi ulang pulsa di toko-toko seperti Indomaret dan 7-Eleven. Selain itu, melalui program yang sama XL juga mengenalkan lebih banyak pilihan untuk isi ulang.

 

4G LTE merupakan bagian penting dari strategi XL untuk menjadi yang terdepan dalam penyediaan layanan mobile internet. layanan 4G LTE merupakan upaya untuk memenuhi permintaan konsumen atas internet berkecepatan tinggi. Untuk mendukung layanan 4G LTE, XL telah membangun 3.134 BTS 4G per akhir tahun 2015, yang tersebar di lebih dari 35 kota. XL juga terus berinvestasi dalam meningkatkan kualitas jaringan dan jangkauan dengan membangun lebih dari 18.000 BTS 3G hingga akhir 2015, yang menjadi bagian dari total 58.879 BTS.

 

Selama tahun 2015, XL telah membelanjakan belanja modal (capex) sebesar Rp 4,1 triliun, terutama guna upaya memperluas infrastruktur Data dan layanan mobile, yang didanai melalui dana internal. Total utang menurun menjadi Rp 27.0 triliun dari Rp 29.6 triliun pada akhir 2014. Sementara itu, Net Debt / EBITDA meningkat sedikit dari 2,6x ke 2,8x.

 

Untuk periode 2015, XL mencatat rugi bersih sebesar Rp 25 miliar yang terutama disebabkan oleh dampak forex dari penguatan US Dollar. Menyesuaikan dampak tersebut, XL mencatat laba bersih yang dinormalisasi sebesar Rp 51 miliar.

 

XL memulai tahun 2015 dengan menerapkan agenda transformasi yang disebut dengan 3R – Revamp, Rise & Reinvent”, yang telah berjalan sejak awal tahun 2015. Sebagai ikhtisar, transformasi XL sebagaimana dimaksud sebelumnya adalah terdiri dari: Revamp (Mengubah) –mengubah model bisnis pencapaian pelanggan (dari ‘volume’ menjadi ‘value’) disertai strategi distribusi serta perbaikan portofolio produk untuk meningkatkan pendapatan. Rise (Meningkatkan) – meningkatkan nilai brand XL dan menggunakan strategi dual-brand dengan AXIS untuk menyasar berbagai segmen pasar yang berbeda. Reinvent (Menemukan kembali) – menumbuhkan berbagai inovasi bisnis melampaui model bisnis yang digunakan saat ini.

 

Alasan dari transformasi ini bagi XL adalah untuk merespon perubahan pasar yang sangat dinamis dan fokus pada penciptaan nilai (value) sehingga XL dapat membangun bisnis yang lebih berkelanjutan di masa depan.

 

XL telah mengakhiri tahun 2015 dengan berbagai pencapaian yang baik sebagai hasil atas agenda transformasi. Ini dibuktikan dengan meningkatnya metrik operasional dan keuangan. Ini mendasari keyakinan XL bahwa keputusan untuk menjalankan strategi ini sudah tepat. Selanjutnya, tahun 2016 akan menjadi tahun untuk membangun di atas pondasi yang telah ditata pada tahun 2015.

 

Rencana rights issue

XL juga mengumumkan rencana untuk melakukan penerbitan saham baru (rights issue) guna menggalang dana yang akan digunakan untuk membayar kembali pinjaman dari pemegang saham sebesar USD 500 juta.

 

Penggalangan dana ini memungkinkan semua pemegang saham XL untuk berpartisipasi dalam mendukung pertumbuhan perusahaan kedepan. Untuk menunjukkan komitmennya yang terus menerus selaku pemegang saham utama dari XL, Axiata Group, yang saat ini memiliki sekitar 66,4% saham XL, telah mengungkapkan rencananya untuk sepenuhnya mengambil haknya secara pro rata atas penerbitan saham baru tersebut. Sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang saham dalam penerbitan saham baru (rights issue) ini direncanakan akan dijamin sepenuhnya oleh pembeli siaga.

 

Atas rencana rights issue, Presiden Direktur dan CEO XL, Dian Siswarini mengatakan, “Kami telah melihat kemajuan yang signifikan dan mendapatkan momentum atas agenda transformasi yang telah kami jalankan sejak 2015. Kami telah menjalankan berbagai inisiatif pengelolaan neraca keuangan (Balance Sheet Management Initiatives) untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan dan mengurangi resiko dan dampak valuta asing. Penerbitan saham baru (rights issue)  merupakan  langkah   penting   untuk   memperkuat   fondasi   kami   dalam   menyongsong

agenda transformasi berikutnya. Dana dari rights issue akan kami gunakan untuk membayar kembali pinjaman US Dollar kepada pemegang saham”.

 

Penerbitan saham baru (rights issue)  harus  terlebih dahulu mendapat persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”), yang dijadwalkan 10 Maret 2016, serta persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas pernyataan pendaftaran yang sebelumnya harus disampaikan oleh XL. Proses ini diharapkan selesai pada semester pertama  2016. Harga saham akan ditentukan dan ditetapkan secara bersama oleh XL Axiata dan para pembeli siaga.  Diskon harga saham diperkirakan tidak lebih dari 20% TERP pada tanggal penetapan harga. Ketentuan atas penerbitan saham baru (rights issue) termasuk harga saham yang terkait dengan penawaran dan jumlah saham yang ditawarkan akan diumumkan pada waktunya.

 

Credit Suisse dan Mandiri Sekuritas telah ditunjuk sebagai penasihat keuangan untuk proses penerbitan saham baru ini (rights issue).