Published On: Thu, Sep 29th, 2016

Punya Potensi Besar, Presiden Jokowi Ingin Proyek Palapa Ring Cepat Selesai

Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam peresmian Proyek Jaringan Serat Optik Palapa Ring Tengah dan Timur di Istana Negara, Jakarta, Kamis (29/9) sore. (Foto: Humas/Agung)

Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam peresmian Proyek Jaringan Serat Optik Palapa Ring Tengah dan Timur di Istana Negara, Jakarta, Kamis (29/9) sore. (Foto: Humas/Agung)

Jakarta, 29 September 2016- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku dirinya ingin agar proyek Palapa Ring yang akan membangun ketersediaan layanan jaringan serat optik yang menghubungkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia bisa segera selesai. Sebab, menurut Presiden, kalau tidak, Indonesia akan tertinggal jauh.

Menurut Presiden, peluang digital ekonomi Indonesia sangat besar sekali. Pada 2020, lanjut Presiden, diperkirakan sampai 130 miliar dolar AS.

“Berapa triliun itu. Berapa ribu triliun,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Peresmian Financial Close Proyek Jaringan Serat Optik Palapa Ring Tengah dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Proyek Jaringan Serat Optik Palapa Ring Timur dengan PT. Palapa Timur Telematika, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (29/9) sore.

Untuk itu, Presiden Jokowi meminta agar semuanya harus disiapkan secara cepat. Sehingga Indonesia nanti punyaretail platform sendiri, punya logistic platform sendiri, yang betul-betul bisa head to head, bisa bersaing dengan kanan kirinya, dengan negara lain, dan tidak ditinggal atau justru diserang.

Kalau tidak disiapkan, Presiden mengaku tidak bisa membayangkan, karena Indonesia memiliki 17 ribu pulau. Sebaliknya, begitu jaringan serat optik ini siap, semuanya logistic platform-nya siap, retail platform-nya siap, maka industri-industri kecil, produk-produk di desa, produk di pulau-pulau terpencil, produk-produk petani, produk-produk nelayan, itu bisa disatukan.

“Inilah yang nanti mempersatukan kita,” tutur Presiden seraya menekankan, bahwa konektivitas itu bukan hanya tol laut, bukan hanya pelabuhan, jalan tol, tapi tol informasi ini juga sangat diperlukan untuk jangkauan ke depan.

“ Inilah persiapan yang selalu terus saya dorong, agar cepat, agar cepat, agar cepat. Ndak bisa tidak. Harus,” sambung Presiden.

Presiden juga mengajak semua pihak membayangkan mungkin 15-20 tahun yang akan datang, mal-mal ini akan tergerus. Negara lain juga mulai hilang, menurut Presiden hanya tinggal 30 persen dan orang sudah tidak mau ke mal lagi. “Hati-hati kita masih punya 2, mal dan, mal, toko, pasar. Ini harus dibuat peta jalannya, roadmap ke depan, mereka ini mau dibawa ke mana. Harus disiapkan dari sekarang. Visi ke depan harus kita lihat sekarang ini,” tuturnya.

Menurut Presiden, inilah pekerjaan besar yang harus disiapkan sekarang. Untuk itu, Presiden sangat menghargai, tanda tangan kontrak, financial close proyek Palapa Ring itu.

“Saya hanya ingin menyampaikan, secepat-cepatnya itu diselesaikan, secepat-cepatnya kita bisa gunakan untuk bangsa, negara, dan rakyat Indonesia,” pungkas Presiden.

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, dan Menkominfo Rudiantara. (RMI/ES)