Published On: Wed, Sep 28th, 2016

Qantas Memperkenalkan Piyama Desainer Baru Khusus First Class

 

qantas1Jakarta, 28 September 2016- Qantas hari ini memperkenalkan pakaian tidur mewah dan nyaman berupa piyama dan sandal tidur baru hasil rancangan Martin Grant, yang tersedia bagi semua penumpang pesawat penerbangan internasional Qantas di kabin First Class. Fasilitas ini baru mulai tersedia di armada A380 Qantas untuk penerbangan jarak jauh dari Sydney dan Melbourne.

 

Grant juga merancang seragam awak kabin Qantas yang diperkenalkan pada tahun 2013 dan seragam pilot yang akan diluncurkan pada bulan Oktober 2016.

 

Ini adalah pertama kali sepanjang 25 tahun perjalanan karirnya, Grant memakai talenta fashionnya untuk merancang pakaian tidur. Piyama Qantas First yang baru akan menghadirkan nuansa fashion elegan dan khas Martin Grant pada maskapai nasional Australia, serta memperkenalkan elemen mewah baru dalam hal kabin First Class.

 

Dirancang secara khusus untuk Qantas oleh Martin Grant, perancang busana ternama kelahiran Australia, piyama uniseks Qantas First berwarna biru tua dengan garis hitam ini dibuat dengan bahan katun 100% dan dirancang dengan neckline khusus serta model mengecil di bagian ujung untuk memberikan kenyamanan nan elegan di kabin First Class. Tersedia juga sepasang sandal berwarna biru tua dan hitam yang serasi dengan piyama Qantas First.

 

Grant juga telah merancang kotak amenity spesial untuk pria dan wanita dengan nuansa warna biru tua yang serasi dengan piyama Qantas. Kotak amenity ini berisi berbagai produk bespoke (pesanan khusus Qantas)ASPAR by Aurora Spa” untuk menjaga tingkat hidrasi penumpang, kaus kaki rancangan Martin Grant, peralatan dental, penutup telinga, dan deodoran. Di dalam kotak tersebut juga terdapat masker mata khusus yang dirancang oleh Martin sehingga menutup mata secara sempurna, mengurangi gangguan cahaya, dan memberikan kenyamanan maksimal.

 

Ini baru kali ketiga piyama Qantas untuk kabin First Class dirancang ulang sejak Maret 2007, dan set piyama baru ini akan menggantikan versi hitam dan abu-abu yang diperkenalkan sebelumnya di Februari 2013. Rancangan final Martin Grant juga dipamerkan di panggung busana Paris dan Milan oleh beberapa selebriti paling glamor di dunia.

 

“Merancang piyama Qantas First baru adalah tantangan yang berat. Pertimbangan gaya, bahan dan elemen desain benar-benar berbeda dari koleksi saya dan saya berfokus kepada penggabungan antara gaya serta kecanggihan dan kenyamanan serta kepraktisan,” kata Martin Grant.

 

“Ketebalan bahan yang pas, corak warna yang tepat, dan garis-garis meruncing adalah hal-hal utama yang langsung terpikirkan, lalu penting juga untuk memastikan piyama tidak tertarik ke atas kaki dan neckline tidak mengganggu.

 

Piyama Qantas sangat ikonis jadi merombak rancanganya juga harus mengedepankan desain kontemporer yang membuat pelanggan tergoda untuk menyelipkan set piyama ini ke dalam tas mereka ketika meninggalkan pesawat.”

 

Desain itu diuji dan disempurnakan oleh Martin Grant sendiri sebelum memulai produksi barang.

 

Qantas Commercial Manager for South East Asia, Papua New Guinea and Korea, Simon Smith mengatakan bahwa masukan dari pelanggan menunjukkan bahwa piyama adalah elemen populer dari penawaran produk Qantas di seluruh kabin premiumnya.

 

“Qantas adalah salah satu dari sejumlah kecil maskapai penerbangan di dunia yang menyediakan piyama gratis di kabin First dan Business Class, dan lebih dari 95 persen penumpang penerbangan internasional satu-malam kami mengganti pakaian mereka dengan piyama, sehingga kami sangat memahami pentingnya piyama pada skala kenyamanan penumpang.

 

“Hal yang juga penting adalah piyama kami pun penuh gaya dan kami percaya desainnya akan sempurna untuk dipakai di kabin First Class. Kami memperkirakan bahwa piyama tersebut juga akan sering dibawa pulang dan bahkan mungkin terlihat dipakai di supermarket atau gym seperti yang sudah terjadi”.

 

Piyama dan kotak amenity Martin Grant akan tersedia bagi para penumpang kabin First Class pada penerbangan internasional Qantas dari Sydney dan Melbourne mulai 21 Oktober 2016.