Published On: Thu, Sep 29th, 2016

Raih Pendanaan Ketiga, Pricebook Siap Kuasai Pasar Asia Tenggara

Share This
Tags

pricbookJakarta, 29 September 2016–Pricebook Co., Ltd (http://www.pricebook.co.id), startup asal Jepang, berhasil mendapatkan pembiayaan ketiganya. Investasi ini dipimpin oleh KLab Venture Partners Co., Ltd, diikuti Aucfan Co., Ltd di mana keduanya juga merupakan perusahaan Jepang. Di Indonesia, Pricebook Co. Ltd mendirikan PT. Pricebook Digital Indonesia.

 

Berbekal pembiayaan dengan jumlah yang tidak disebutkan serta pengetahuan teknis bisnisnya, Pricebook, mesin pencari belanja online to offline (O2O) terdepan di Indonesia yang dikelola Pricebook Co., Ltd akan memperbesar ekspansinya ke dalam berbagai kategori produk dan di kota-kota besar di luar Jakarta, sebagai langkah kuat untuk menjadi mesin pencari belanja nomor satu di seluruh Asia Tenggara.

 

Pricebook, yang didirikan pada 2013, berupaya menyelesaikan persoalan informasi asimetris antara konsumen dan pelaku bisnis di Asia Tenggara. Untuk memulainya, mesin pencarian belanja tersebut diluncurkan untuk pasar Indonesia pada Desember 2013.

 

Sebagai mesin pencari belanja O2O satu-satunya di Indonesia, perusahaan dengan kantor yang berbasis di Jakarta ini mengumpulkan dan menyediakan informasi mengenai harga penjualan baik toko online dan fisiknya di situsnya. Saat ini, Pricebook diakui sebagai brand nomor satu di antara mesin pencari belanja lainnya.(*1)

pricebook2

 

Apa dan Mengapa Pricebook Menjadi Mesin Pencari Belanja Nomor Satu di Indonesia

 Dengan tim yang saat ini beranggotakan 20 orang, Pricebook fokus terhadap perangkat-perangkat seperti handphone, komputer dan produk elektronik lainnya untuk dikumpulkan berdasarkan spesifikasi, ulasan dan harga dari berbagai toko online maupun offline demi pengalaman belanja cerdas bagi para konsumen serta sebagai pengembangan bisnis bagi para penjual dan merek.

 

Dalam pengembangan pasar Indonesia dengan peningkatan pendapatan serta maraknya smartphone yang memiliki harga terjangkau, populasi internet telah mencapai 100juta pada tahun 2016. Meningkatnya permintaan belanja telah berkontribusi besar terhadap pasar online untuk memasuki pertumbuhan bisnis e-commerce dan lainnya dengan cepat.

 

Sayangnya, kanal belanja utama Indonesia cenderung offline yang disebabkan oleh faktor harga, kepercayaan, kecepatan serta masalah sensitif lainnya. Permasalahan dengan transaksi offline adalah sifatnya yang asimetris secara informasi dan tak terhubung di mana tak ada pemangku kepentingan, yakni pembeli, penjual dan produsen, yang memiliki akses lengkap terhadap informasi akurat dan real-time. Faktor-faktor tersebut yang menyebabkan kesempatan menghilang di mana-mana.

pricebook1

 

Berangkat dari situasi tersebut, Pricebook bertujuan untuk memulai dalam pembukaan stok dan aliran produk guna memungkinkan pembelian dan penjualan secara efisien di Indonesia. Bekerjasama dengan lebih dari seribu toko offline di Jakarta, Surabaya dan Bandung serta secara eksklusif dengan mall-mall ITC sebagai penyedia produk elektronik terbesar, Pricebook menjadi penyedia layanan yang menawarkan informasi terkait toko online yang terdaftar di dasbor untuk pembeli dan bisnis.

 

Perbandingan lintas kanal, dengan informasi produk kualitas tinggi serta ulasan pengguna, telah menghasilkan tingginya aktivitas pembelian. Hal itu yang membuat Pricebook sebagai afiliasi terpenting bagi pasar-pasar online besar. Selain itu, jaringan offline penjual eceran Pricebook amat berguna bagi para produsen dan penyedia layanan sebagai cara untuk menggapai pasar yang tak tersentuh. Kolaborasi perdananya akan diumumkan pada bulan Oktober mendatang. Kini Pricebook terbuka untuk segala kemungkinan kolaborasi untuk menghubungkan pembeli, penjual dan bisnis lainnya.

(*1)Google AdWords Keyword Planner. July, 2016