Published On: Tue, Feb 9th, 2016

Laporan Pasar: Real Estat Mengarah pada Indikator Kuat

Lamudi MalangJakarta, 9 Februari 2016– Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terkuat ke 16 di dunia memiliki seluruh faktor penting yang diperlukan untuk pertumbuhan tinggi di sektor pasar real estate pada tahun-tahun mendatang, mengacu pada laporan pasar real estate oleh Lamudi.

Laporan pasar terbaru untuk tahun 2015 difokuskan di kelas menengah yang tumbuh di Indonesia, yang diperkirakan akan mencapai 141 juta pada tahun 2020 dan demografi populasi muda sebagai alasan untuk pertumbuhan yang berkelanjutan pada sektor ini. Sektor ini pun berkontribusi terhadap 3,2
persen GDP Indonesia dengan prediksi pertumbuhan pasar sampai 30 miliar dolar pada tahun 2018.

Balikpapan mencatat kuartal tertinggi pada pertumbuhan kuartal menurut laporan, dengan Surabaya dan Bandung sebagai urutan kedua dan ketiga yang berbanding tipis. Yang menggairahkan, Jakarta disebut sebagai pasar properti mewah yang tumbuh paling cepat di dunia dengan pertumbuhan harga
sebesar 37,7 persen.

Meskipun menghadapi tantangan dan dilaporkan terdapat backlog 13,5 juta unit. Proyek sejuta rumah adalah sebuah skema untuk membantu mengurangi defisit kebutuhan perumahan. Konstruksi dimulai pada bulan April dan proyek ini direncanakan untuk segera selesai.

Laporan ini mengambil pandangan mendalam pada harga di pasar. Dalam hal
harga apartemen, Jakarta dan Bali mengalami penurunan dari November 2014
sampai Mei 2015, di mana Banten, Jawa Timur dan Barat sedikit mengalami
peningkatan.

Bisnis terus berkembang di Indonesia dan sebagai hasilnya, permintaan ruang komersial terus berlanjut. Di setiap provinsi besar, jumlah ruang komersial meningkat dari November 2014 hingga Mei 2015. Ibukota Jawa Timur, Surabaya adalah alternatif populer untuk Jakarta bagi investor.

Harga rumah tetap relatif stabil sebagai konsekuensi dari perlambatan ekonomi yang dialami menjelang akhir 2015. Jawa Timur dan Banten terlihat mengalami sedikit peningkatan.

Managing Director Lamudi Indonesia mengatakan “Meskipun terjadi penurunan dalam ekonomi global, Indonesia memiliki faktor positif yang cukup untuk melihat pertumbuhan sektor real estate pada 2016 dan seterusnya”