Published On: Thu, Jul 2nd, 2015

Rembug Warga antara Pimpinan dan Karyawan Atma Jaya

Share This
Tags

 

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

Jakarta, 1 Juli 2015 – Keterbukaan menerima evaluasi adalah ciri positif untuk maju. Itulah yang diterapkan oleh pimpinan terhadap warga Atma Jaya. Dalam rangka Ulang Tahun ke-55 atau Lustrum XI, Atma Jaya mengadakan acara Rembug Warga (1/7), yaitu ajang bagi segenap karyawan untuk memberikan kritikan, saran, dan masukan bagi pimpinan atau pembuat keputusan Universitas, terkait proses dan sistem organisasi yang sedang berjalan.

“Unika Atma Jaya akan membangun kampus yang baru seluas 20 hektar di wilayah Tangerang, bisakah dijelaskan tahapan kepindahannya terutama terkait dengan sarana dan prasarana? Dikarenakan aktivitas perkuliahan tidak hanya di kelas tetapi juga melakukan praktik di laboratorium,” tanya Dr. Kristianto Halomoan, S.H., M.H., dosen Fakultas Hukum yang ingin mengetahui rencana kepindahan kampus dari Semanggi di pusat kota Jakarta, ke Bumi Serpong Damai, Tangerang, di propinsi Banten yang jarak tempuhnya satu jam dari pusat kota.

Pertanyaan ini ditanggapi positif oleh Prof. Dr. Ir. M.M. Lanny W. Pandjaitan, M.T., selaku Rektor Unika Atma Jaya, bahwa tahapan kepindahan Universitas dilakukan serentak dengan pembangunan sarana dan prasarananya, seperti kepindahan Fakultas Teknobiologi akan dilakukan ketika laboratorium telah siap digunakan. Sehingga, aktivitas perkuliahan bisa langsung terpusat di Tangerang.

Begitu pula dengan dr. Rr Josephine Retno Widayanti, dokter sekaligus pengajar spesialis saraf di Fakultas Kedokteran menyatakan pendapat, “Saat ini gedung Rumah Sakit Atma Jaya sedang proses renovasi dan pembangunan. Hal ini menunjukkan pertumbuhan sumber daya yang berkarya akan semakin banyak. Maka, perlu semakin intesif dalam menjalin komunikasi internal. Misalnya, dua minggu sekali diadakan pertemuan antara pihak yayasan, rektorat, pimpinan di Fakultas Kedokteran dan kepala departemen. Sehingga, jika ada masalah bisa segera diberi solusi.”

Berbagai pertanyaan dan masukan yang dilontarkan oleh para warga Unika Atma Jaya yang terdiri dari karyawan, dosen, dan mahasiswa ini diterima oleh pimpinan dan menjadi bahan evaluasi untuk penentuan kebijakan selanjutnya yang lebih baik. Warga memberikan masukan berupa sarana dan prasarana, budaya organisasi, hingga proses pekerjaan agar lebih efektif dan efisien.

“Acara rembug warga ini sangat bermanfaat bagi kami para pimpinan untuk menciptakan Atma Jaya semakin maju dan berdedikasi. Apalagi, kampus ini akan dikembangkan dengan pembangunan gedung kampus yang baru di Tangerang sebagai Center for Human Development. Maka, perlu kesiapan dari sumber daya manusia yang akan menjalankannya, terutama kesiapan untuk maju dan berkembang bersama. Ajang rembug warga ini, menjadikan warga Atma Jaya menjadi terbuka dan bisa turut membangun bersama,” ungkap Lanny.

Akhirnya, acara yang berkiblat pada demokrasi ini dibalut dengan tema Lustrum XI Atma Jaya “Bertumbuh Bersama Bangsa”. Acara Lustrum yang disponsori oleh PT. Astra International Tbk ini, ingin mengajak segenap warga Atma Jaya untuk semakin bersyukur, berbagi, dan berkontribusi bagi bangsa. “Kami ingin menjadikan warga Atma Jaya merasakan semangat para pendiri terdahulu yang berkomitmen untuk membangun tanah air melalui karya,” ungkap Steve Ginting, Ketua Lustrum XI Atma Jaya.

 

-o0o-

 

Tentang Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Unika Atma Jaya yang berdiri tanggal 1 Juni 1960 merupakan buah gagasan yang dibahas pada rapat para Uskup se-Jawa pada Juni 1952. Dalam pertemuan itu diutarakan kemungkinan pembentukan suatu perguruan tinggi Katolik di Indonesia. Di Jakarta gagasan itu terwujud sejak didirikannya Yayasan Atma Jaya oleh sekelompok cendekiawan muda Katolik pada tanggal 1 Juni 1960. Yayasan inilah yang kemudian mendirikan sebuah perguruan tinggi Katolik dengan nama Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Mereka antara lain: Ir. J.P. Cho, Drs. Lo Siang Hien-Ginting, Drs. Goei Tjong Tik, I.J. Kasimo, J.B. Legiman, S.H., Drs. F.X. Seda, Pang Lay Kim, Tan Bian Seng, Anton M. Moeliono, St. Munadjat Danusaputro, J.E. Tan, Ben Mang-Reng Say. Pada tahun-tahun awal, Unika Atma Jaya dibantu oleh banyak pihak dalam penyediaan ruang kuliah dan kegiatan administratif, diantaranya di kompleks Katedral, kompleks persekolahan Ursulin, di Jalan Lapangan Banteng Utara, kompleks Santa Theresia, Menteng, kompleks Kolese Kanisius, Menteng, kompleks SMP van Lith, Gunung Sahari, Aula Paroki Theresia, dan kompleks RS St. Carolus. Sejak tahun 1967, Atma Jaya berangsur-angsur menempati kampus di Jalan Sudirman yang terkenal dengan nama kampus Semanggi, yang lahannya dihibahkan oleh Bung Karno. Selanjutnya menempati kampus Pluit, di Jakarta Utara, yang dihibahkan Gubernur Ali Sadikin, untuk Fakultas Kedokteran (FK), dan Rumah Sakit Atma Jaya (RSAJ), serta sebuah fasilitas rumah duka.

Atma Jaya berarti Rohlah yang jaya. Roh yang jaya memberi semangat untuk selalu meningkatkan mutu pendidikan. Keunggulan akademis dan lulusan professional adalah orientasi utama.

Kini, Unika Atma Jaya telah memiliki delapan belas program studi untuk program sarjana (S1) dan Program Pasca Sarjana dengan tujuh program magister: Magister Manajemen (MM) dan Magister Linguistik Terapan Bahasa Inggris (LTBI) pada tahun 1992, Magister Profesi Psikologi pada 2005, Magister Bioteknologi pada 2011, Magister Sains Psikologi,  Magister Ilmu Hukum pada 2012 dan Magister Teknik Mesin pada 2013, satu program doktor Linguistik Terapan Bahasa Inggris (LTBI) pada tahun 2002 sebagai yang pertama dan satu-satunya di Indonesia, serta 3 program Profesi (Profesi Akuntansi, Profesi Psikologi, dan Profesi Dokter). Untuk program sarjana (S1): Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) berdiri pada tahun 1960, Fakultas Pendidikan dan Budaya (FPB) dan Fakultas Teknik (FT) tahun 1961, Fakultas Hukum (FH) tahun 1965, Fakultas Kedokteran (FK) tahun 1967, Fakultas Psikologi (FP) tahun 1992 dan Program Magister Profesi Psikologi tahun 2005, serta Fakultas Teknobiologi (FTb) pada tahun 2002 sebagai fakultas teknobiologi pertama di Indonesia.

Seluruh aktivitas dilakukan di tiga pusat kegiatan:

  • Kampus Semanggi sebagai Center for Nation Development (3,6 hektar)

Mengembangkan beragam kajian yang sangat relevan dengan sinergi Bisnis-Pemerintah-Masyarakat

  • Kampus Pluit sebagai Center for Health Development (4,2 hektar)

Menyelenggarakan pendidikan  Kedokteran yang unggul, berkualitas, dan bereputasi internasional melalui metode experiental learning hospital bersama Rumah Sakit Atma Jaya 

  • Kampus BSD sebagai Center for Human Development di BSD (20 hektar)

Berfokus pada pengembangan dan pembentukan karakter mahasiswa sebagai penerus bangsa

Atma Jaya tumbuh dengan mendasarkan pada nilai-nilai:

  • Kristiani (Christianity)

Iman Katolik sebagai landasan seluruh proses.

  • Unggul (Excellence)

Motivasi untuk senantiasa menjadi lembaga unggulan dan terdepan pada bidang ilmiah, yang memberikan akses pada semua orang untuk mengabdi pada kepentingan publik.

  • Profesional (Professional)

Sebuah praktik atau pendekatan untuk pelaksanaan tugas dengan mempromosikan prinsip tata kelola yang baik untuk memastikan kualitas.

  • Peduli (Care)

Kepedulian terhadap martabat manusia dan kesejahteraan sosial adalah orientasi dasar menuju terwujudnya nilai-nilai Kristiani yang disertai dengan kompetensi profesional unggul.

Berbagai penghargaan diraih oleh Unika Atma Jaya. Tahun 2010,  menjadi salah satu dari Indonesian best 50 promising universities dengan prestasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang diakui secara nasional maupun internasional. Juara Umum PTS Bersih Narkoba 2014, predikat dari BNN dan Kemenpora. PTS Unggulan 2012 dan 2013 bidang Penjaminan Mutu, Budaya Akademik, Pembinaan Dosen Tetap, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, serta Pembinaan Mahasiswa.