Published On: Fri, Jun 19th, 2015

Restoran-restoran Terbaik di Dunia Asal Australia

Share This
Tags

Brae Birregurra VICEmpat restoran Australia—Attica, Quay, Sepia dan Brae—masuk dalam daftar bergengsi S.Pellegrino “World’s 100 Best Restaurant” (100 Restoran Terbaik Dunia), berdasarkan penilaian dari 900 koki, ahli kuliner dan juga media kuliner terbaik di dunia.

Selama dua tahun berturut-turut, Attica di Melbourne menempati urutan ke 32 di dalam daftar tersebut, sedangkan restoran Quay di Sydney naik peringkat ke urutan ke 58 dari tahun lalu, Restoran Sepia di Sydney dan restoran Brae di kawasan Victoria,  masing-masing menempati posisi 84 dan 87 secara berurut dan memasuki daftar tersebut untuk pertama kalinya. Restoran Sepia juga dinobatkan dengan gelar “the one to watch” dan juga menerima penghargaan untuk kategori “the Fastest Rising Restaurant” (Restoran yang Paling Cepat Melejit).

Untuk empat restorannya dapat memasuki daftar bergengsi ini adalah sebuah rekor prestasi bagi Australia, yang menunjukkan kombinasi unik dari koki atau tokoh kuliner mereka yang inovatif, pemandangan yang menakjubkan, dan juga akses terhadap bahan dan hasil panen lokal yang tersegar di dunia. Keberagaman etnisitas di Australia telah menghasilkan beberapa dari hidangan paling multikultural dan menarik di dunia, terlebih dengan koki-koki seperti salah satunya Ben Shewry yang dapat mengembangkan kreativitas di bidang kuliner dan budaya minuman anggur yang tanpa terikat dengan tradisi.

Cari tahu lebih dalam lagi informasi mengenai empat restoran kelas dunia ini dan temukan alasan dibalik mengapa Australia telah menjadi salah satu pusat kuliner yang dinamis dan inspiratif.

Attica, Melbourne, Victoria

Ketika geografi memiliki peranan penting dalam membentuk karakter kuliner suatu negara, bagi Ben Shewry, koki restoran Attica di Melbourne, lahan Australia yang begitu luas adalah kunci penting dalam proses pembentukan tersebut. “Dengan iklim Australia yang berbeda-beda pada satu waktu, dari mulai iklim tropis di bagian utara hingga iklim sejuk di bagian selatan, kami memiliki hasil panen yang sangat banyak dan beragam,” kata Ben. “Ditambah lagi dengan bahan-bahan pangan Australia yang spesial dan unik—terdapatlah material yang unik untuk membuat hidangan yang unik.” Shewy pun menggunakan dengan baik bahan-bahan baku tersebut dalam hidangannya seperti salah satunya Flinders Island Wallaby, hidangan dengan taburan kismis lokal dan garam biji pial.

 

Quay, Sydney, New South Wales

 

Bagi Peter Gilmore, koki dari restoran Quay di Sydney, sebuah restoran berpemandangan menakjubkan Sydney Harbour Bridge, berpendapat bahwa keterbukaan dan kebebasan untuk mengeksplorasi berbagai budaya dan tradisi kuliner yang beragamlah yang mebuat pengalaman kuliner di Australia unik dari yang lain. “Ditambah dengan keanekaragaman bahan baku kami, santapan Australia menjadi sulit untuk didefinisikan,” ujar Peter. “Akan tetapi, kuliner Australia sedang berkembang ke banyak arah yang berbeda yang menari,” Peter fokus kepada tekstur dan perpaduan yang harmonis dan seimbang antara hidangan Jepang, Korea dan Cina. “Saya mengandalkan dalam panca indera dan pengalaman saya pribadi, dimana saya tumbuh di lingkup masyarakat yang multicultural,” tambahnya.

 

Sepia, Sydney, New South Wales

 

Setelah bekerja untuk beberapa restoran terbaik dunia, termasuk Tetsuya’s Restaurant di Australia, Martin Benn membuka restoran Sepia di tahun 2009. Di awal tahun ini, Martin diundang oleh koki keturunan Perancis-Amerika, Eric Ripert, untuk menyiapkan sembilan hidangan makan siang kepada rekan-rekan media kuliner dan anggur terkemuka Amerika di restoran berbintang Michelin miliknya, Le Bernardin, di New York, dimana hidangan yang disajikan oleh Martin mendapatkan ulasan positif yang luar biasa.

 

Vick Wild, partner bisnis dan istri Martin, berkata, “Martin dan saya sangat sering berpergian dan melancong, dan yang kami lakukan disini—di Australia dan sebagai sebuah industry, adalah sesuatu yang berkelas dunia.”

 

Vick melanjutkan, “memang ada kesan dan pesan yang bermacam-macam mengenai apa itu sebenarnya hidangan khas Australia. Kami mencoba mendefinisikan apa yang kami lakukan disini; kami unggul dan setara dengan yang lainnya di kelas dunia. Kami tidak perlu harus selalu menggunakan bahan-bahan dari Australia untuk membuat hidangan khas Australia. Kami berletak sangat dekat dengan benua Asia, dan kami mendukung budaya hidangan Asia lebih baik dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Kami melakukan hal ini dengan kecanggihan dan kejelasan.”

 

Brae, Birregurra, Victoria

 

Dan Hunter, seorang koki yang kembali ke kampung halamannya di daerah pinggir kota di negara bagian Victoria setelah berkerja di berbagai restoran di Eropa, membawa dengannya keahlian yang didapatnya ketika menjadi kepala koki di Mugaritz restoran di negara Basque. Keahliannya tersebut diterapkan dengan baik di restorannya sendiri yang bernama Brae, yang berlokasi sekitar satu jam dari kota Melbourne.

 

Menurutnya, koki-koki di Australia lebih tertarik dengan bahan-bahan, yang termasuk juga hasil panen asli lokal, dibandingkan dengan pertunjukan teknik masak. “Dan mereka sangat senang dalam hal mencampur dan mencocokan berbagai macam keragaman yang ada di Australia—dari mulai pengaruh yang dibawa dari pendatang hingga suku asal Australia—untuk menciptakan hidangan yang mencerminkan pembawaan, interaksi dan pengalaman kami sehari hari.”

 

Rancang sendiri perjalanan kuliner Anda ke Australia dan temukan alasan mengapa pengalaman makan di luar di negara ini berbeda dari tempat lain di dunia.