Published On: Wed, Jul 4th, 2018

Review – ASUS ZenFone Max Pro M1, Jawaranya Smartphone Tahun 2018

Share This
Tags

Sebuah standar baru dalam dunia perangkat pintar, yang dibuat lebih canggih, pintar, powerfull dan yang paling menarik adalah harga terjangkau. Itulah yang dikatakan ASUS saat hendak secara resmi merkenalkan ZenFone Max Pro M1 ke Indonesia.

Nama ZenFone Max M1 banyak diperbincangkan semenjak pertama kali diperkenalkan, bahkan sebelum itu. Ada banyak yang hal yang bisa diceritakan darinya, mulai dari sistem dapur pacunya yang powerfull, UI baru, desainn Fullviewnya yang compact dan ramping, serta baterainya yang jumbo dan sistem dual cameranya.

ASUS menggunakan prosesor Snapdragon SDM636 yang sebenarnya telah diperkenalkan oleh Qualcommm pada 2017 lalu secara global. Prosesor ini disebut-sebut sebagai chip dari kelas medium tier namun memiliki fitur kelas premium dari generasi Snapdragon 800. Itulah yang membuatnya begitu spesial di hati pengguna.

Yang lebih unik lagi, kali ini ASUS memperkenalkan ZenFone Max Pro M1 dengan sistem operasi Android Pure yakni Oreo 8.1, bukan dengan user interface ZenUI. Mampukah ZenFone Max Pro M1 mendapatkan predikat best smartphone di tahun 2018? Mari simak ulasan berikut.

 

Infinity Display dan Bezeless

Trens smartphone di 2018 belum berganti. Tren masih fokus pada aspek desain dan layar yang disebut dengan infinity display. Penggunaan infinity display atau Fullview dengan aspek rasio layar 18:9, memanglah memiliki daya tarik tersendiri. Secara penampilan, fullview desain sangat menarik dan kekinian.

ZenFone Max Pro M1 pun demikian, bentang layar yang digunakan adalah 5,99 inci. Namun sebenarnya ukuran bodinya 5,5 inci. Ukuran layarnya mampu ditarik menjadi lebih besar berkat teknologi fullview tersebut.

Perangkat ini memiliki bodi yang terbuat dari metal. Menggunakan teknik curved display 2.5D. Bezel kanan dan kirinya tipis, serta melengkung bagian sisinya (grip). Walhasil, smartphone ini sangat nyaman ketika Anda pegang. Bobotnya adalah 180 grams dengan dimensi mencapai 159 x 76 x 8.46 mm.

Anda bisa menemukan fingerprint scanner dibagian belakang bersama dengan dua kamera ganda dengan posisi vertikal. Di bawahnya ada LED flash untuk menunjang fotografi di kondisi low light. Tombol volume berada di kanan perangkat bersama dengan power button. Di bagian bawah ada audio jack, grill speaker, charger konektor.

Secara general, kesan saya terhadap desain perangkat ini sangatlah positif. ASUS ZenFone Max Pro M1 memiliki desain yang nyaman untuk digunakan beraktivitas sehar-hari.

 

Android Oreo 8.1

Sepertinya ini adalah pertama kalinya ASUS menggunakan sistem operasi Pure Android pada smartphone yang mereka buat. Tidak kostumisasi Android 8.0 menggunakan ZenUI seperti yang biasanya mereka lakukan. Seperti kita ketahui, ASUS sendiri memiliki sebuah custom UI yang mereka sebut dengan ZenUI.

User Interface itu sejatinya selalu dipergunakan untuk memberikan identitas setiap perangkat pintar yang mereka luncurkan. Namun kali ini, khususnya pada ZenFone Max Pro M1, ASUS sepertinya ingin mencoba hal baru. Tentu saja ini adalah langkah yang positif.

Pada dasarnya apa yang ada di Android 8.1 adalah update minor dari sistem Android 8.1 yang sebelumnya sudah dirilis. Karena belum mendapatkan kostumisasi apapun, jelas Android 8.1 sangatlah bersih dan gegas. Saya seolah-olah, seperti sedang menggunakan Google Pixel saja. Berikut ini adalah sejumlah fitur anyar yang terdapat pada Android 8.1.

 

Background Limit

Fitur ini akan membatasi dan meminimalkan aplikasi yang jarang digunakan, yang berjalan di background demi menghemat baterai smartphone pengguna. Aktivitas yang berjalan di backround (latar belakang) OS terkadang bisa sangat menyedot daya smartphone dengan signifikan. Meskipun kasat mata, tetapi keberadaan fitur ini sangatlah membantu.

 

Booting yang lebih cepat

Google juga mengklaim Android Oreo adalah OS yang sangat powerfull dan efisien. Bahkan, OS memiliki kecepatan booting 2x lipat lebih cepat dibandingkan OS generasi sebelumnya.

 

Autofill

Fitur ini memungkinkan kita untuk login secara otomatis tanpa perlu mengetik password dan username lagi saat hendak login. Sebelumnya, saat ingin login, kita akan dikonfirmasi oleh Google, apakah ingin menyimpan username dan password untuk di save di Google menggunakan fitur autofill ini. Apabila kita menyetujuinya, Google akan menyimpan kemudian melakukan autofill terhadap akun sosial media kita saat ingin masuk. Fitur ini mirip sepeti autosave password yang ada di Google Chrome.
Picture in Picture (PIP)

Fitur ini memungkinkan pengguna untuk memainkan dual aplikasi berjalan bersamaan dalam satu waktu. Sepengalaman saya mencoba PIP bisa berjalan ketika Anda sedang melakukan video calling namun ingin sambil bekerja atau membuka aplikasi lain.

Pun demikian, saat menjalankan maps, Anda bisa sambil menjalankan aplikasi lainnya. Namun ketika Anda hendak menjalankan video sambil membuka browser misalnya, PIP belum bisa dilakukan.

 

Notification Dot

Ini adalah bentuk sederhana namun sangat bermanfaat, yang dilakukan oleh Google menghadirkan kemudahan kepada pengguna melalui Android. Notification Dot adalah fitur sederhana yang memungkinkan pengguna mengetahui apabila ada pesan atau notifikasi yang masuk, melalui sebuah tanda berupa dot (titik) berwarna kuning yang terletak di pojok kanan aplikasi tersebut.

Fitur ini membuat pengguna lebih aware terhadap pesan yang masuk ke aplikasi sosial media milikinya sehingga tidak akan terlewatkan. Asiknya lagi, ketika pengguna menekan lama aplikasi tersebut, akan muncul menu pop-up yang menampilkan beberapa opsi untuk masuk secara langsung. Fitur seperti fitur 3D touch milik iOS.

 

Google Play Protect

Google juga meningkatkan keamanan toko aplikasi digital miliknya yakni Play Store. Google bakal mampu mendeteksi dan menghapus aplikasi berbahaya secara otomatis. Google mengatakan akan memindai lebih dari 50 miliar aplikasi per hari.

Emoji

Google menghadirkan lebih dari 60 emoji baru di sistem operasi Android ini. Serta 30 emoji yang didesain ulang menjadi lebih menarik.

Life Saver

Fitur ini intinya adalah membuat daya tahan baterai pada smartphone menjadi lebih panjang, meskipun Anda menggunakannya untuk berbagai kebutuhan seperti bermain, streaming, bekerja, dan yang lainnya.
Performa

ASUS ZenFone Max Pro M1 yang saya review ini menggunakan prosesor Snadragon 636 yang didampingi oleh RAM 4GB dan media penyimpanan 64GB. Versi lain yang dipasarkan di adalah versi 3/32GB dan 6/64GB. Saya menginstall berbagai macam aplikasi mulai dari productivity apps hingga entertaiment dan game. Tentu saja media sosial sudah pasti masuk hitungan.

Untuk game yang diinstal adalah Lineage 2 Revolution, Arene of Valor, dan Marvel Future Fight, PUBG. Sementara aplikasi productivity antara lain semua apps bawaan Google tentu saja, antara lain Docs, Keep, Sheet, dan Slides. Semua aplikasi itu saya gunakan untuk keperluan sehari-hari. Untuk entertainment, saya memasang Netflix dan serta aplikasi editing video Filmora. Sementara media sosial ada Twitter, Instagram, Facebook.

Dari semua aplikasi tersebut, screen on time mencatat sumber penggunaan display terbanyak berasal dari game dan sosmed seperti IG dan WhatsApp. Saya mencoba menyetel preset high pada game Lineage 2 Revolution serta AOV. Hasilnya dua game tersebut mampu berjalan dengan mulus tanpa hambatan, meskipun sedang berada dalam load gaming yang tinggi, seperti banyaknya efek yang digunakan, yang berasal dari skill dalam permainan tersebut.

Begitu pun dengan Arena of Valor, rasa permainan terasa smooth dan grafik begitu bagus. Apalagi saat didukung dengan kapabilitas jaringan yang baik. Tentu saja akan semakin nyaman. Saya juga menyertakan beberapa result dari aplikasi benchmark populer. Hasilnyada sebagai berikut:

Intinya, tidak ada yang perlu diragukan lagi dengan performance dari ZenFone Max Pro. Performa yang sangat baik itu memang sebagian besar berasal dari prosesor yang apik dalam mengolah sistem komputasi. Namun sepertinya peran OS Android 8.0 Pure turut memberikan sumbangsih besar. Meskipun berjalan dalam instegrasi spesifikasi terendahnya. Namun ZenFone Max Pro M1 bisa menghasilkan performa yang lebih dari apa adanya. Salute.
Daya Tahan Baterai

ZenFone Max Pro M1 mempunyai baterai 5.000 mAh yang juga sudah didukung dengan fitur quick charge 4.0. Saat diisi dari sekitar 5 persen hingga penuh, membutuhakn waktu 1 jam lebih atau sekitar 1 jam 20 menit. Sementara ketika dipakai seharin penuh, baterainya mampu mencapai 13 jam 50 menit. Dengan aktivitas pemakaian layar mencapai 11 jam 20 menit.

Bisa dikatakan itu termasuk sangat intens. Saya sendiri menggunakan untuk menjalankan game online yakni Lineage 2 Revolution. Ini juga berarti, ketika Anda hanya menggunakan untuk kebutuhan yang tidak tidak terlalu agresif, semisal hanya bermain sosmed dan sesekali nge-game, masa pakai baterainya bisa lebih lama lagi.

 

Kamera

Masih mengikuti tren kamera yang ada, ASUS memberikan dua kamera belakang untuk smartphone kerennya satu ini. Dengan posisi vertikal, ASUS menempatkan posisi kamera paling atas sebagai rear camera beresolusi 13MP, berbukaan lensa f2.0 dan kamera keduanya 5MP. Fungsi dual camera ini agar mampu menciptakan foto bokeh. Ada pula bermacam fitur seperti phase detection auto focus dan LED flash.

Sekadar informasi, Untuk versi dengan varian lebih tinggi, yakni RAM 6GB dan storage 64GB, diberikan kamera depan maupun belakangnya sebesar 16MP. Lanjut pada kamera depan ZenFone Max Pro yang saya ulas, ada lensa dengan resolusi 5MP untuk berselfie ria.

ZenFone Max Pro M1 tidak lagi menggunakan fitur-fitur yang biasa ada pada PixelMaster Camera melainkan menggantinya dengan Snapdragon Camera. User Interface-nya pun berganti. Snapragon camera sendiri memiliki banyak fitur yang lazim Anda temukan pada smartphone-smartphone lainya. Beberapa beberapa fitur dan hasil fotonya adalah sebagai berikut.

 

Mode Auto

Auto mode tentu adalah fitur kamera paling standar yang ada pada setiap smartphone pintar. Fungsi ini tentu saja dimaksudkan agar pengguna yang tidak ingin direpotkan dengan berbagai macam setting manual pada kamera, bisa langsung menggunakan auto mode saat hendak memotret.

Kamera yang dimiliki oleh ZenFone Max memiliki tipikal warna bawaan yang memang lebih gelap dibandingkan dengan smartphone lain. Namun karakter warna yang gelap tersebut, disatu sisi memberikan nilai positif yakni gambar yang diproduksi menjadi lebih tajam dan minim noise.

Sementara untuk smartphone lain yang secara default atau software, sudah memberikan enhance pada exposure dan warna (semisal semakin ngejreng) dan lainnya terhadap hasil fotonya, reproduksi gambar yang dihasilkan akan cenderung lebih rawan noise ketika dilihat lebih detail.

Karakter warna yang lebih gelap ini, bisa diatasi misal dengan mengolahnya melalui aplikasi editing foto seperti photoshop atau yang lebih simpel seperti Snapseed. Dengan materi dasar yang baik. Maka ketika diedit pun materi akan tetap baik, antara lain minim noise dan foto masih tetap jelas dan tajam. Sebagai contoh ini adalah hasil foto yang telah diedit menggunakan aplikasi editing foto sederhana miliki Windows 10. Silahkan Anda perhatikan dan bandingkan.

Jika dibandingkan dengan hasil foto sebelumnya, jelas warna kayu pada pohon tersebut lebih keluar dan jelas. Ini seperti difoto menggunakan mode HDR. Pun juga, ketika kita ingin memberikan filter, sekali lagi berkat materi foto yang baik, maka hasil filter pun tetap akan terlihat baik dan menarik. Berikut saya telah menambahkan filter pada foto tersebut dari aplikasi editing foto yang sama.

 

HDR Mode

High Dinamic Range atau yang biasa dikenal dengan istilah HDR, tentu sudah tidak asing lagi ditelinga Anda bukan. Secara gampang HDR adalah fitur atau mode dimana kamu bisa menyeimbangkan warna foto yang kamu hasilkan baik di background maupun foreground, sehingga memiliki rentang warna dinamis yang lebih baik.

HDR membuat foto yang terlalu gelap atau terlalu terang menjadi seimbang warna. Sehingga tidak ada foto yang terlalu siluet atau over exposure. Berikut hasil foto menggunakan mode HDR dari ZenFone Max Pro M1.

 

Potrait Mode (Bokeh)

Salah satu mode menarik yang tak kalah penting untuk diulas adalah Potrait atau Bokeh Mode. Jika Anda adalah pengguna ZenFone Zoom S, mungkin sudah tidak asing lagi dengan mode ini. Bokeh mode bekerja dengan dual kamera di belakang, dengan cara memisahkan antara latar belakang dan objek fokus melalui software.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sehingga hasil foto akan tampak memiliki ruang buram dibelakang dan fokus pada satu objek di depan utamanya. Seperti halnya Anda menggunakan kamera profesional saat hendak membidik gambar menggunakan teknik depth of field. Berikut adalah hasilnya:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Flower

Mode ini adalah teknik untuk membuat ZenFone Max Pro M1 mampu menangkap foto macro dengan baik. Anda bisa membidik objek-objek kecil seperti bunga, serangga, tanaman, yang memang membutuhkan detail yang tajam saat untuk dapat dilihat dengan baik. Berikut hasil fotonya :

 

Kesimpulan

Dari semua mekanisme dan pengujian yang dilakukan pada perangkat ini, saya yakin smartphone ini bisa menjadi gawai yang paling dicari dan difavoritkan oleh pengguna pada tahun ini. Akhir kata, selamat makan Mie.

 

SPESIFIKASI Asus ZenFone Max Pro M1 (ZB602KL)

Model ZenFone Max Pro M1 (ZB602KL)
Display, Resolution Full HD+ 2.160 x 1.080 pixel, 18:9 Full View Display

2.5D curve glass with 450nits

SoC Processor CPU Qualcomm Snapdragon 636 8x (octa-core) 14nanometer

Kryo 260 CPU up to 1.8GHz

GPU Qualcomm® Adreno™ 509 GPU
Memory RAM / Storage LPDDR4 3GB RAM , 32GB ROM

LPDDR4 4GB RAM , 64GB ROM

LPDDR4 6GB RAM , 64GB ROM

Supports up to 256GB MicroSD, 100GB Google Drive (free 1 year)

Camera System Rear (main)

Camera

13MP / 16MP with f/2.0 Aperture, Phase Detection Auto Focus, LED flash
Rear (wide)

Camera

5MP / 8MP 120o wide-angle camera for 200% wider view for bokeh effect
Front camera 8MP / 16MP, LED flash
Camera feature PixelMaster 4.0 camera mode:
Beauty, Auto (with HDR features), Selfie Panorama, GIF Animation
Wireless WLAN 802.11 b/g/n, Bluetooth 4.2, Wi-Fi direct
Sensor Rear fingerprint sensor (0.3 seconds unlock, supports 5 fingerprints), Face Recognition, Accelerator, E-Compass, Proximity, Ambient Light Sensor, Gyroscope
SIM card and SD slot Triple Slots: dual SIM, one MicroSD card

Slot 1: 2G/3G/4G Nano SIM Card

Slot 2: 2G/3G/4G Nano SIM Card

Slot 3: Supports up to 256GB MicroSD card

Both SIM card slots support 3G WCDMA / 4G LTE network band. But only one SIM card can connect to 4G LTE service at a time.

Network FDD-LTE, TD-LTE, WCDMA, GSM

Data rate:

DC-HSPA+ (DL/UL): 42/5.76 Mbps; LTE CAT 7 (DL/UL): 300/150 Mbps, 3CA support

GPS GPS, AGPS, Glonass, BDS
OS Pure Android 8.0 Oreo
Battery 5.000mAh capacity with fast charging, ASUS PowerMaster technology, 2x longer battery lifespan, up to 35 days 4G standby, up to 42 hours 3G talk time, up to 20 hours video playback, up to 28 hours Wi-Fi web browsing
Audio / Microphone Loud speaker, PMIC internal amplifier, Dual internal microphones with ASUS Noise Reduction Technology, FM Receiver
Size / Weight 159 x 76 x 8.46 mm / 180 grams
Color Deepsea Black and Meteor Silver