Published On: Thu, Jun 7th, 2018

RS Mata Primasana Resmi Bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)

Share This
Tags

Jakarta, 6 Juni 2018 – RS Mata Primasana Tanjung Priok hari ini mengumumkan kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dalam mendukung penyelenggaraan layanan kesehatan mata yang memadai bagi masyarakat. Rumah sakit yang mengambil lokasi di Jl. Kebon Bawang Raya No.1 Tanjung Priok, Jakarta Utara ini, telah memulai operasionalnya sejak Juli 2017 dan melayani pasien dari berbagai kalangan dengan keluhan kesehatan mata.

Direktur RS Mata Primasana Tanjung Priok, Dr. Cosmos O. Mangunsong, SpM, mengatakan, ”Kehadiran RS Mata Primasana semakin mempermudah masyarakat Jakarta, khususnya yang berada di kawasan Utara untuk mendapatkan akses layanan kesehatan mata yang mumpuni. Dukungan dokter spesialis mata berpengalaman serta staf yang andal dan terampil, serta penerapan teknologi diagnostik terkini dan fasilitas yang modern; semakin membantu masyarakat meningkatkan kesadaran mereka terhadap pentingnya kesehatan mata.”

Cakupan layanan pengobatan gratis yang diberikan BPJS meliputi berobat jalan, rawat inap, dan operasi. Operasi mata merupakan salah satu jenis operasi yang tercakup dalam BPJS Kesehatan. RS Mata Primasana merupakan salah satu rumah sakit yang menyediakan fasilitas BPJS kesehatan operasi mata.

RS Mata Primasana telah menerapkan konsep One Stop Service, sehingga pasien yang mengalami gangguan kesehatan mata mendapatkan pelayanan di satu tempat, tanpa harus merujuk pasien ke rumah sakit lain.

Retina Service merupakan layanan andalan di RS Mata Primasana, dilengkapi dengan Teknologi Foto Fundus Retina dan Scan Retina dengan Optical Coherrent Tommography (OCT) – fasilitas diagnostik yang memungkinkan pasien melihat hasil diagnostik tiga dimensi, secara langsung di layar komputer atau melalui print-out. Hasil diagnostic lebih cermat dan memudahkan dokter mengambil keputusan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi pasien.

Meski jumlah penderita gangguan kesehatan mata akibat kelainan/kerusakan retina bukan yang terbesar di Indonesia, namun retina memiliki peran penting bagi organ mata. Disamping itu fasilitas peralatan untuk penanganan penyakit retina pada rumah sakit lain yang bekerja sama dengan BPJS masih kurang memadai, terutama pada Rumah sakit tipe C dan D. Sehingga RS Mata Primasana hadir sebagai solusi untuk sentra penanganan penyakit retina yang bekerjasama dengan BPJS. Fungsi retina sama seperti fungsi sensor pada kamera: menangkap cahaya dan kemudian meneruskannya ke otak yang akan menerjemahkannya menjadi gambar. Seseorang yang mengalami gangguan atau kerusakan pada retina akan menurun fungsi penglihatannya bahkan menimbulkan kebutaan. Hal ini akan berdampak pada menurunnya kemampuan seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-hari, bahkan penurunan kondisi mental dan tentunya kualitas kehidupan.

Beberapa kelainan/gangguan pada retina yang umum terjadi:
Floaters
Munculnya bayangan-bayangan pada penglihatan seseorang, ukurannya bervariasi mulai dari bintik kecil hingga berbentuk tali panjang, sehingga mengganggu penglihatan. Pada beberapa kasus floaters muncul seiring bertambahnya usia, dan dapat terjadi pada seseorang yang mengalami rabun dekat. Namun, floaters juga dapat terjadi karena retina yang robek. Bila tidak segera diperbaiki, akan menyebabkan pelepasan retina.

Degenerasi Makula
Denerasi makula merupakan gangguan pada retina mata yang berpotensi menyebabkan kebutaan dan umumnya terjadi seiring proses penuaan. Makula memiliki fungsi penting terkait penglihatan pusat – sehingga penderita degenerasi makula mengalami gangguan penglihatan sentral atau distorsi penglihatan. Misalnya ketika melihat ke jam dinding, penderita hanya dapat melihat angka-angka di bagian tepi jam, dan di bagian tengah tampak kabur, buram, gelap atau hitam, terdistorsi dan bergelombang. Umumnya prosesnya berlangsung lambat dan tidak tampak gejala awal, namun ada juga yang berlangsung cepat dengan progresivitas tinggi.

Retinopati Diabetik
Retinopati Diabetik muncul seiring dengan meningkatnya penderita diabetes. Penderita diabetes tingkat lanjut, memiliki risiko mengalami kebocoran pembuluh darah, bila hal ini terjadi pada pada retina, maka terjadi gangguan pada penglihatan yang disebut Retinopati Diabetika.

Ablasi Retina
Ablasi retina (ablasio retina/ retina ablation) adalah lepasnya retina dari jaringan penopangnya. Ablasi retina harus segera ditanggulangi supaya kita dapat mempertahankan penglihatan kita sampai usia lanjut. Ablasi retina bisa disebabkan karena proses degenerasi ataupun karena cedera atau peradangan. Prosesnya dapat juga dipercepat karena rabun jauh, glaukoma, atau karena salah satu mata sudah terkena ablasi retina terlebih dahulu.

Retinitis Pigmentosa (RP)
Retinitis pigmentosa merupakan kelainan bawaan retina (kelainan genetik) yang menyebabkan kerusakan progresif sel fotoreseptor di retina. Kondisi ini akan menyebabkan kesulitan melihat di malam hari atau ruangan dengan penerangan terbatas, penyempitan lapang pandang akibat gangguan penglihatan tepi, dan pada tahap lanjut berpotensi menyebabkan kebutaan.

”Melalui kerjasama dengan BPJS, kami berharap masyarakat akan semakin paham pentingnya kesehatan mata dan memeriksakan diri sedini mungkin, sehingga dapat menekan kebutaan akibat penanganan yang terlambat. Dengan standar penanganan pasien yang sama, pemegang BPJS akan mendapatkan penanganan yang memadai sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka,” kata Dr. Cosmos.

”Dengan demikian RS Mata Primasana juga turut serta mendukung program pemerintah mewujudkan Indonesia bebas katarak 2020,” tambahnya.

####
Tentang RS Mata Primasana Tanjung Priok

Sejak berdiri pada Juli 2017 , RS Mata Primasana Tanjung Priok menjadi salah satu rumah sakit mata yang modern di Indonesia. Diperkuat 7 dokter subspesialis mata dengan pengalaman dan pengetahuan dalam bidang kesehatan mata modern; juga memiliki fasilitas layanan medik dengan Vitreoretina service sebagai layanan unggulannya, selain itu juga dilengkapi dengan layanan Katarak, Glaukoma, Okuloplasti, Pediatrik, Bedah Kornea dan refraktif serta layanan oftalmologi umum.

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>