Published On: Tue, Aug 11th, 2015

Rumus Jitu Hadapi Globalisasi: Teknologi Canggih dan Tenaga Kerja Bagus

Share This
Tags

 

Di Eropa dan Amerika, pelanggan sudah lama terbiasa melihat produk dengan merk perusahaan Asia. Sebaliknya, turis Eropa di Asia Pasifik bisa menemukan anggur kualitas premium buatan Eropa di supermarket. Mobil-mobil buatan Eropa dan Amerika berkeliaran di jalan raya negara-negara Asia. Bahkan salah satu perusahaan mobil mewah sudah menganggap Cina sebagai pasar terpenting di dunia. Di sisi lain, perusahaan mobil dari Asia mendesain dan memproduksi mobil yang secara spesifik menyasar pasar Eropa dan Amerika Serikat.

Studi terbaru dari Bloomberg mengestimasikan bahwa globalisasi itu menyumbang 450 miliar dollar ke pertumbuhan dunia tiap tahunnya. Dan dengan banyaknya kesempatan di berbagai perusahaan, pertumbuhan ini bisa terus meningkat. Selain memberikan manfaat langsung pada perekonomian, kondisi ini juga memperluas persaingan di pasar seluruh dunia, menyediakan pilihan bagi pelanggan, serta menciptakan pasar yang lebih dinamis. Bisnis dan pelanggan pun bisa mendapatkan produk dan layanan terbaik, dengan harga terbaik.

Namun, bukan berarti semua pasar di berbagai negara ini sama. Untuk berhasil menempati posisi memimpi di perdagangan, perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang memahami selera lokal maupun global. Selain itu, teknologi juga menjadi elemen utama globalisasi. Jadi keseimbangan antara tenaga kerja dan teknologi itu merupakan kunci kesuksesan.

 

Komputasi cloud membuka pasar

Melihat dari pengalaman saya di Afrika, Asia Pasifik, Eropa, dan Timur Tengah, di antara semua teknologi terbaru yang memajukan bisnis masa kini, komputasi cloud telah memberikan banyak manfaat untuk menjangkau, mengakses, dan berinteraksi dengan pelanggan.

Baik itu platform e-commerce terbaru yang memperluas bisnis ke pasar global, atau layanan digital inovatif yang memungkinkan perusahaan berinteraksi langsung dengan pelanggan, dunia menjadi semakin terhubung. Melalui kekuatan platform cloud, bisnis baru bisa masuk ke pasar dalam waktu yang lebih singkat. Mereka bisa menggunakan layanan online untuk memperluas pasar dengan lebih cepat dan biaya yang lebih rendah. Cloud juga memitigasi risiko finansial dan teknis dengan memanfaatkan kemampuan IT. Perusahaan memiliki fleksibilitas untuk menerapkan cloud dengan berbagai cara –dari cloud publik yang dijalankan oleh penyedia layanan cloud sehingga perusahaan bisa fokus pada inovasi bisnis, sampai cloud privat di mana tim IT perusahaan bisa lebih terlibat jika dibutuhkan.

 

Terintegrasi, dirampingkan, dan bisa diakses

Karena komputasi cloud mendukung operasional di berbagai wilayah dengan zona waktu berbeda, akses mobile merupakan kunci untuk membuka layanan-layanan seperti itu. Perusahaan dan pelanggan harus bisa mengaksesnya di perangkat apa pun dan kapan pun. Dengan aplikasi sosial messaging generasi terbaru, Anda bukan hanya bisa mengobrol dengan teman di seluruh dunia, Anda bahkan bisa membayar tagihan atau belanja berbagai produk secara online. Tampilan aplikasi yang semakin elegan pun menjadikan pengalaman cloud semakin dianggap penting.

Untuk perusahaan yang sedang bersaing –secara lokal atau pun global –memiliki sistem yang terintegrasi dan aplikasi di cloud bisa menghasilkan proses bisnis yang mulus. Perusahaan bisa mendapatkan sudut pandang seluruh bisnis yang terpusat, dan mereka pun mampu menghasilkan keputusan serta tindakan yang lebih baik. Perusahaan juga bisa mendapatkan sudut pandang integral mengenai pelanggan mereka di seluruh saluran digital, sehingga mereka bisa memahami apa yang dibutuhkan pelanggan dan apa yang memotivasinya. Dengan wawasan semacam ini, perusahaan bisa menghasilkan keputusan untuk tiap pengalaman pelanggan, sehingga interaksinya pun lebih berarti. Pada akhirnya, hal ini dapat memberikan hasil bisnis yang lebih baik.

Entah suatu bisnis bersaing di seluruh negara, memiliki sistem yang terintegrasi dan aplikasi di cloud membawa manfaat proses bisnis yang tanpa hambatan, menjadikannya mungkin untuk mendapatkan pandangan terpusat dari seluruh bisnis guna menghasilkan keputusan yang lebih baik dan tindakan yang kompetitif. Perusahaan juga mendapatkan pandangan integral dari pelanggan mereka di seluruh saluran digital, untuk lebih memahami apa kebutuhan mereka dan apa yang memotivasi mereka. Dengan wawasan ini, bisnis bisa menghasilkan keputusan yang lebih terinformasi di tiap perjalanan pelanggan, menciptakan interaksi yang lebih berarti dan pada akhirnya, mengembangkan hasil bisnis.

 

Tenaga kerja terbaik yang berpikir secara global dan bersikap secara lokal

Tentu saja, teknologi bukan satu-satunya jawaban. Perusahaan yang berhasil di dunia global pasti memiliki teknologi terbaik dan tenaga kerja paling berbakat. Menciptakan sinergi di antara dua elemen ini sangatlah diperlukan untuk melebarkan sayap ke area-area baru, cepat menyesuaikan diri dengan perubahan pasar, serta berinteraksi dengan pelanggan secara lebih langsung dan berarti.

Tenaga kerja dengan visi yang luas, dipadukan dengan wawasan lokal, diposisikan untuk memberikan inovasi terbaru serta menyediakan praktik internasional terbaik kepada para pelanggan. Mereka mengerti teknologi terbaru, memahami lanskap bisnis setempat dan koneksi antar perusahaan, apa peluangnya dan apa hambatannya, serta yang terpenting: trik menarik pelanggan dengan budaya dan bahasa setempat.

Inilah yang dilakukan banyak perusahaan global, termasuk Oracle, yang baru-baru ini mengadakan perekrutan besar-besaran untuk mendapatkan spesialis cloud yang berbakat dan bisa bekerja di lingkungan multinasional secara efektif. Tenaga kerja dengan berbagai kemampuan, pengalaman, dan latar belakang ini dirasa bisa membantu Oracle dalam memahami tantangan dan peluang di pasar lokal.

Pada akhirnya, kombinasi bagus antara platform teknologi yang inovatif dan tenaga kerja yang berbakat, perusahaan mana pun bisa berkembang menjadi perusahaan multinasional yang kompetitif, yang dapat berpikir secara global namun bersikap secara lokal.

 

 

Profil Penulis:

Loïc Le Guisquet menjabat sebagai President Oracle untuk wilayah Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Asia Pasifik. Ia bertanggungjawab untuk mengatur seluruh operasional Oracle, pertumbuhan dan profit di wilayah-wilayah tersebut, serta bertugas sebagai anggota Komite Manajemen Eksekutif Oracle. Le Guisquet bergabung dengan Oracle sejak tahun 1989 dan telah menduduki berbagai posisi, dari bagian penjualan, konsultasi, pemasaran, sampai Oracle University.

Le Guisquet memegang gelar MBA dari INSEAD dan MIS jurusan computer dari Supélec, Perancis.