Published On: Wed, Aug 10th, 2016

Sambut Hakteknas 2016, Seskab: Kuncinya Mau Berubah dan Tinggalkan ‘Comfort Zone’

Pramono-300x235

Seskab Pramono Anung

Jakarta, 10 Agustus 2016– Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengemukakan, kunci perubahan ke depan adalah teknologi, dan teknologi itu bagian dari sebuah proses inovasi.

Maka orang yang memenangkan pertarungan ke depan, menurut Seskab, adalah orang yang memenangkan teknologi itu sendiri. Dengan teknologi inilah maka kunci perubahan di depan itu bisa terjadi.

“Maka dengan demikian saya meyakini bahwa kalau bangsa ini mau berubah melakukan inovasi, maka yang harus dilakukan adalah meninggalkan comfort zone atau rasa nyaman pada dirinya, dan melakukan perubahan pada teknologi sebagai alat untuk kunci ke depan menjadi lebih baik,” kata Pramono di Jakarta, Selasa (9/8), menanggapi peringatan Hari Kebangkitan Teknologi (Hakteknas), yang puncak peringatannya akan dilaksanakan di Solo, Rabu (10/8) ini.

Mengenai inovasi yang dilakukan pemerintah, Seskab menjelaskan, yang paling mendasar sebenarnya adalah pemerintahan ini dapat keluar dari comfort zone-nya, melakukan reformasi di bidang kebijakan.

Ia menyebutkan, terbitnya 12 Paket Kebijakan di bidang ekonomi juga bagian dari inovasi. Kemudian juga Presiden melakukan terobosan dengan melakukan pertemuan dengan pejabat pemerintahan sampai dengan eselon III, yang selama ini belum pernah ada.

“Jadi Presiden ini keluar dari rasa nyamannya, pemerintahan ini, untuk melakukan perubahan. Sebab kalau kita  biasa-biasa saja tidak ada perubahan maka ya.. bangsa ini tidak akan menjadi bangsa keluar dari medium track income. Jadi kita akan menjadi bangsa menengah terus. Padahal kita sudah waktunya untuk keluar menjadi bangsa yang lebih tinggi lagi kelasnya, karena kita sudah menjadi anggota G20,” terang Pramono.

Dengan perubahan itu, diakui Seskab, yang paling utama adalah mau mengubah diri, dan itu harus dimulai dari pemimpinnya. Pemimpin sampai dengan bawah mau mengubah diri. Apa yang harus diubah? Menurut Seskab, kebisaan–kebiasaan yang membuat kita nyaman tetapi tidak produktif, itu harus diubah. “Menjadi oke kita, dibuat menjadi lebih nyaman boleh, tetapi harus produktif. Sebab pertarungan ke depan itu adalah pertarungan produktivitas, sesuatu hal yang baru,” ujarnya.

Seskab menunjuk contoh perubahan pada teknologi misalnya, lima tahun, sepuluh tahun yang lalu kita melihat Nokia sebagai branding  yang leader. Hari ini blackberry pun sudah berubah, sekarang ini sudah Iphone. Iphone mungkin dua tahun lagi akan berubah.

“Kuncinya apa? Teknologi yang berubah. Sehingga dengan demikian bangsa ini juga begitu, maka comfort zone-nya atau rasa nyamannya itu juga oke, tetap dijaga, tetapi bangsa ini harus melakukan perubahan ke depan. Kalau tidak kita akan tertinggal,” pungkas Pramono. (DNA/RMI/ES)

 

sumber:Setkab RI