Published On: Thu, Oct 13th, 2016

SCG dan Adaro Promosikan Potensi Ekspor Batu Bara Indonesia

(Kiri-Kanan) Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementrian Perdagangan, Ir. Arlinda, MA; Country Director SCG Indonesia Bapak Nantapong Chantrakul; Menteri Perdagangan Bapak Enggartiasto Lukita; Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Duta Besar Republik Indonesia untuk Thailand Bapak Ahmad Rusdy; serta Direktur Pemasaran PT Adaro Energy Tbk. Bapak Hendri Tan.

(Kiri-Kanan) Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementrian Perdagangan, Ir. Arlinda, MA; Country Director SCG Indonesia Bapak Nantapong Chantrakul; Menteri Perdagangan Bapak Enggartiasto Lukita; Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Duta Besar Republik Indonesia untuk Thailand Bapak Ahmad Rusdy; serta Direktur Pemasaran PT Adaro Energy Tbk. Bapak Hendri Tan.

Jakarta, 12 Oktober 2016 – Konglomerat ASEAN SCG dan perusahaan tambang dan energi terkemuka Adaro, melalui anak perusahaannya SCG Trading Co. Ltd dan PT Adaro Energy Tbk., menandatangani nota kesepahaman pada hari ini di JI Expo Kemayoran Jakarta. Tujuan dari penandatanganan tersebut adalah untuk menyediakan batu bara untuk pabrik semen dan packaging milik SCG di ASEAN. Penandatanganan kesepahaman yang dilakukan oleh Country Director SCG Indonesia Nantapong Chantrakul dan CEO PT Adaro Energy Tbk. Garibaldi Thohir ini diharapkan akan memberikan manfaat timbal balik bagi kedua belah pihak.

Country Director SCG Indonesia Nantapong Chantrakul mengatakan, “Kerja sama ini diharapkan dapat membantu mempromosikan potensi ekspor sektor batu bara Indonesia, selain itu, juga diharapkan dapat membantu kedua bisnis yang terlibat dalam efisiensi biaya produksi untuk sektor bisnis masing-masing. Suplai batu bara dari Adaro akan kami gunakan di pabrik semen dan packaging kami pada akhir tahun 2016 ini hingga tahun 2017 mendatang. Kami berharap kerja sama ini dapat berkembang untuk ke depannya dalam mendukung bisnis kedua perusahaan di sektor lain.”

Batu bara merupakan salah satu sumber energi terpenting untuk pembangkitan listrik dan berfungsi sebagai bahan bakar pokok untuk produksi baja dan semen.  Diketahui bahwa harga komoditas tersebut fluktuatif beberapa tahun terakhir ini. Namun, pada Oktober 2016, Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Indonesia menunjukkan bahwa Harga Batu Bara Acuan (HBA) mencapai angka tertinggi sepanjang 2016 yaitu USD 69,07 per metrik ton untuk penjualan langsung di atas kapal (Free on Board atau FoB). Harga tersebut mengindikasikan pemulihan industri batu bara di Indonesia.

CEO PT Adaro Energy Tbk. Garibaldi Thohir mengatakan, “Kami sangat senang melihat peningkatan dalam dinamika pasar batubara thermal akhir-akhir ini. Sebagai hasil dari rasionalisasi pasokan di negara-negara produsen batu bara, serta pertahanan permintaan di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara, batu bara akan tetap menjadi komoditas energi krusial di tengah kebutuhan energi yang terus meningkat, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan SCG dalam bisnis kami sebagai pemasok batubara. Kerjasama ini akan memberikan nilai positif bagi kedua perusahaan”.

Sebelum penandatanganan kesepahaman ini dilakukan, SCG dan Adaro telah bekerja bersama sejak 2011, memastikan penyediaan batu bara oleh Adaro untuk manufaktur semen dan packaging SCG di ASEAN.