Published On: Thu, Jul 28th, 2016

SCG Mengumumkan Kinerja Perusahaan Kuartal II dan Semester Pertama 2016 dengan Pertumbuhan Keuntungan dari Bisnis Kimia

logo scgBangkok, 27 Juli 2016 – SCG melaporkan kinerja perusahaan pada Kuartal II dan Semester Pertama 2016 yang menunjukan peningkatan keuntungan yang stabil berkat kinerja bisnis kimia yang lebih baik. Perusahaan juga melihat masa depan yang cerah bagi pasar ASEAN, dengan potensi pertumbuhan yang tinggi untuk industri bahan bangunan dan kemasan, mengingat kawasan ini adalah basis produksi dan ekspor global.

Roongrote Rangsiyopash, Presiden dan CEO SCG, memaparkan kinerja perusahaan tidak teraudit untuk Kuartal II 2016 yang mencatatkan pendapatan penjualan sebesar Rp 41,159 Miliar (US$ 3,086 Juta), turun 4% q-o-q. Keuntungan pada periode ini mencapai Rp 6,059 Miliar (US$ 454 Juta), naik 15% y-o-y, berkat pendapatan yang lebih baik dari bisnis kemasan dan bahan kimia.
Keuntungan SCG pada semester pertama 2016 tercatat sebesar Rp 11,189 Miliar (US$ 832 Juta), tumbuh 18% y-o-y, terutama didorong oleh bisnis kimia. Sementara pendapatan penjualan turun 2% y-o-y menjadi Rp 82,972 Miliar (US$ 6,170 Juta), akibat turunnya harga kimia mengikuti turunnya harga nafta/minyak, juga, persaingan yang ketat dan lemahnya bisnis Semen-Bahan Bangunan di pasar domestik. Penghasilan dari ekspor untuk semester pertama 2016 berkontribusi sebesar 27% dari total penghasilan penjualan SCG, turun 9% y-o-y menjadi Rp 22,533 Miliar (US$ 1,675 Juta).
Perusahaan telah menginvestasikan lebih dari Rp 899 Miliar (US$ 67 Juta) pada penelitian dan pengembangan (Litbang) pada periode semester pertama 2016. Investasi ini merupakan 1,1% dari total pendapatan penjualan. Untuk semester kedua 2016, SCG akan terus berinvestasi pada litbang untuk melakukan inovasi produk dan layanan yang menjawab gaya hidup konsumen di seluruh ASEAN.

(Kiri-Kanan) Roongrote Rangsiyopash - Presiden dan CEO SCG, Chaovalit Ekabut - Chief Finance Officer

(Kiri-Kanan) Roongrote Rangsiyopash – Presiden dan CEO SCG, Chaovalit Ekabut – Chief Finance Officer

Roongrote mengatakan, “Kami melihat masa depan yang cerah bagi pasar-pasar di seluruh kawasan, dengan laju pertumbuhan yang stabil. Seperti Vietnam yang telah menjadi basis produksi utama dunia, dimana kebutuhan bahan bangunan dan kemasan telah meningkat, ditunjang dengan ledakan industri konstruksi, melalui beberapa proyek infrastruktur, residensial, dan industrial. Kamboja juga terus menunjukan pertumbuhan yang stabil, sementara Indonesia juga mulai memperlihatkan perbaikan ekonomi, dengan pembangunan beberapa mega proyek pemerintah. Di saat yang sama, perdagangan di perbatasan Thailand dan beberapa negara tertangga juga berjalan dengan baik.”
“Investasi di negara lainnya juga berjalan sesuai rencana. Pabrik semen di Myanmar diharapkan akan memulai operasi komersial pada kuartal ketiga 2016, sementara pabrik di Laos bergerak lebih cepat dari jadwal dan akan memulai operasi di awal tahun 2017. SCG akan terus memperluas investasi dengan fokus pada mitra bisnis yang telah ada dan mengembangkan bisnis bersama-sama.”

 

SCG di ASEAN (Diluar Thailand)
Untuk kinerja SCG di ASEAN (diluar Thailand), pendapatan penjualan pada Kuartal II 2016 tercatat tumbuh sebesar 20% y-o-y senilai Rp 4,975 Miliar (US$ 373 Juta), atau 12% dari total pendapatan penjualan SCG.
Pendapatan penjualan pada Semester I 2016 tumbuh 20% y-o-y, senilai Rp 9,760 Miliar (US$ 726 Juta).
Per 30 Juni 2016, total aset SCG senilai Rp 193,955 Miliar (US$ 14,861 Juta), sementara total aset SCG di ASEAN (di luar Thailand) tercatat sebesar Rp 45,222 Miliar (US$ 3,465 Juta), yang merupakan 23% dari total aset konsolidasi SCG.

Perusahaan Ramalkan Potensi Pertumbuhan yang Signifikan di Kawasan ASEAN sebagai Basis Produksi Dunia

SCG di Indonesia
Berdasarkan laporan Kuartal II 2016, SCG di Indonesia memiliki total aset senilai Rp 18,325 Miliar (US$ 1,404 Juta), naik 11% y-o-y. Perusahaan melaporkan pendapatan penjualan senilai Rp 1,353 Miliar (US$ 101 Juta) pada Kuartal II 2016, naik 16% y-o-y dari bisnis semen.

Untuk Semester I 2016, pendapatan penjualan sebesar Rp 2,751 Miliar (US$ 205 Juta).

Baru-baru ini SCG meluncurkan kampanye iklan TV komersial bertema “SCG Membangun Pondasi Kuat untuk Kebahagiaan Keluarga” untuk memperkenalkan produk berkualitas SCG dari tiga unit bisnis; Semen-Bahan Bangunan, Kimia, dan Kemasan kepada konsumen di Indonesia. Perusahaan juga belum lama ini berpartisipasi pada Indobuildtech Expo 2016 untuk memamerkan variasi produk konstruksi struktural berperforma tinggi yang kesemuanya didorong oleh inovasi.
Lebih lanjut, perusahaan juga telah menyelesaikan instalasi dan memulai operasi Waste Heat Generator (WHG) untuk pabrik semen di Sukabumi. WHG merupakan sistem yang mengubah kelebihan panas yang dihasilkan dari proses produksi semen menjadi listrik. Sistem ini dapat mengurangi konsumsi energi hingga 30%. Instalasi WHG merupakan bagian dari komitmen SCG untuk membangun pabrik semen Green & Clean di Indonesia.
****