Published On: Fri, Jan 5th, 2018

SHARP Greenerator Rayakan Hari Jadi Kedua dan Angkat Pemimpin Baru

Share This
Tags

Bogor, 17 Desember 2017 – Sejak diluncurkan pertama kali pada tahun 2015, komunitas anak muda peduli lingkungan milik PT SHARP Electronics Indonesia, yaitu SHARP Greenerator tiada hentinya untuk menggalakkan berbagai program peduli lingkungan. Sebagai rasa syukur PT SHARP Electronics Indonesia atas eksistensi dan kontribusi SHARP Greenerator, Sharp menyelenggarakan perayaan hari jadi yang kedua sekaligus pemilihan kepemimpinan baru di tanggal 17 Desember lalu.

Selain diikuti oleh seluruh anggota SHARP Greenerator yang kini berjumlah 58 orang, perayaan ini juga disaksikan oleh kelima organisasi nirlaba yang menjadi fasilitator sekaligus pendamping selama berlangsungnya kegiatan. Kelima organisasi nirlaba tersebut adalah Yayasan Terumbu Karang Indonesia (Terangi), Transformasi Hijau (Trashi), World Wide Fund (WWF) Indonesia, Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), dan Kebun Raya Bogor (KRB) LIPI.

Perayaan ulang tahun SHARP Greenerator yang kedua juga diikuti dengan serangkaian pendalaman materi mengenai lingkungan hingga puncaknya yaitu pergantian kepemimpinan anggota untuk periode 2018 – 2021. Ke depannya, pemimpin baru ini akan menyandang jabatan sebagai presiden yang akan mengarahkan seluruh anggota untuk membuat program-program terbaru seputar lingkungan.

Guna menumbuhkan jiwa kepemimpinan, seluruh anggota diajak untuk mendaftarkan dirinya sendiri sebagai kandidat presiden sejak pertengahan November 2017. Seluruh pendaftar kemudian disaring kembali menjadi tiga kandidat utama yang selanjutnya berkesempatan mengkampanyekan visi dan misi serta alasannya menjadi Presiden SHARP Greenerator.

Setelah sebelumnya mendapatkan pendalaman materi mengenai situasi lingkungan saat ini, ketiga kandidat juga ditantang untuk menjawab pertanyaan yang diajukan baik dari fasilitator maupun sesama anggota SHARP Greenerator mengenai berbagai isu seputar lingkungan dan aksi nyata yang akan dilakukan selama era kepemimpinan.

Usai sesi debat, seluruh anggota SHARP Greenerator, fasilitator, hingga perwakilan manajemen PT SHARP Electronics Indonesia turut berkesempatan untuk memberikan suara dan memilih presiden melalui pemungutan suara tertutup. Hasilnya, Prima Yuliana terpilih menjadi Presiden SHARP Greenerator periode 2018 – 2021 dengan hasil mencapai lebih dari 30 suara, mengungguli jauh dua pesaingnya.

Prima Yuliana yang kini duduk di kelas XI SMU Bina Insani Bogor, juga mengungkapkan kebahagiaannya atas kemenangan ini, “Terima kasih banyak untuk semua pihak yang telah memberi kepercayaan begitu besar sehingga saya bisa meneruskan kepemimpinan SHARP Greenerator. Semoga dengan terbentuknya jajaran organisasi yang lebih baik, kami bisa berkontribusi lebih banyak untuk lingkungan, terutama untuk Kota Bogor ini.”

Selain mendapatkan pendalaman materi akan lingkungan, baik Sharp dan fasilitator juga menghadirkan dua perwakilan komunitas muda untuk menginspirasi Sharp Greenerator dalam menjalankan organisasi. Kedua komunitas ini adalah Teens Go Green dan Divers Clean Action (penggagas Indonesia Youth Marine Debris Summit) yang berfokus pada pelestarian lingkungan meski melalui jalur yang berbeda.

Keduanya membagikan pengalaman mengenai perjalanan memulai organisasi yang tengah dibinanya saat ini, dari perekrutan anggota hingga masa pasang surut yang kerap dijalani oleh banyak komunitas muda. Sesi ini disambut dengan baik oleh anggota SHARP Greenerator dengan banyak menggali pertanyaan kepada keduanya.

Di bawah kepemimpinan Prima Yuliana, kini SHARP Greenerator ditata kembali dengan struktur organisasi terbaru yang disesuaikan dengan minat anggota. Sejumlah program kerja juga tengah didiskusikan untuk diwujudkan selama masa periodenya.

“Setelah melihat pelatihan yang diberikan selama dua hari ini, saya semakin yakin dengan kiprah positif yang bisa dibawa SHARP Greenerator di beberapa tahun mendatang. Terakhir, tak lupa saya ucapkan juga selamat ulang tahun yang kedua untuk SHARP Greenerator. Terima kasih atas semangat dan kontribusinya selama ini, semoga SHARP Greenerator terus eksis dan dapat terus melahirkan anak muda baru yang tak kalah hebat, serta yang utama mampu membuat program-program lingkungan menarik lainnya secara mandiri,” tutur Herdiana Anita Pisceria, General Manager Brand Strategy Group PT SHARP Electronics Indonesia.

SHARP Greenerator dibuka bagi siswa dan siswi di Kota Bogor melalui pendaftaran yang diajukan PT SHARP Electronics Indonesia melalui beberapa sekolah. Seluruh pendaftar wajib menyerahkan karya tulis mengenai kontribusi yang akan dilakukannya sebagai anggota SHARP Greenerator. Dari ratusan pendaftar, Sharp dan fasilitator memilihnya kembali menjadi 44 orang di tahun 2017. Seluruh kegiatan mengenai SHARP Greenerator juga dapat diikuti melalui tulisan blog yang dibuat oleh masing-masing anggota pada tautan: https://sharp-indonesia.com/sharpgreenerator/.

***

 

Tentang PT SHARP Electronics Indonesia (SEID)

SHARP telah memulai perjalanan panjangnya di Indonesia sejak tahun 1970. Bermula dari PT Yasonta, yang didirikan pada tahun 1970 sebagai aan patungan PMA dengan mengakuisisi PT Yasonta dan mengubah namanya menjadi PT SHARP Yasonta Indonesia (SYI). Pada tanggal 1 April 2005, PT SHARP Yasonta Antarnusa (kantor cabang SYI) bergabung menjadi satu dengan PT SHARP Yasonta Indonesia dan sejak Mei 2005 PT SHARP Yasonta Indonesia berubah nama menjadi PT SHARP Electronics Indonesia (SEID) seperti yang dikenal sampai saat ini.

Saat ini, SEID memiliki 25 Kantor Cabang, 45 SHARP Direct Service Station (SDSS), 275 SHARP Authorized Service Station (SASS), 42 SHARP Service Representative (SSR) yang tersebar di seluruh Indonesia, 2 unit SHARP Mobile Service Station (SMSS), 3 SHARP Service Corner (SSC), 2 SHARP Authorized Representative (SAR), 101 SHARP Authorized Air Conditioner (SAAC). Pada 2012 PT SEID memperoleh penghargaan dari Rekor Bisnis Indonesia sebagai Jaringan Service Center Terbanyak di Indonesia.

 

Sekilas Tentang SHARP Cares

CSR PT SHARP Electronics Indonesia (SHARP) bernaung pada SHARP CARES (Creativity, Attention, Recovery, Earth, Sincerity). Creativity (Kreatifitas) mengandung arti sikap kerja yang selalu mencari nilai lebih dan selalu membuat inovasi. Attention (Perhatian), SHARP selalu memberikan perhatian khusus pada masalah sosial di Indonesia, seperti pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Recovery (Pemulihan), SHARP di setiap kegiatannya berusaha untuk melakukan hal yang mampu memberikan perbedaan dan memulihkan suatu kondisi bagi masyarakat menuju arah yang lebih baik. Earth (Bumi) yang berarti SHARP peduli untuk menjaga Bumi agar dapat terus menopang kelangsungan hidup seluruh makhluk yang tinggal di dalamnya. Sincerity (Ketulusan hati) adalah sikap kerja yang mendasar untuk menghasilkan solusi yang berguna dan juga kebahagian bagi semua orang. SHARP memfokuskan program CSR nya pada Pendidikan, Sosial, Kesehatan, dan Lingkungan.

 

Tentang SHARP Greenerator

SHARP Greenerator merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa komunitas anak muda pencinta lingkungan yang diluncurkan oleh PT SHARP Electronics Indonesia (SEID) pada November 2015. Sejak bulan Januari-Maret 2016, SEID dan SHARP Greenerator telah menggelar sejumlah aksi nyata pelestarian lingkungan hidup bersama partner organisasi nirlaba lingkungan hidup, lalu pada Maret 2016 dilakukan pelantikan Presiden beserta anggota tetap komunitas.

Kelima organisasi nirlaba lingkungan hidup yang menjadi mitra SHARP Greenerator dalam mengawal dan mendampingi aktivitas SHARP Greenerator adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Kebun Raya Bogor, Transformasi Hijau (Trashi), Yayasan Terumbu Karang Indonesia (Terangi), World Wild Fund (WWF) Indonesia, serta Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation. Bersama-sama kelima organisasi pembina tersebut dan juga SEID selaku inisiator, beragam aksi nyata untuk lingkungan hidup telah dilakukan oleh komunitas ‘hijau’ ini. BOS Foundation melakukan pengawalan untuk aktivitas konservasi orangutan dalam program Orangutan Live Saver yang dilaksanakan pada 13 Januari 2016 di Pusat Primata Schmutzer Ragunan Jakarta. Dalam kegiatan ini, mereka belajar mengenal langsung perilaku khas orangutan, proses pelepasliaran orang-utan ke habitat asli mereka, juga melakukan adopsi tiga Orangutan bernama Kopral dan Shelton yang saat ini tinggal di Samboja Lestari, serta Sura di Nyaru Menteng. Kedua lokasi tersebut merupakan pusat konservasi, rehabilitasi, dan reintroduksi Orangutan di Kalimantan yang sangat terkenal di seluruh dunia. Dengan melakukan adopsi, para anggota komunitas telah turut berkontribusi dalam pembiayaan perawatan ketiga orangutan tersebut dan dapat memantau pertumbuhan serta perkembangan mereka secara berkala.

Sementara itu, WWF Indonesia mengawal SHARP Greenerator untuk isu yang berkaitan dengan perubahan iklim dan energi terbarukan dalam program Climate Change Agent pada 27 Januari 2016 di Museum Listrik dan Energi Terbarukan Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Bersama WWF, selain mendapat wawasan mengenai alternatif-alternatif energi baru terbarukan, mereka juga belajar langsung untuk menghitung energi dan biaya yang dihabiskan satu orang manusia setiap harinya melalui simulasi kalkulator karbon sehingga muncul kesadaran dalam diri mereka untuk melakukan penghematan energi sesederhana mungkin dalam aktivitas sehari-hari.

Terangi mengawal SHARP Greenerator untuk aktivitas konservasi ekosistem laut dan pesisir dalam program Coral Reef Heroes pada 24 Februari 2016 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta. Di kegiatan ini, mereka terjun langsung ke perairan Pulau Pramuka untuk melakukan adopsi puluhan terumbu karang dan belajar di bawah laut mengenai simbiosis antara satu spesies dengan spesies lainnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Tidak hanya itu, mereka pun melakukan pengamatan tumbuhan pesisir seperti rumput lamun dan mangrove. Untuk aktivitas yang berkaitan dengan isu Reduce, Reuse, dan Recycle, serta budidaya organik, Trashi hadir mengawal SHARP Greenerator dalam program Organic Junkies pada 10 Maret 2016 di Kampung Sarongge, Cianjur, Jawa Barat. Di Kebun Organik Sarongge, bersama para petani setempat mereka belajar langsung mengenai teknik-teknik pertanian dan peternakan organik yang tidak hanya bebas dari penggunaan bahan-bahan kimia namun juga memberdayakan sumber daya masyarakat lokal. Melengkapi seluruh program-program ‘hijau’ tersebut, LIPI turut mendukung untuk mengawal aktivitas pelestarian keanekaragaman hayati melalui pengenalan sistem kultur jaringan dalam program “Biodiversity Warrior” pada 19 Maret 2016 serta pengamatan langsung kekayaan tumbuhan nusantara melalui Garden Tour di Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat.