Published On: Mon, Oct 10th, 2016

TAFISA Games 2016 Gelar Unity In Diver City Festival di Kepulauan Seribu Jakarta

910c288356d2903261ef60d0bec39c70Screen_Shot_2016-10-08_at_18.32.29

http://tafisagames2016.com/

Jakarta, 8 Oktober 2016- TAFISA Games 2016 bersama Masyarakat Selam Indonesia (MASI) menggelar Unity in DIVER City Festival, sebuah acara rekreasi menyelam bersama di sekitar pulau Pramuka, Kepulauan Seribu Jakarta dengan melibatkan lebih 200 dari penyelam nasional dan mancanegara seperti dari Malaysia, India, Amerika, Perancis, Inggris, Singapura, Afrika Selatan, Cina, Australia, dan Filipina.

 

TAFISA Games 2016 sendiri merupakan perhelatan olimpiade dan festival olahraga rekreasi masyarakat internasional ke-6 dimana Jakarta bertindak sebagai tuan rumah. Ajang internasional tersebut dimulai hari ini (10/6) dan akan berlangsung selama tujuh hari ini akan diikuti ribuan peserta yang datang dari 87 negara anggota TAFISA.

 

Ketua Panitia Pelaksana TAFISA Games 2016, Hayono Isman menyampaikan,  “TAFISA Games 2016 yang ke-6 ini menjadi kesempatan perdana bagi cabang olahraga selam rekreasi, dengan menggelar Unity in DIVER City. MASI bersama FORMI bersinergi untuk menggagas dan  membudidayakan Arena Olahraga Selam Rekreasi di sejumlah destinasi terbaik selam Indonesia, karena tidak hanya Indonesia memiliki destinasi selam yang begitu populer di dunia dari Sabang hingga Merauke, namun juga sebagai negara maritime, Indonesia memiliki wilayah laut yang begitu luas dan indah.”

 

Lebih jauh Hayono mengatakan bahwa Unity in DIVER City atau Kebersamaan di Kota/Negri Penyelam adalah sebuah tema pergerakan yang ditujukan untuk seluruh masyarakat Dunia khususnya bagi para pecinta Olahraga Selam Rekreasi (Selam Permukaan/Snorkling; Selam Scuba/Scuba Diving; Selam Bebas/Free Diving) untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan kesadaran akan menjaga Arena Olahraga Rekreasi di Laut Terbuka dan menjunjung tinggi Keselamatan untuk Kebahagiaan.

 

Sementara itu, Ketua Masyarakat Selam Indonesia MASI, Ricky Soeraputra menjelaskan, “Unity in DIVER City 2016 yang dihelat di sekitar Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu ini dikemas penuh dengan berbagai acara yang seru dan bermakna istimewa seperti: Menanam sebuah patung/tugu yang diperuntukkan sebagai rumah ikan di dasar laut. Tugu ini menandai pentingnya arena olah raga rekreasi selam yang terletak di Laut terbuka.

 

Taman Rekreasi Bawah Laut ini adalah salah satu alternatif arena bagi penyelam rekreasi. Selain itu, para penyelam yang terlibat di acara ini akan menyelam sambil melakukan aksi membersihkan laut. Acara-acara lain yang digelar di pantai pulau Pramuka melibatkan olahraga rekreasi dan permainan tradisional lainnya seperti lomba berjalan dengan egrang, terompah panjang dan gebuk bantal.”

 

Lewat ajang Unity in DIVER City yang didukung oleh Perum Jamkrindo  ini, diharapkan masyarakat menyadari bahwa Indonesia adalah negeri kepulauan dengan wilayah laut yang begitu luas. Oleh karena itu maka kekayaan alam yang begitu dibanggakan ini harus dapat dinikmati oleh wisatawan dan penyelam domestik serta internasional dengan penuh tanggung jawab terhadap keberlangsungan lingkungan.

 

TAFISA Games 2016 memiliki begitu banyak agenda yang dapat disaksikan oleh masyarakat Jakarta dan sekitarnya, antara lain sejumlah kejuaraan dan kompetisi dalam kategori-kategori antara lain Action Sports, Extreme Sports, Adventure Sports dan E-Sports serta nomor khusus untuk penyandang disabilitas.

 

Selain itu, dihelat juga Special Event berupa percobaan Pemecahan Rekor Dunia Layang-Layang Daun Terbesar, Pelajar Bermain Egrang Terbanyak dan Menari Zumba 14000 orang. Ada juga kompetisi pencak silat dan seni bela diri lainnya dari berbagai negara seperti Capoeira, Chanbara, Muay Thai, dll. TAFISA Games 2016 juga menggelar 3rd Goifex, sebuah ajang pameran kebugaran, olahraga dan kesehatan bertaraf internasional.

 

 

 

TAFISA Games Hadirkan Lomba Zurkhaneh, Chanbara dan Bocce

Ajang internasional TAFISA World Sport for All Games ke-6 dimulai hari ini (10/6) dengan Jakarta bertindak sebagai tuan rumah. Perhelatan olahraga rekreasi dan tradisional yang akan berlangsung selama tujuh hari ini akan diikuti ribuan peserta yang datang dari 87 negara anggota TAFISA.

 

TAFISA Games tahun ini menjanjikan pengalaman unik bagi semua orang yang datang menyaksikan, karena pihak penyelenggara akan menghadirkan lebih banyak kompetisi maupun kejuaraan olahraga tradisional.

 

Salah satunya adalah Kejuaraan Internasional Zurkhaneh ke-2, yang rencananya akan berlangsung dari tanggal 7 hingga 9 Oktober. Tidak seperti sebagian besar kegiatan TAFISA lain yang diadakan di kawasan Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta Utara, kejuaraan ini akan menyambangi GOR Cempaka Putih di Jakarta Pusat.

 

Zurkhaneh adalah bentuk ritual—atau nama tempat di mana ritual ini dilaksanakan—untuk sebuah sistem olah tubuh tradisional yang di masa lalu digunakan untuk melatih para ksatria di Iran. Olahraga tradisional Iran ini menggabungkan seni bela diri, kalistenik, latihan fisik, dan musik. Saat ini, Zurkhaneh semakin banyak diminati di beberapa negara di dunia, termasuk di Eropa dan di Amerika.

 

Selain Zurkhaneh, TAFISA Games 2016 juga akan menampilkan seni bela diri lain, termasuk chanbara dari Jepang. Penyelenggaraan TAFISA Games di Jakarta kali bertepatan dengan Kejuaraan Chanbara tingkat Asia-Oceania yang ke-9, dan BOR Tanjung Priok di Jakarta Utara akan menjadi tuan rumah kejuaraan ini.

 

Olahraga berpedang Chanbara pertama kali diperkenalkan di tahun 1971 oleh Tetsundo Tanabe dan beberapa ahli bela diri anggar Jepang lain. Olahraga ini kini memiliki banyak penggemar dan organisasi induknya, International Sport Chanbara Association, secara resmi bergabung dengan organisasi TAFISA di bulan Oktober 2015.

 

Satu lagi olahraga rekreasi yang hadir di TAFISA Games 2016 adalah bocce. Kompetisi unified bocce kali ini berlangsung selama tiga hari dari tanggal 7 hingga 9 Oktober dan diadakan di Central Park Ancol. Yang menarik dari kompetisi ini adalah tim-tim yang turut serta berisikan atlet tuna grahita dan atlet non tuna grahita.

 

Sebagaimana diungkapkan oleh Ketua Umum PP SOIna (Special Olympics Indonesia), Faisal Abdullah, kebersamaan atlet tuna grahita dan non grahita dalam satu tim akan meningkatkan kepercayaan diri mereka.

 

Selain unified bocce, ada lagi cabang olahraga Paralimpiade yang juga hadir di TAFISA Games 2016—rugbi kursi roda. TAFISA 2016 akan menjadi tempat bagi penyelenggaraan perdana kejuaraan South by South East Asia (SxSE Asia) Cup. Kejuaraan ini akan berlangsung di Jakarta Intercultural School, Terogong, Jakarta Selatan pada tanggal 8 dan 9 Oktober. Lima negara mengirimkan timnya untuk kompetisi ini: India, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Diikutkannya dua cabang olahraga ini membuktikan bahwa TAFISA Games memang sebuah event olahraga untuk semua.

 

Informasi dan keterangan silakan merujuk pada alamat berikut.

www.tafisagames2016.com

Twitter: @TafisaGamesJKT

Facebook: TafisaGamesJKT

Intstagram: @tafisagamesjkt

https://www.facebook.com/MASIdiversnation

 

 

sumber: Pesona Indonesia