Published On: Mon, Jul 6th, 2015

Tak Perlu Khawatir Investasi di Indonesia Tetap Menarik

Share This
Tags

Kenapa Anda antusias terhadap Indonesia, padahal ekonomi sedang melambat?

bharat joshi aberdeenPertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2015 memang lebih rendah 4,7% di bawah rata-rata, terutama disebabkan oleh penurunan permintaan komoditas dan penundaan proyek infrastruktur pemerintah. Sementara pasar cenderung fokus melihat penundaan jangka pendek dalam pengeluaran pekerjaan umum, kami justru melihat potensi yang besar dalam jangka panjang. Kelas menengah perkotaan telah meningkatkan konsumsi domestik. Sementara permintaan rumah tangga penting, para pengambil kebijakan juga akan berusaha meningkatkan kembali keseimbangan ekonomi melalui peralihan fokus dari ekspor komoditas bahan mentah ke barang dan pelayanan yang bernilai lebih tinggi.

Apakah mungkin pemerintah benar-benarmampu menciptakan reformasi?

Presiden Joko Widodo baru mulai menjabat Oktober lalu, tapi beliau sudah mengurangi subsidi BBM. Melalui kebijakan ini, pemerintah berhasil melakukan penghematan sebesar US$ 18 miliar per tahun yang dapat digunakan untuk investasi diproyek-proyek infrastruktur. Dia telah membentuk layanan investasi satu pintu yang meningkatkan efisiensi birokrasi dan mencegah korupsi. Hal ini seharusnya dapat mempermudah proses reformasi.

Kebijakan apa yang paling krusial untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap Indonesia?

Kemajuan yang stabil dalam proyek-proyek infrastruktur baru–pembangkit listrik, pelabuhan, dan jalan raya- adalah penting. Terkait pembangunan yang positif, Joko Widodo telah memulai konstruksi dua pembangkit listrik di Jawa bulan lalu. Para pengambil kebijakan juga harus mulai melakukan reformasi hukum dan kerangka peraturan terkait pelaksanaan bisnis di Indonesia. Investor ingin melihat transparansi yang lebih baik serta perubahan-perubahan yang mampu menciptakan lingkungan bisnis yang dapat lebih diandalkan. Sektor industri yang lebih besar dapat menciptakan pekerjaan dengan upah lebih tinggi, meningkatkan pertumbuhan pendapatan sekaligus konsumsi domestik. Saat ini, hal-haltersebut dapat menjaga akun berjalan dari dampak penurunan permintaan komoditas. Tentunya, terdapat risiko inefisiensi implementasi, akuisisi lahan yang kompleks, serta koordinasi birokrasi yang lemah mampu menghambat pertumbuhan investasi.

Kenapa saham Indonesia mengalami penurunan nilai?

Pendapatan korporasi yang cenderung konstan menyebabkan kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan. Konsekuensinya, harga saham domestik turun 0.5% (sesuai kurs lokal per 22 Juni), sedangkan pelemahan rupiah terhadap dollar semakin memperburuk penurunan harga. Investasi asing juga turun selama kuartal pertama akibat penurunan kepercayaan investor akibat penundaan proyek infrastruktur. Kami memprediksi adanya pertumbuhan utang seiring dengan meningkatnya pengeluaran pemerintah, akselerasi investasi modal, dan potensi pelonggaran pinjaman KPR.

Menurut Anda, apakah perusahaan atau saham Indonesia akan mengalami penurunan pendapatan?

Eksportir komoditas dan material telah mengalami penurunan pendapatan dikarenakan permintaan Cina yang melemah. Namun pasar telah terkoreksi dengan sendirinya melalui penyesuaian harga. Kami melihat kesempatan baru untuk meningkatkan investasi kami di perusahaan-perusahaantepercaya yang saham-sahamnya sekarang dipasarkan dengan nilai atraktif. Kami juga melihat bahwa kepercayaan investor dapat kembali akhir tahun ini mengingat pembiayaan infrastruktur sudah mulai berjalan cepat.

Sebutkan contoh saham pilihan Anda.

Salah satunya Unilever Indonesia, perusahaan consumer good terdepan. Perusahaan ini memiliki posisi yang strategis di tengah peningkatan populasi domestik dan pendapatan masyarakat. Unilever Indonesia dijalankan dengan baik,

Pandangan Pasar

5 Juli 2015

retailer. Mayoritas pendapatannya dihasilkan dari Astra Internasional, pemain utama di pasar mobil dan sepeda motor, sektor minyak kelapa sawit, dan industri alat berat. Perusahaan ini diprediksi akan semakin kuat mengingat pasar mobil domestik Indonesia yang masih sangat luas. Sebagai gambaran, saat ini baru 40 dari 1000 orang Indonesia yang memiliki mobil.

Pengalaman apa yang Anda miliki dalam berbisnis di Indonesia ?

Kami memiliki keahlian dan pengetahuan luas mengenai pasar Indonesia. Aberdeen telah mengelola portofolio Indonesia sejak 1997. Kami menjalankan sebuah portofolio yang terdiri dari sekitar 20-30 saham yang kami pahami dengan sangat baik. Selama tahun 2014 kami melakukan kunjungan ke sekitar 116 perusahaan. Kami mengevaluasi langsungperusahaan-perusahan tempat kami akan berinvestasi. Kantor kami di Jakarta berperan sebagai penunjang apa yang sudah menjadi keahlian kami.

Apa yang menjadi keunggulan utama Aberdeen?

Saya melihat kunci utama keunggulan kami adalah rekam jejak dalam berinvestasi di saham-saham asal Indonesia selama lebih dari 16 tahun. Sebagaimana di kebanyakan negara emerging market dengan pasar yang besar, dibutuhkan waktu untuk mengembangkan pemahaman mendalam demi melihat di mana peluang investasi terbaik berada. Yang tidak kalah penting adalah kemampuan memilih saham yang efektif berdasarkan pemahaman itu. Proses investasi kami adalah keunggulan yang kedua. Ketiga, tim

investasi yang stabil. Aberdeen memiliki tenaga-tenagaberpengalaman yang telah lama bekerja sama. Mereka telah membuktikan mampu melihat dan memanfaatkan kesempatan yang ada semaksimal mungkin

SELESAI

CATATAN PENTING : INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON INVESTOR WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DATANG.

Dokumen ini disusun berdasarkan informasi dari sumber publik yang dapat dipercaya oleh PT Aberdeen Asset Management. PT Aberdeen Asset Management tidak menjamin keakuratan, kecukupan, atau kelengkapan informasi dan materi yang diberikan. Meskipun dokumen ini telah dipersiapkan dengan seksama, PT Aberdeen Asset Management tidak bertanggung jawab atas segala konsekuensi hukum dan keuangan yang timbul, baik terhadap atau diderita oleh orang atau pihak apapun dan dengan cara apapun yang dianggap sebagai akibat dari tindakan yang dilakukan atas dasar keseluruhan atau sebagian dari dokumen ini.

(Wawancara dengan Bharat Joshi, Manajer Investasi pada PT Aberdeen Asset Management)